Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement

Selasa, 30 Juni 2026

Jelang Penerapan B50, Sopir Truk di Ketapang Belum Pahami Kebijakan, Akses Solar Jadi Sorotan

Sejumlah truk angkutan barang terparkir di kawasan Kota Ketapang. Para sopir mengaku belum mengetahui kebijakan biodiesel B50 dan berharap akses solar bersubsidi dipermudah.

Anantapost.com
– Ketapang. Rencana pemerintah menerapkan bahan bakar biodiesel B50 belum banyak diketahui oleh kalangan sopir truk di Kabupaten Ketapang. Di tengah minimnya informasi yang mereka terima, para pengemudi justru lebih menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih dihadapi, yakni sulitnya mendapatkan solar bersubsidi.
Bagi sopir angkutan barang, kelancaran memperoleh bahan bakar jauh lebih penting dibanding perubahan komposisi biodiesel. Mereka berharap kebijakan baru yang akan diterapkan pemerintah tidak berdampak pada semakin sulitnya akses terhadap solar.

Salah seorang sopir truk di Ketapang, Syakir, mengaku baru pertama kali mendengar istilah B50 ketika ditanya mengenai kebijakan tersebut. Hingga kini, ia belum pernah memperoleh informasi ataupun sosialisasi terkait penggunaan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati itu.

"Kalau soal kebijakan B50 saya tidak tahu, Bang. Memang belum pernah dengar," katanya saat ditemui, Senin (29/6/2026).

Menurut Syakir, persoalan yang paling dirasakan para sopir saat ini bukanlah perubahan jenis bahan bakar, melainkan proses mendapatkan solar bersubsidi yang masih cukup rumit. Selain wajib menggunakan barcode, pembelian juga dibatasi sehingga sopir kerap harus kembali mengisi di waktu berbeda.

"Sekarang susah, Bang. Harus antre dulu baru dapat. Itu pun dijatah cuma Rp150 ribu. Pakai barcode juga, kalau tidak ada barcode tidak boleh isi," ujarnya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada kebijakan baru, tetapi juga memperbaiki sistem distribusi solar agar lebih mudah diakses oleh sopir angkutan barang yang setiap hari bergantung pada bahan bakar tersebut.

"Harapan kami sederhana saja, jangan dipersulit. Masuk SPBU bisa langsung isi penuh tanpa antre lama. Kalau solar mudah didapat, kerja kami juga lebih lancar," katanya.

Hal senada disampaikan sopir truk lainnya, Abu. Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui adanya rencana penerapan B50 karena belum pernah menerima informasi resmi mengenai kebijakan tersebut.

"Saya masih belum tahu terkait kebijakan B50 itu," ucapnya.

Meski belum memahami substansi kebijakan tersebut, Abu berharap pemerintah tetap menjamin ketersediaan solar bersubsidi di lapangan. Menurutnya, stok solar sejauh ini masih tersedia, namun proses pembeliannya membutuhkan waktu karena harus mengantre dan mengikuti pembatasan volume pengisian.

"Solar ada, tapi kita tetap harus antre dan pembeliannya dibatasi. Kalau saya sebenarnya tidak terlalu banyak butuh minyak, sekitar 20 liter sehari sudah cukup," katanya.

Abu menilai kemudahan memperoleh solar akan sangat membantu kelancaran distribusi barang sekaligus meningkatkan efisiensi kerja para sopir.

"Yang paling penting, ke depan solar lebih mudah didapat supaya kerja kami juga lebih mudah dan distribusi barang tidak terhambat," pungkasnya.

Penerapan biodiesel B50 merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, di tingkat pengguna, khususnya sopir angkutan barang, sosialisasi kebijakan dinilai masih perlu ditingkatkan agar pelaksanaannya tidak menimbulkan kebingungan maupun kekhawatiran di lapangan.***(jok) 

Senin, 29 Juni 2026

Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong Kembali Digelar, Wabup Jamhuri Amir Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Prosesi pencucian senjata pusaka berlangsung khidmat sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya leluhur Melayu-Bugis.

Anantapost.com
- Ketapang. Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong kembali dilaksanakan oleh masyarakat Melayu-Bugis Kabupaten Ketapang di halaman Pendopo Bupati Ketapang, Minggu (28/6/2026) malam. Kegiatan ini menjadi simbol pelestarian warisan budaya sekaligus penghormatan terhadap sejarah dan leluhur.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi Melayu dan Bugis dari Kabupaten Ketapang maupun Kabupaten Kayong Utara, serta masyarakat umum.
Selain prosesi pencucian senjata pusaka, kegiatan juga diisi dengan pembacaan sumpah setia Melayu-Bugis sebagai bentuk komitmen menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tradisi ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan memiliki nilai historis dan filosofis yang sangat penting.

"Tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong bukan sekadar seremoni belaka, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Kegiatan ini merupakan simbol penghormatan terhadap sejarah, leluhur, serta nilai-nilai kebudayaan yang diwariskan kepada generasi-generasi penerus," ujar Jamhuri.

Ia menilai tradisi tersebut mengandung pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, toleransi, dan tanggung jawab dalam merawat kekayaan budaya daerah.

Menurutnya, warisan budaya lokal merupakan aset yang tak ternilai karena selain menjadi identitas daerah, juga menjadi modal sosial dalam membangun masyarakat yang berkarakter.

"Warisan budaya merupakan aset yang tidak ternilai, bukan hanya sebagai ciri khas daerah, tetapi juga sebagai modal sosial dalam membangun masa depan yang berkarakter, berbudaya, dan bertanggung jawab," katanya.

Jamhuri juga memastikan Pemerintah Kabupaten Ketapang akan terus mendukung berbagai program pelestarian budaya agar tradisi daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat persaudaraan masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengenal dan menjaga budaya leluhur.

"Saya juga berharap generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi-tradisi luhur yang menjadi warisan para leluhur kita, sehingga nilai-nilai budaya Tanah Kayong tetap hidup, lestari, dan terjaga sepanjang masa di tengah masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pencucian Pusake Tanah Kayong, Rion Sardi, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi yang telah lama tidak dilaksanakan oleh masyarakat Melayu-Bugis Ketapang.
Ia menjelaskan, senjata pusaka yang dibersihkan merupakan peninggalan para leluhur yang selama bertahun-tahun tidak pernah disucikan maupun dirawat.

"Kami masyarakat Melayu-Bugis Kabupaten Ketapang pada malam hari ini melestarikan peninggalan sejarah budaya orang tua kami, yaitu pusaka yang sudah lama sekali tidak pernah dijamah, tidak pernah disucikan, dan tidak pernah dibersihkan. Malam hari ini kami menyucikan kembali peninggalan sejarah dari nenek moyang kami," jelas Rion.

Rion berharap generasi muda tidak melupakan sejarah serta adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur. Menurutnya, budaya akan perlahan menghilang apabila tidak dipelajari dan dilestarikan.

Ia menyebut pelaksanaan tahun ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama tradisi tersebut kembali digelar setelah puluhan tahun vakum.

"Ini kegiatan perdana. Di usia saya 43 tahun, saya belum pernah melaksanakan acara seperti ini. Harapan kami, ke depan kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ketapang agar anak cucu kita jangan pernah melupakan adat budaya Melayu yang telah lahir dari nenek moyang kita," ungkapnya.

Rion menambahkan, masyarakat Melayu tidak menetapkan tanggal tertentu dalam pelaksanaan tradisi pencucian pusaka. Prosesi tersebut cukup dilaksanakan pada bulan Muharam tanpa harus bertepatan dengan 1 Muharam, 1 Suro, ataupun 13 Muharam.

"Kalau kita Melayu pencucian senjata ini tidak ditentukan di satu Muharam. Namun kita ditentukan di bulan Muharam. Saya tidak bisa memutuskan bahwa harus 13 Muharam, namun acara ini akan dilaksanakan setiap bulan Muharam," pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Melayu-Bugis berharap tradisi Pencucian Pusake Tanah Kayong dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, menjaga identitas budaya, serta mewariskan nilai-nilai leluhur kepada generasi mendatang.***(red) 

Kamis, 25 Juni 2026

Rumah dan Tiga Kendaraan Ludes Terbakar di Ketapang, Dua Orang Terluka


Suasana kebakaran yang menghanguskan satu rumah dan sejumlah kendaraan di Ketapang, Kamis malam.

Anantapost.com
- Ketapang. Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis (25/6/2026) malam.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, laporan kejadian diterima sekitar pukul 20.02 WIB dari warga yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan setelah menerima laporan, personel langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 20.06 WIB. Tim tiba sekitar pukul 20.21 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman bersama sejumlah unsur gabungan.
"Adapun yang terbakar adalah satu bangunan rumah, dua unit kendaraan roda dua, dan satu unit kendaraan roda empat," ujar Yunifar kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Dalam proses pemadaman, BPBD bekerja sama dengan BPAS, Polres Ketapang, TNI, serta Badan Pemadam Kebakaran (BPK). Berkat kerja sama tersebut, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung hampir tiga jam sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Selain menghanguskan rumah dan sejumlah kendaraan, peristiwa tersebut juga menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.

"Ada korban dua orang, yang satu kategori ringan dan satunya kategori berat," kata Yunifar.

Kedua korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. BPBD juga belum dapat memastikan besaran kerugian materi akibat insiden tersebut karena masih dalam proses pendataan.***(jok) 

Rabu, 24 Juni 2026

Bupati Ketapang Terbitkan Edaran Larangan Penggunaan LPG 3 Kg bagi ASN dan Usaha Menengah ke Atas

Tabung Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg yang menjadi alternatif bagi ASN  dan pelaku usaha dalam  mendukung distribusi LPG 3 Kg agar lebih tepat sasaran. 

Anantapost.com
- Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang mengambil kebijakan strategis guna mengatasi persoalan kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram yang belakangan terjadi di sejumlah daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui penerbitan Surat Edaran Bupati Ketapang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penggunaan LPG Tabung 3 Kilogram.

Surat edaran yang ditandatangani Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, pada 22 Juni 2026 itu mengatur agar Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha restoran, hotel, kafe, serta pelaku usaha skala menengah dan besar tidak lagi menggunakan LPG bersubsidi 3 kilogram.
Sebagai alternatif, kelompok pengguna tersebut diarahkan untuk beralih ke LPG non-subsidi berukuran 5 kilogram maupun 12 kilogram. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan LPG subsidi tetap terjaga bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro yang menjadi sasaran utama program pemerintah.

Dalam edaran tersebut, Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa LPG 3 kilogram merupakan komoditas yang mendapatkan subsidi negara sehingga penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan terjadinya kelangkaan yang selama ini banyak dikeluhkan warga.

Pemerintah daerah turut meminta agen dan pangkalan LPG bersubsidi untuk menjalankan distribusi secara bertanggung jawab. Penyaluran gas subsidi diwajibkan langsung kepada masyarakat yang berhak dan pelaku usaha mikro dengan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Untuk memperkuat pengawasan, camat, lurah, dan kepala desa dilibatkan dalam pemantauan distribusi LPG 3 kilogram di wilayah masing-masing. Mereka diminta aktif mengawasi penyaluran serta melaporkan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan atau pelanggaran aturan.

Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Ketapang berharap tata kelola distribusi LPG subsidi menjadi lebih efektif sehingga kebutuhan masyarakat kecil terhadap gas bersubsidi dapat terpenuhi secara merata.

Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Ketapang, Riza, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang diterbitkan pemerintah daerah tersebut.

"Kami mendukung penuh langkah Bupati Ketapang yang mengimbau ASN, pelaku usaha restoran, hotel, kafe dan usaha menengah ke atas agar tidak lagi menggunakan LPG 3 kilogram. Gas subsidi memang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro," ujar Reza.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat desa, agen, hingga pemilik pangkalan LPG agar distribusi subsidi tidak disalahgunakan.

"Kami berharap surat edaran ini menjadi momentum untuk bersama-sama menjaga ketersediaan LPG subsidi di Ketapang. Jika penggunaannya tepat sasaran, maka pasokan untuk masyarakat yang membutuhkan akan lebih terjamin," pungkasnya.

Reza optimistis, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan LPG sesuai peruntukannya, ketersediaan gas bersubsidi bagi kelompok yang berhak dapat lebih terjaga dan distribusinya menjadi semakin tepat sasaran.***(jok) 

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Ketapang Pimpin Upacara Ziarah dan Tabur Bunga

Kapolres Ketapang  AKBP. Muhammad Harris Saat Tabur bunga  di Taman amakam Pahlawan. 

Anantapost.com - Ketapang. Polda Kalbar. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Ketapang memimpin kegiatan Upacara Ziarah dan Tabur Bunga yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Ketapang, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR dan didampingi Wakapolres Ketapang, serta diikuti oleh Pejabat Utama, para perwira, personel Polres Ketapang, dan Ibu Bhayangkari.
Upacara ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan oleh inspektur upacara, serta dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyampaikan bahwa kegiatan ziarah dan tabur bunga merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap peringatan Hari Bhayangkara sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban demi bangsa dan negara.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat patriotisme, pengabdian, serta keteladanan para pahlawan kepada seluruh personel Polri agar senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan berintegritas dalam melayani masyarakat," ujarnya.

Suasana khidmat dan penuh penghormatan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Momentum ini juga menjadi pengingat bagi seluruh personel Polres Ketapang untuk terus melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan melalui pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui peringatan HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Ketapang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif di wilayah Kabupaten Ketapang.

Sumber: humpol

Selasa, 23 Juni 2026

Polsek Sandai Dan Perangkat Desa Tertibkan PETI di Sungai Pawan, Dua Ponton Tambang Emas Ilegal Ditenggelamkan

Dua kapal ponton yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI ditenggelamkan oleh Polsek Sandai guna mencegah kembali beroperasinya tambang ilegal di Sungai Pawan.

Anantapost.com
- Ketapang. Kepolisian Sektor (Polsek) Sandai menertibkan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Pawan, Desa Sandai Kiri, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kegiatan penertiban dipimpin langsung Kapolsek Sandai, IPTU Rio Fachrihadi, bersama enam personel Polsek Sandai. Dalam operasi tersebut, polisi juga melibatkan perangkat desa, yakni Kepala Dusun Kekirik, Sutrisno, dan Kepala Dusun Tangga Tanah, Jumran.

Saat melakukan pemeriksaan di lokasi, tim gabungan menemukan dua kapal ponton yang dilengkapi mesin penyedot material dari dasar sungai. Namun, tidak ditemukan aktivitas penambangan maupun pekerja di lokasi. Polisi menduga para pelaku telah meninggalkan area sebelum petugas tiba.

Kapolsek Sandai IPTU Rio Fachrihadi menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah hukumnya.
“Sesuai arahan Kapolres Ketapang, tidak ada ruang bagi pelaku penambangan ilegal di wilayah hukum Polsek Sandai. Jika masih ditemukan aktivitas tambang liar, kami akan melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi terkait aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Sandai dan sekitarnya.

“Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal. Polsek Sandai siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan TNI dalam upaya pemberantasan tambang ilegal,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, aparat kepolisian bersama pemerintah desa sepakat menenggelamkan dua ponton yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI. Langkah itu dilakukan agar sarana tersebut tidak dapat digunakan kembali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut IPTU Rio Fachrihadi, aktivitas pertambangan ilegal tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat memicu konflik sosial, kecelakaan kerja, serta menimbulkan konsekuensi hukum bagi para pelakunya.

Polsek Sandai memastikan akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal guna menjaga kelestarian lingkungan serta keamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Ketapang.

Editor: jok

BPBD Ketapang Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Tinggal Menunggu Apel Siaga Tingkat Kabupaten

BPBD Ketapang mengaktifkan Posko Pengendalian Karhutla 2026 sebagai pusat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ketapang.

Anantapost.com
- Ketapang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang menyatakan berbagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dijalankan secara maksimal. Saat ini, pemerintah daerah hanya menunggu pelaksanaan apel siaga karhutla tingkat kabupaten sebagai bagian akhir dari rangkaian persiapan.
Kepala Pelaksana BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro, menjelaskan bahwa sejumlah tahapan telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan peralatan dan fasilitas pendukung, rapat koordinasi tim terpadu, hingga apel kesiapsiagaan di tingkat kecamatan maupun perusahaan.

"Berbagai langkah mitigasi sudah kita lakukan. Sarana dan prasarana sudah diperiksa, rapat tim terpadu telah dilaksanakan, kecamatan dan perusahaan juga sudah menggelar apel kesiapsiagaan. Tinggal apel tingkat kabupaten yang masih menunggu waktu pelaksanaannya," ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Menurut Yunifar, kondisi cuaca di beberapa wilayah Ketapang masih cukup mendukung karena curah hujan masih terjadi. Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, potensi kerawanan karhutla saat ini masih berada pada kategori yang relatif terkendali.

Meski demikian, status siaga karhutla tetap diberlakukan sebagai langkah kewaspadaan. Status tersebut dijadwalkan berlangsung hingga akhir Juni dan akan diperpanjang apabila diperlukan.

"Kegiatan pemantauan terus berjalan, posko siaga tetap aktif, dan koordinasi dengan pemerintah provinsi juga dilakukan secara intensif. Status siaga yang berlaku saat ini kemungkinan akan kembali diperpanjang," katanya.

Ia mengakui terdapat tantangan dalam upaya penanganan karhutla tahun ini, terutama terkait dukungan armada udara. Jika sebelumnya helikopter dapat ditempatkan di Ketapang, kini sebagian besar armada difokuskan di Pontianak.

"Kondisi ini membuat tim darat harus bekerja lebih keras. Biasanya ada dukungan helikopter yang siaga di daerah, tetapi saat ini armada lebih banyak berada di Pontianak. Harapan kami ke depan ada tambahan dukungan yang bisa ditempatkan di Bandara Rahadi Oesman untuk membantu pemantauan dan penanganan," jelasnya.

Menurutnya, keberadaan helikopter water bombing masih sangat penting, khususnya untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang berada jauh dari jalan maupun sumber air. Lokasi kebakaran saat ini cenderung berada di area terbuka yang sulit diakses kendaraan pemadam.

"Api sekarang banyak muncul di lahan yang jauh dari akses jalan. Mobil pemadam hanya bisa mencapai titik tertentu, selanjutnya peralatan harus dibawa menggunakan kendaraan roda dua atau motor angkut," ungkap Yunifar.

Walaupun menghadapi sejumlah kendala di lapangan, BPBD memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi sudah dilakukan dengan baik. Bahkan, pelatihan pengoperasian mobil pemadam bantuan pemerintah juga telah diberikan kepada personel TNI guna memperkuat kapasitas penanganan.
Selain itu, bantuan peralatan pencegahan dan penanggulangan karhutla telah disalurkan kepada jajaran TNI dan Polri yang bertugas di kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi.

Di sektor perkebunan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Ketapang dinilai semakin siap dalam menerapkan aturan pencegahan karhutla. Mayoritas telah menyesuaikan standar operasional sesuai ketentuan terbaru dari Kementerian Pertanian.

"Kami melihat sebagian besar perusahaan perkebunan sudah mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025. Persyaratan terkait peralatan dan sistem pencegahan kebakaran juga telah dipenuhi," tuturnya.

Sebagai informasi, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025 mengatur tentang pembukaan dan pengolahan lahan perkebunan tanpa pembakaran. Regulasi tersebut merupakan penyempurnaan dari Permentan Nomor 05 Tahun 2018 yang bertujuan memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.***(red) 

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ketapang Laksanakan Gerakan Indonesia Asri di Sekitar Mako Polres


Polres Ketapang melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Asri dengan aksi bersih-bersih lingkungan dan penataan kawasan di sekitar Markas Komando (Mako) Polres Ketapang, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Anantapost.com - Ketapang. Polda Kalbar – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Ketapang melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Asri dengan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan dan penataan kawasan di sekitar Markas Komando (Mako) Polres Ketapang, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh personel Polres Ketapang tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menciptakan suasana yang asri, nyaman, dan sehat di lingkungan kerja maupun area sekitar Mako Polres Ketapang.
Personel terlihat membersihkan sampah, memangkas rumput liar, merapikan taman, serta melakukan penataan lingkungan guna menciptakan kawasan yang lebih hijau dan tertata. Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan penuh semangat sebagai wujud kebersamaan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menumbuhkan budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan contoh dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan asri akan memberikan dampak positif bagi kesehatan, kenyamanan, serta kualitas hidup masyarakat,” ujar Kapolres Ketapang.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan Gerakan Indonesia Asri ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan yang dilaksanakan Polres Ketapang dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran seluruh personel maupun masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi terciptanya Kabupaten Ketapang yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ketapang berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Sumber: humpol

Mewakili Kapolres Ketapang, Kabag SDM Bersama Polsek Benua Kayong Laksanakan Penanaman Mangrove di Pantai Pecal dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80

Kabag SDM Polres Ketapang mewakili Kapolres Ketapang bersama personel Polsek Benua Kayong dan masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove di kawasan Objek Wisata Pantai Pecal. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung Gerakan Indonesia Asri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Anantapost.com - Ketapang. Polda Kalbar. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Ketapang melalui Kabag SDM yang mewakili Kapolres Ketapang bersama personel Polsek Benua Kayong melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove di kawasan Objek Wisata Pantai Pecal, Kabupaten Ketapang, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya mendukung program penghijauan dan menjaga ekosistem pesisir. Penanaman mangrove dilakukan secara gotong royong oleh personel Polres Ketapang dan Polsek Benua Kayong sebagai wujud nyata kontribusi Polri dalam menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.
Mewakili Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR , Kabag SDM AKP Aris Pramudji Widodo, S.A.P. Polres Ketapang menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang tidak hanya berfokus pada pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan hidup.

"Penanaman mangrove ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir pantai. Selain berfungsi mencegah abrasi, mangrove juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menjadi habitat berbagai biota laut. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," ujar Kabag SDM.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa momentum Hari Bhayangkara Ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus hadir memberikan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, maupun pelestarian lingkungan.

Kegiatan penanaman mangrove berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga mampu menjaga kelestarian kawasan pesisir Pantai Pecal sekaligus menjadi langkah nyata Polri dalam mendukung Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Polres Ketapang menunjukkan bahwa semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui aksi nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Sumber: humpol

Kapolres Ketapang Buka Tournament MLBB Kapolres Cup 2026 Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Kapolres Ketapang membuka Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Kapolres Cup 2026 yang digelar di Meeting Room Cemara, Borneo Emerald Hotel. Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, mempererat silaturahmi, serta menjunjung tinggi sportivitas dalam dunia esports.

Anantapost.com - Polda Kalbar. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Ketapang secara resmi membuka kegiatan Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Kapolres Cup 2026 yang digelar di Meeting Room Cemara, Borneo Emerald Hotel, Ketapang, Senin (22/6/2026).

Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh Pejabat Utama Polres Ketapang, perwakilan dari IESPA, KORMI, KONI, serta ESI Kabupaten Ketapang. Selain itu, sebanyak 32 tim peserta yang akan berlaga dalam turnamen turut hadir mengikuti seremoni pembukaan.
Dalam sambutannya, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR menyampaikan bahwa penyelenggaraan Tournament MLBB Kapolres Cup 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan Polri terhadap perkembangan olahraga elektronik (e-sports) yang saat ini semakin diminati oleh generasi muda.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun semangat sportivitas, serta menyalurkan bakat dan kreativitas generasi muda dalam bidang e-sports, bahwa dalam Kapolres Ketapang Cup ini juga akan menjaring para peserta lomba untuk dapat berkompetisi pada ajang yg lebih tinggi di tingkat Polda hingga ke tingkat pusat atau Kapolri Cup. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan pemuda,” ujar Kapolres Ketapang. 

Kapolres Ketapang juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai fair play selama pertandingan berlangsung serta menjaga nama baik tim masing-masing dengan menunjukkan sikap sportif dan profesional.

Sementara itu, perwakilan ESI Kabupaten Ketapang memberikan apresiasi kepada Polres Ketapang yang telah menginisiasi turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif bagi para atlet dan komunitas e-sports untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kualitas kompetisi di Kabupaten Ketapang.

Tournament MLBB Kapolres Cup 2026 diikuti oleh 32 tim terbaik dari berbagai wilayah di Kabupaten Ketapang yang akan bersaing memperebutkan gelar juara, trofi, serta hadiah pembinaan. Antusiasme peserta terlihat sejak pembukaan kegiatan, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap perkembangan olahraga e-sports.

Melalui kegiatan ini, Polres Ketapang berharap dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk berprestasi sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, organisasi olahraga, komunitas e-sports, dan masyarakat dalam mewujudkan kegiatan yang positif, kreatif, dan produktif dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Sumber: humpol

Senin, 22 Juni 2026

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ketapang Gelar Bakti Kesehatan Sunat Massal Gratis untuk Puluhan Anak


Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., didampingi Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H., para PJU Polres Ketapang serta pengurus Bhayangkari Cabang Ketapang.

Anantapost.com - Ketapang. Polda Kalbar - Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Ketapang menggelar kegiatan Bakti Kesehatan berupa sunat massal gratis yang berlangsung di Aula Polres Ketapang, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., didampingi Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H., para PJU Polres Ketapang serta pengurus Bhayangkari Cabang Ketapang.
Pelaksanaan sunat massal melibatkan tim medis gabungan yang terdiri dari 15 tenaga kesehatan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Ketapang dan tiga petugas kesehatan dari Klinik Polres Ketapang. Seluruh proses pelayanan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan peserta.

Sebanyak 55 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Ketapang mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh peserta yang telah mendaftar berhasil menjalani proses sunat dengan baik tanpa kendala, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga selesai.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.

"Melalui kegiatan sunat massal ini, kami ingin memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Kapolres.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada para peserta, usai menjalani proses sunat setiap anak menerima santunan dan bingkisan yang diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Ketapang bersama Bhayangkari Cabang Ketapang. Pemberian santunan dan bingkisan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat serta menjadi bentuk dukungan kepada anak-anak yang telah mengikuti kegiatan bakti kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.30 WIB tersebut berlangsung tertib, aman, dan penuh kehangatan. Senyum para peserta beserta keluarga menjadi gambaran nyata bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui tugas kepolisian dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sumber: humpol

Kuota Berkurang, Ketersediaan Gas 3 Kg di Ketapang Sempat Menipis

tabung gas LPG non subsidi ukuran 5,5 kg hargnya Rp  125 sampai 130 

Anantapost.com
- Ketapang. Warga Keluhkan Sulitnya Mendapatkan LPG 3 Kg, Harga Eceran Masih Tinggi
Sejumlah masyarakat di Kabupaten Ketapang masih mengeluhkan kesulitan memperoleh LPG subsidi 3 kilogram dalam beberapa pekan terakhir. Walaupun pasokan mulai berangsur normal, banyak warga mengaku tetap harus membeli gas di warung dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan harga resmi di pangkalan.

Salah seorang warga Ketapang, Ary, mengatakan stok LPG 3 kilogram di pangkalan umumnya masih tersedia. Namun persoalan muncul ketika persediaan habis sementara jadwal pengiriman berikutnya belum tiba.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga terpaksa mencari gas di pengecer dengan harga yang cukup tinggi. Ia menyebut dua minggu lalu situasi lebih sulit dibandingkan saat ini, bahkan harga LPG di warung sempat mencapai Rp40 ribu per tabung.

"Saat ini LPG 3 kilogram di pangkalan masih relatif tersedia. Namun ketika stok habis dan belum ada pengiriman berikutnya, masyarakat terpaksa mencari gas ke warung dengan harga yang lebih mahal." Ucapnya

Ary menjelaskan, kendala utama berasal dari jadwal distribusi yang tidak dilakukan setiap hari. Ketika kebutuhan mendesak dan stok di rumah habis, masyarakat sering kali tidak memiliki pilihan selain membeli dari warung.

Ia berharap ketersediaan LPG subsidi dapat lebih terjamin sehingga masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan rumah tangga tersebut, baik di pangkalan maupun di tingkat pengecer.
Keluhan serupa juga terlihat di kalangan pedagang eceran. Berdasarkan pantauan di kawasan Payah Kumang, sejumlah warung sembako masih mengalami ketidakpastian pasokan LPG 3 kilogram.

Meski tidak sepenuhnya langka, stok gas melon kerap kosong dalam beberapa waktu tertentu. Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan mendapatkan LPG saat diperlukan.
Selain masalah stok, harga jual di tingkat pengecer juga bervariasi. Di beberapa lokasi, harga LPG 3 kilogram bahkan mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per tabung, jauh di atas harga yang berlaku di pangkalan resmi.

Kuota Pangkalan Sempat Menurun
Pemilik pangkalan LPG 3 kilogram, Darmanto, yang beroperasi di Jalan Brigjen Katamso, Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, mengungkapkan bahwa pasokan yang diterimanya sempat mengalami penurunan pada Mei 2026.

Ia menjelaskan jumlah tabung yang dikirim dalam sekali distribusi tidak selalu sama. Dalam kondisi normal, pengiriman bisa mencapai 100 tabung, namun pada periode tertentu hanya sekitar 60 tabung.
Darmanto juga mengaku kuota bulanan yang diterimanya berkurang dibandingkan sebelumnya. Jika dahulu pasokan bisa melebihi seribu tabung per bulan, kini jumlahnya hanya berkisar 900 tabung lebih.
Menurutnya, tidak ada pemberitahuan resmi terkait pengurangan kuota tersebut. Penurunan baru diketahui setelah dilakukan perhitungan jumlah pasokan yang diterima selama satu bulan.

Ia menambahkan, jadwal maupun jumlah pengiriman LPG subsidi sangat bergantung pada agen distribusi sehingga pihak pangkalan tidak dapat memastikan kapan pasokan akan datang dan berapa jumlah yang diterima.

Kondisi paling berat terjadi pada Mei lalu ketika setiap pengiriman hanya berisi sekitar 60 tabung. Namun dalam beberapa minggu terakhir, pasokan mulai kembali meningkat hingga mendekati 100 tabung setiap pengiriman.
Penyaluran Kini Diprioritaskan untuk Rumah Tangga

Darmanto juga menyampaikan bahwa terdapat perubahan aturan dalam penyaluran LPG subsidi. Jika sebelumnya pangkalan masih diperbolehkan menjual dalam jumlah terbatas kepada pelaku UMKM, kini distribusi diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga.
Untuk pembelian LPG subsidi, masyarakat yang telah terdaftar cukup membawa KTP yang sudah masuk dalam sistem pendataan pembelian LPG bersubsidi.
Sementara itu, warga yang belum terdaftar masih berpeluang membeli LPG subsidi apabila stok yang tersedia melebihi kebutuhan pelanggan yang sudah terdata. Pembelian tetap harus menggunakan KTP yang kemudian akan dimasukkan ke dalam aplikasi pendataan.

Selain menyediakan LPG subsidi 3 kilogram, pangkalan juga menjual LPG non-subsidi. Untuk jenis ini, tidak ada pembatasan jumlah pembelian.

Namun demikian, pasokan LPG non-subsidi juga masih menghadapi kendala distribusi karena pengirimannya bergantung pada pasokan dari Pontianak. Dalam beberapa kondisi, pengiriman baru dilakukan sekitar 10 hari sekali.
Harga Sesuai HET di Pangkalan
Di tingkat pangkalan, LPG subsidi 3 kilogram dijual sesuai harga eceran yang berlaku, yakni Rp18.500 per tabung.

Sementara itu, LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dipasarkan dengan harga sekitar Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per tabung. Adapun LPG ukuran 12 kilogram dijual sekitar Rp260 ribu per tabung.
Meskipun kondisi pasokan mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, masyarakat berharap distribusi LPG 3 kilogram dapat berlangsung lebih stabil dan merata. Dengan demikian, warga tidak lagi bergantung pada pengecer yang menjual gas dengan harga jauh di atas ketentuan resmi.***(red) 

Sabtu, 20 Juni 2026

12 Pejabat Eselon II Dilantik, Bupati Ketapang Dorong Percepatan Kinerja Pemerintahan

Bupati Ketapang Alexander Wilyo melantik 12 pejabat eselon II dan sejumlah pejabat lainnya di Kantor Bupati Ketapang, Jumat (19/6/2026).

Anantapost.com
- Ketapang. Bupati Ketapang Alexander Wilyo resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), serta sejumlah pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Ketapang, Jumat (19/6/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi sekaligus tindak lanjut hasil seleksi terbuka (open bidding) yang dilaksanakan secara transparan, objektif, dan kompetitif sesuai ketentuan perundang-undangan. Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap langkah ini mampu memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Jaga Marwah Pemerintah dan Tingkatkan Profesionalisme
Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar senantiasa menjaga kehormatan institusi dan menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab.
“Kita harus bersama-sama menjaga nama baik pemerintah. Apabila kita berjalan tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan, tentu akan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat, berdampak pada hasil kerja pemerintahan, dan pada akhirnya berdampak pada citra pemerintah secara keseluruhan,” tegasnya.

Menurut Alexander, profesionalisme menjadi syarat mutlak dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap pejabat dituntut menguasai bidang tugasnya dan terus meningkatkan kapasitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan.

“Tidak ada sekolah khusus yang mencetak seorang asisten, sekretaris daerah, ataupun kepala perangkat daerah. Yang ada adalah bekal pendidikan dan pengalaman yang menjadi dasar dalam menjalankan amanah. Karena itu, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi sangat penting,” ujarnya.

Jangan Berorientasi pada Kepentingan Pribadi
Bupati juga menyoroti pentingnya integritas dalam menjalankan jabatan. Ia mengingatkan agar para pejabat tidak terjebak pada pola pikir yang berorientasi pada kepentingan pribadi maupun 
keuntungan tertentu.

“Jangan sampai baru memulai tugas, pikiran sudah ke mana-mana, memikirkan keuntungan pribadi, proyek, atau hal-hal lain yang tidak semestinya. Hilangkan pola pikir seperti itu jauh-jauh. Jangan dipelihara,” katanya.

Alexander menegaskan bahwa amanah yang diterima para pejabat merupakan kepercayaan besar yang tidak dimiliki oleh seluruh aparatur sipil negara. Dari ribuan ASN di Kabupaten Ketapang, hanya sebagian kecil yang memperoleh kesempatan menduduki jabatan strategis.
Karena itu, ia meminta seluruh pejabat menunjukkan kinerja terbaik bagi masyarakat, organisasi, dan pemerintah daerah.

“Tunjukkan kinerja terbaik kepada masyarakat, kepada organisasi, dan kepada pimpinan. Jangan terlalu berhitung dengan waktu, tenaga, maupun pikiran yang Saudara curahkan untuk menjalankan tugas,” ujarnya.

Dorong Responsivitas dan Semangat Pengabdian
Dalam kesempatan tersebut, Alexander juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat maupun koordinasi internal pemerintahan.
Ia mengingatkan agar tidak ada pelayanan yang terhambat hanya karena lambannya respons pejabat terhadap masyarakat maupun bawahan yang membutuhkan arahan.

“Kalau berbicara mengenai pengabdian kepada daerah, saya pribadi tidak pernah berhitung dengan waktu. Hari libur, hari Minggu, tanggal merah, bahkan malam hari sekalipun, apabila daerah membutuhkan, saya siap menjalankan tugas,” katanya.

Menurutnya, semangat pengabdian seperti itu perlu menjadi budaya kerja seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Hasil Seleksi Terbuka dan Penguatan Kompetensi ASN
Bupati menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi terbuka sesuai regulasi yang berlaku. Oleh sebab itu, jabatan yang diberikan harus dijawab dengan kinerja, dedikasi, dan tanggung jawab yang tinggi.
Ia juga mendorong para pejabat untuk terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia, termasuk Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) dan kegiatan peningkatan kapasitas lainnya.

“Apabila kapasitas berpikir dan bertindak lamban, maka roda pemerintahan juga akan terhambat. Sebaliknya, apabila aparatur kita memiliki kemampuan yang baik, cepat, dan responsif, maka pemerintahan akan berjalan lebih efektif dan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, Alexander berharap setiap perangkat daerah mampu menyelesaikan berbagai persoalan teknis sesuai kewenangannya tanpa selalu bergantung pada pimpinan daerah.

“Jangan sampai persoalan-persoalan kecil terus dibawa ke tingkat pimpinan hanya karena kurangnya inisiatif, koordinasi, atau keberanian dalam mengambil langkah penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Pemimpin yang Hadir di Tengah Masyarakat
Menutup arahannya, Alexander menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang membutuhkan pemimpin yang mampu hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi warga, serta berani mengambil keputusan demi kepentingan daerah.

“Jangan hanya mencari zona nyaman dalam menjalankan amanah jabatan. Jabatan yang Saudara emban hari ini adalah amanah yang harus dijaga dengan integritas, profesionalisme, loyalitas, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menyatakan optimistis seluruh pejabat yang dilantik mampu menjalankan tugas dengan baik dan mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja bersama demi mewujudkan Kabupaten Ketapang yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

“Selamat bekerja, selamat mengemban amanah, dan berikanlah yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Ketapang,” pungkasnya.

Daftar Pejabat Eselon II yang Dilantik

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami penyegaran. Rio Marisa, S.STP., M.M. dipercaya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sementara David, S.Kom., M.A.P. dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Posisi kepala dinas lainnya diisi oleh Yudhi Agus Kurniawan, S.T. sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Eko Harfiyanto, S.T., M.T. sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Tarsius, S.ST., M.A.P. sebagai Kepala Dinas Perdagangan.

Pada sektor pangan, perikanan, dan transportasi, dilantik Pitriyadi, S.Hut., M.Si. sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Uti Royten, S.Pd., M.MPd. sebagai Kepala Dinas Perhubungan, serta Wahyudin, S.E., M.E. sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.

Sementara itu, Antonius Bobby, S.T., M.A.P. dipercaya memimpin Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sedangkan Remanus Romawi, S.E., M.A.P. menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Untuk jabatan Staf Ahli Bupati, Nikodimus Erpan, S.E., M.A.P. diangkat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, sedangkan Mintaria, S.H., M.H. menjabat Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Selain pejabat eselon II, pelantikan tersebut juga mengukuhkan struktur manajemen RSUD Pangeran Ratu Kusuma Anom Ketapang yang merupakan perangkat daerah baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Rumah sakit tersebut dipimpin oleh Ismail, S.KM., M.Kes. sebagai Direktur, didampingi Ryan Borneowanto, S.Kep., Ners., M.E. sebagai Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Asuhan Keperawatan, Hery Sutanto, S.K.M. sebagai Kepala Seksi Penunjang Medis dan Non-Medis, serta Alexander, S.Kep., Ners. sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha.

Editor: jok

Jumat, 19 Juni 2026

Jamhuri Amir Buka Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan Sekolah Tingkat Kabupaten Ketapang 2026

Wabup Ketapang Jamhuri Amir menyerahkan Sertifikat Pendaftaran Naskah Kuno dari Perpusnas RI sebagai bentuk dukungan pelestarian warisan budaya dan literasi daerah, Kamis (18/6/2026).

Anantapost.com - Ketapang. Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Akreditasi dan Advokasi Perpustakaan Sekolah Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang tersebut dihadiri oleh Bunda Literasi Ketapang, kepala sekolah, pengelola perpustakaan, narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai standar akreditasi perpustakaan sekolah sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Jamhuri Amir mengapresiasi langkah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang yang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah di daerah.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Ketapang Tahun 2025–2030, yaitu mewujudkan pembangunan yang berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri. Salah satu fokus utama kami adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan memperkuat pelayanan publik,” ujar Jamhuri.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan perpustakaan sekolah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, para kepala sekolah diminta memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan perpustakaan, baik melalui dukungan anggaran, penyediaan fasilitas, maupun peningkatan kapasitas tenaga pengelola.
Kepada pengelola perpustakaan, Wabup berpesan agar memanfaatkan kesempatan sosialisasi ini untuk memahami seluruh instrumen akreditasi, indikator penilaian, serta kelengkapan dokumen yang diperlukan.

“Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin agar proses akreditasi dapat dipersiapkan secara matang dan berjalan optimal,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi kepada sekolah-sekolah, khususnya yang masih memerlukan dukungan dalam memenuhi standar akreditasi.
Menurutnya, perpustakaan sekolah yang berkualitas akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kemampuan literasi peserta didik dan menjadi investasi penting bagi masa depan daerah.

“Pengembangan perpustakaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan sekolah. Dukungan komite sekolah, orang tua, dan masyarakat juga sangat diperlukan. Perpustakaan yang baik akan menjadi sarana penting dalam mencetak generasi penerus Kabupaten Ketapang yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang, Deki Triadi, S.Pd., M.AP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong terwujudnya perpustakaan sekolah yang memenuhi standar nasional dan memiliki kualitas layanan yang baik.
Menurut Deki, sosialisasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada kepala sekolah dan pengelola perpustakaan mengenai prosedur, instrumen, serta pentingnya akreditasi sebagai tolok ukur kualitas perpustakaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya literasi di sekolah sekaligus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sesuai standar nasional yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari narasumber Perpusnas RI, yakni Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpusnas RI, Dra. Made Ayu Wirayati, M.Ikom, serta Pustakawan Ahli Muda Perpusnas RI, Anggun Kusumah Tri Utami, S.IPI, yang memaparkan berbagai aspek terkait akreditasi perpustakaan sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Ketapang turut menyerahkan Sertifikat Pendaftaran Naskah Kuno dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada Migdad, S.Th., M.Pd. dan Mahmud Mursalin, S.Pd.I.
Penyerahan sertifikat tersebut bertujuan memberikan pengakuan resmi dan kepastian hukum terhadap kepemilikan naskah kuno, sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya bangsa. Program Registrasi Naskah Kuno yang dijalankan Perpusnas RI juga menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan berbagai informasi berharga yang terkandung dalam manuskrip agar tidak hilang atau rusak seiring berjalannya waktu.
Melalui sosialisasi dan advokasi ini, 

Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap semakin banyak perpustakaan sekolah yang memperoleh akreditasi nasional sehingga mampu menjadi pusat literasi yang berkualitas dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Ketapang.***(jok) 

Kamis, 18 Juni 2026

Terhimpit Kenaikan Harga, Pedagang Pentol Kuah Ketapang Pilih Bertahan daripada Kehilangan Pelanggan

Arifin Asal Semarang Pedagang Pentol Kuah di taman kota ketapang, omset bisa  3 juta perhari. 

Anantapost.com
- Ketapang. Di kawasan Taman Kota Ketapang, gerobak pentol kuah milik Arifin (55) masih menjadi salah satu tempat yang ramai disinggahi masyarakat. Pria asal Semarang, Jawa Tengah, itu telah menekuni usaha tersebut selama kurang lebih 15 tahun sebagai sumber utama penghidupan keluarganya.

Arifin mulai merantau ke Kabupaten Ketapang pada 2011. Sejak pertama kali datang, ia memilih berjualan pentol kuah di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, dan hingga kini tetap menjalani profesi yang sama.
"Dari Semarang, Jawa Tengah. Saya datang ke Ketapang tahun 2011 dan langsung mulai berjualan di sini," ujar Arifin kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Setiap hari, ia memulai aktivitas berdagang sekitar pukul 15.00 WIB. Gerobaknya melayani pelanggan hingga malam hari, bahkan tak jarang baru tutup sekitar pukul 23.00 WIB.

Dari usaha sederhana tersebut, Arifin berhasil membesarkan tiga anak. Kini, ia juga telah memiliki enam cucu yang menjadi bagian dari kebahagiaan keluarganya.
Namun, kondisi usaha yang dijalaninya saat ini tidak lagi semudah beberapa tahun silam. Menurutnya, meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok dan biaya operasional membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.

"Dulu lebih ramai, terutama saat akhir pekan. Sekarang harga kebutuhan banyak naik, termasuk BBM. Mungkin masyarakat lebih fokus memenuhi kebutuhan utama daripada membeli jajanan," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan dagangan, Arifin membawa sekitar 10 kilogram bakso berbahan dasar daging sapi setiap harinya. Jika seluruh stok habis terjual, omzet kotor yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp3 juta.
Meski demikian, pendapatan tersebut belum termasuk berbagai pengeluaran yang harus ditanggung untuk operasional usaha.

"Kalau habis semua, omzetnya sekitar Rp3 juta. Tapi itu masih pendapatan kotor," jelasnya.

Belakangan ini, Arifin mengaku semakin sulit menghabiskan seluruh dagangannya. Jika sebelumnya stok sering ludes terjual, kini masih ada sisa hingga waktu berjualan berakhir.

Menurutnya, hampir seluruh bahan dan perlengkapan usaha mengalami kenaikan harga. Mulai dari telur, tepung, hingga gelas plastik yang digunakan untuk menyajikan pentol kuah.

"Sekarang hampir semua bahan naik. Harga telur sekitar Rp2.400 sampai Rp2.500 per butir, tepung bisa Rp15 ribu per kilogram. Gelas plastik juga naik cukup tinggi, dari Rp9 ribu menjadi Rp15 ribu," ungkapnya.

Walaupun biaya produksi terus meningkat, Arifin tetap mempertahankan harga jual pentol kuahnya sebesar Rp10 ribu per porsi. Harga tersebut tidak pernah berubah sejak pertama kali ia berjualan di Ketapang.

Ia memilih langkah tersebut demi menjaga loyalitas pelanggan yang selama ini menjadi penopang usahanya.

"Sejak tahun 2011 sampai sekarang tetap Rp10 ribu per porsi. Kalau dinaikkan, saya khawatir pelanggan justru berkurang," tuturnya.

Arifin berharap harga bahan pokok dan kebutuhan usaha dapat kembali stabil agar pedagang kecil memiliki ruang usaha yang lebih baik dan tidak terbebani biaya yang terus meningkat.

Baginya, gerobak pentol kuah bukan sekadar sarana mencari nafkah. Dari usaha itulah ia mampu menghidupi keluarga selama bertahun-tahun dan mempertahankan kehidupan di tanah perantauan.

Setiap menjelang Lebaran, Arifin selalu menyempatkan diri pulang ke Semarang untuk berkumpul bersama anak, cucu, dan keluarga besarnya. Setelah itu, ia kembali ke Ketapang untuk melanjutkan rutinitas yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama lebih dari satu dekade.

Di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga yang terus terjadi, Arifin tetap memilih bertahan. Ia terus menjaga cita rasa dagangannya, mempertahankan pelanggan, serta memelihara harapan dari usaha pentol kuah yang harganya tak berubah selama 15 tahun.***(red) 

Rabu, 17 Juni 2026

Wabup Jamhuri Amir Resmi Tutup MTQ XXXIII Ketapang, Delta Pawan Raih Juara Umum

Wakil Bupati Ketapang Bersama Panitia menyerahkan simbol pelaksanaan MTQ kepada Kecamatan MHU yang akan menjadi MTQ XXXIV Tahun 2027.

Anantapost.com
- Ketapang. Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang resmi ditutup oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, dalam acara yang berlangsung di Kecamatan Muara Pawan pada Selasa malam (16/6/2026).

Kegiatan yang telah berlangsung sejak 13 Juni 2026 tersebut ditutup dalam suasana penuh kekhidmatan sekaligus kemeriahan sebagai puncak rangkaian syiar Islam tingkat kabupaten. Selama pelaksanaan, seluruh agenda MTQ berjalan aman, tertib, dan lancar.

Berdasarkan keputusan Dewan Hakim MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang Tahun 2026 mengenai penetapan peserta terbaik, Kecamatan Delta Pawan berhasil meraih predikat Juara Umum setelah memperoleh hasil terbaik pada berbagai cabang perlombaan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jamhuri Amir menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil menorehkan prestasi.

“Keberhasilan yang diraih hendaknya menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuan melalui belajar dan latihan yang berkesinambungan, sehingga dapat membawa nama baik Kabupaten Ketapang pada tingkat yang lebih tinggi,” ujar Jamhuri.

Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar juara agar tidak kehilangan semangat.

“Jangan berkecil hati. Semangat dan partisipasi yang telah ditunjukkan merupakan pencapaian yang sangat berharga. Teruslah berlatih karena kesempatan untuk meraih prestasi masih terbuka luas di masa mendatang,” katanya.

Selain itu, Wakil Bupati memberikan penghargaan kepada seluruh dewan hakim yang dinilai telah menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab selama proses penilaian berlangsung.

Menurutnya, semangat MTQ harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Semoga penyelenggaraan MTQ XXXIII ini semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperkuat penerapan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan, serta mempererat tali silaturahmi demi mewujudkan Ketapang yang maju, mandiri, religius, dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua I Panitia MTQ XXXIII, Sapwan Noor, S.Pd.I., M.E., mengungkapkan bahwa seluruh tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan hingga masyarakat setempat.

Ia menjelaskan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari penerimaan kafilah, pelaksanaan perlombaan, pelayanan konsumsi, kesehatan, keamanan, hingga acara penutupan berjalan sesuai rencana.
Pada kesempatan tersebut, Sapwan Noor juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan masyarakat apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan.

“Atas nama panitia, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan, pelaksanaan lomba maupun komunikasi selama kegiatan berlangsung. Segala kekhilafan berasal dari kami, sedangkan segala kebaikan dan kebenaran datang dari Allah SWT,” ucapnya.

Prosesi penutupan ditandai dengan penurunan bendera LPTQ oleh pasukan Paskibraka sebagai simbol berakhirnya MTQ XXXIII Kabupaten Ketapang Tahun 2026. Selanjutnya, bendera tersebut diserahkan kepada Kecamatan Matan Hilir Utara yang akan menjadi tuan rumah MTQ XXXIV pada tahun 2027.
Acara penutupan turut dimeriahkan oleh penampilan Juara I Tilawah Dewasa MTQ XXXIII serta penampilan penyanyi cilik Imam Robian dari SDN 2 Delta Pawan yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memenuhi arena utama kegiatan.

Sebagai rangkaian akhir, panitia menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang seluruh cabang perlombaan. Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya pesta syiar Islam Kabupaten Ketapang yang tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah serta kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Editor: jok

Selasa, 16 Juni 2026

Dinas Koperasi Ketapang Tanggapi Dugaan Hubungan Sedarah di Pengurus Koperasi MUTS

 

KETAPANG, Kalbar – Polemik internal Koperasi MUTS Tiga Desa, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya mencuat perselisihan antara kubu pengurus lama yang dipimpin AP dan kepengurusan baru hasil Rapat Anggota Luar Biasa atau RALB pada 16 April 2026 yang dipimpin JE, kini muncul persoalan baru terkait dugaan hubungan keluarga sedarah dalam struktur kepengurusan koperasi tersebut.

Perselisihan di tubuh Koperasi MUTS sendiri diketahui telah berlanjut ke jalur hukum, baik melalui laporan kepolisian maupun gugatan di pengadilan. Di tengah proses tersebut, publik mulai mempertanyakan posisi AP yang disebut menjabat sebagai Ketua I dan APS yang disebut menjabat sebagai Bendahara II, lantaran keduanya diduga memiliki hubungan saudara kandung.

Dugaan hubungan sedarah tersebut menjadi perhatian karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam pengelolaan koperasi, terutama apabila hal itu bertentangan dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART Koperasi MUTS.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Ketapang, Absalon, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa secara umum hubungan keluarga sedarah dalam satu kepengurusan koperasi dapat dilarang apabila ketentuan tersebut diatur secara tegas dalam AD/ART koperasi yang bersangkutan.

Menurut Absalon, pengaturan semacam itu biasanya dimaksudkan untuk menjaga tata kelola koperasi agar berjalan secara sehat, transparan, dan terhindar dari potensi konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan maupun pengelolaan keuangan organisasi.

Untuk memastikan informasi terkait dugaan hubungan keluarga tersebut, tim melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Desa Sukakarya. Salah satu perwakilan Pemerintah Desa Sukakarya berinisial JA menyampaikan bahwa berdasarkan data administrasi kependudukan yang tersimpan di desa, AP dan APS tercatat sebagai warga Desa Sukakarya dan memiliki hubungan keluarga dari satu ayah dan satu ibu.

Keterangan serupa juga disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa atau BPD Sukakarya, Bustamin. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan alamat domisili dan data administrasi kependudukan yang tersedia di desa, AP dan APS diketahui merupakan saudara kandung.

“Berdasarkan alamat domisili dan data administrasi kependudukan yang tersedia di desa, keduanya diketahui merupakan saudara kandung,” ujar Bustamin.

Informasi tersebut juga diperkuat oleh keterangan sejumlah warga asli setempat yang membenarkan bahwa AP dan APS memiliki hubungan sedarah, yakni berasal dari satu ibu dan satu ayah.

Meski demikian, terkait apakah dugaan hubungan sedarah tersebut benar-benar melanggar AD/ART Koperasi MUTS maupun ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hal itu masih memerlukan penilaian lebih lanjut dari instansi berwenang serta pembuktian melalui mekanisme hukum yang sedang berjalan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari AP maupun APS terkait dugaan hubungan keluarga sedarah tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan yang berimbang.


Distribusi BBM di Ketapang Berjalan Lancar, Pengurangan Kuota Hanya Terjadi di Titik Tertentu

Tampak Pelayanan di salah satu SPBU Kabupaten Ketapang, meski ada penyesuaian Kuota dibeberapa titik lokasi, pasokan BBM secara umum masih terjaga. 

Anantapost.com-
Ketapang. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dipastikan masih dalam kondisi aman meskipun muncul informasi terkait berkurangnya pasokan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Berdasarkan keterangan pengelola SPBU di wilayah tersebut, distribusi BBM dari Pertamina hingga pertengahan Juni 2026 masih berlangsung normal. Namun, beberapa SPBU diketahui menerima penyesuaian alokasi untuk jenis BBM tertentu, sementara SPBU lainnya tetap memperoleh pasokan sesuai kuota yang telah ditetapkan.
Salah satu SPBU yang masih menerima pasokan secara normal adalah SPBU Ketapang Mandiri yang berada di Jalan Ahmad Yani Nomor 1, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan.

Bagian Penjualan SPBU Ketapang Mandiri, Wanda, menegaskan bahwa stok BBM di lokasi tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia menyebut hingga saat ini kuota Pertalite yang diterima SPBU tersebut belum mengalami pengurangan dari Pertamina.

“Untuk stok BBM masih aman dan tersedia. Khusus di SPBU Ketapang Mandiri belum ada pengurangan kuota dari Pertamina, meskipun kami mendapat informasi beberapa SPBU lain mengalami penyesuaian,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (16/6/2026).

Menurut Wanda, SPBU Ketapang Mandiri memperoleh alokasi Pertalite sebesar 312 kiloliter (KL) setiap bulan. Sementara untuk BBM nonsubsidi jenis Pertamax, pasokan tetap tersedia sesuai kebutuhan pasar.

Ia menjelaskan bahwa total pasokan Pertalite tersebut didistribusikan melalui 41 kali pengiriman setiap bulan. Pengiriman dilakukan hampir setiap hari, kecuali pada hari Minggu, untuk menjaga ketersediaan stok di SPBU.

“Dalam satu kali pengiriman biasanya masuk sekitar 8 hingga 16 kiloliter. Dengan pola distribusi yang rutin, stok tetap terjaga,” jelasnya.

Meski antrean kendaraan masih kerap terlihat di SPBU, terutama pada jam-jam tertentu, kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang lazim dan tidak mencerminkan adanya kelangkaan BBM.

“Kalau antrean memang sering terjadi, tetapi itu masih dalam batas normal dan bukan karena stok habis,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di salah satu SPBU yang berlokasi di Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong. Pengelola setempat mengungkapkan adanya pengurangan alokasi BBM subsidi jenis solar yang diterima dari Pertamina.

Menurut keterangan salah seorang pekerja SPBU, kuota solar yang diterima mengalami pemotongan sebanyak enam tangki dalam satu bulan. Dengan kapasitas setiap tangki mencapai 8 kiloliter, total pengurangan pasokan mencapai sekitar 48 kiloliter per bulan.

“Untuk solar subsidi memang ada pengurangan. Totalnya enam tangki dalam sebulan atau sekitar 48 kiloliter,” ungkapnya.

Meskipun terdapat penyesuaian kuota di beberapa titik distribusi, secara umum ketersediaan BBM di Kabupaten Ketapang masih dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat. Pengelola SPBU juga terus melakukan pengaturan distribusi dan pelayanan guna memastikan pasokan tetap tersedia serta aktivitas masyarakat tidak terganggu.**(red) 

Sabtu, 13 Juni 2026

Pelantikan Dewan Hakim MTQ Ketapang 2026, Sekda Ingatkan Pentingnya Profesionalisme

Sekda Ketapang, Repalianto, memberikan sambutan pada pelantikan Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026.

Anantapost.com - Ketapang. Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, melantik Pengawas, Koordinator Dewan Hakim, Dewan Hakim, dan Panitera MTQ ke-XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026 di Auditorium Soenardi Basnu STAI Al-Haudl, Kecamatan Muara Pawan, Sabtu (13/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap prosedur guna mendukung pelaksanaan MTQ yang berkualitas dan berintegritas.

Pelantikan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten yang akan digelar tahun ini. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Repalianto membacakan sambutan tertulis Bupati Ketapang yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda kedinasan. Selain itu, ia juga memimpin prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan bagi para pejabat yang dilantik untuk bertugas selama rangkaian MTQ berlangsung.
Menyampaikan pesan Bupati Ketapang, Sekda mengucapkan selamat kepada seluruh Pengawas, Koordinator Dewan Hakim, Dewan Hakim, dan Panitera yang telah menerima amanah untuk menyukseskan MTQ ke-XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga berperan sebagai sarana pembinaan umat dalam meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

"MTQ memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ujar Repalianto saat membacakan sambutan Bupati Ketapang.

Ia juga menegaskan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap prosedur dalam setiap tahapan pelaksanaan MTQ. Menurutnya, pengalaman dan kapasitas yang dimiliki para petugas harus dibarengi dengan pelaksanaan tugas yang sesuai aturan.

"Bapak-Ibu yang dilantik hari ini merupakan orang-orang yang sudah berpengalaman dan memiliki integritas yang baik. Namun, setiap tahapan dan prosedur tetap harus kita laksanakan dengan benar. Kadang-kadang persoalan bukan muncul karena substansi, tetapi karena ada prosedur yang tidak dijalankan sebagaimana mestinya," tegasnya.

Selain itu, Sekda mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk menjaga komunikasi, koordinasi, dan kerja sama selama pelaksanaan MTQ agar berbagai potensi kendala dapat diantisipasi dan diselesaikan secara efektif.

Ia optimistis pelaksanaan MTQ ke-XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026 dapat berlangsung lancar, tertib, dan berkualitas berkat pengalaman serta komitmen seluruh pihak yang terlibat.

"Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga pelaksanaan MTQ tahun ini berjalan lancar dan mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah serta peserta terbaik yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di tingkat yang lebih tinggi," tutupnya.

Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh agenda MTQ ke-XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang berjalan sukses dan memperoleh keberkahan.

Usai pelantikan, Sekda bersama panitia MTQ meresmikan pembukaan stan pameran serta meninjau sejumlah stan UMKM yang turut meramaikan pelaksanaan MTQ tahun 2026.***(jok) 

Rabu, 10 Juni 2026

Harga Oli dan Suku Cadang Kendaraan di Ketapang dan KKU Melonjak, Pemilik Bengkel Khawatir Biaya Perawatan Makin Membebani Warga

Kenaikan harga pelumas, bandan gir kendaraan mulai dirasakan pelaku usaha bengkel diketapang, beberapa jenis oli diperkirakan bakal naik Juni 2026.

Anantapost.com
– Ketapang. Kenaikan harga pelumas dan sejumlah komponen kendaraan bermotor dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan para pelaku usaha bengkel di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Lonjakan harga tersebut dinilai berdampak langsung terhadap biaya operasional bengkel sekaligus meningkatkan pengeluaran konsumen untuk perawatan kendaraan.

Sejumlah pemilik bengkel mengungkapkan bahwa kenaikan paling mencolok terjadi pada produk pelumas, ban kendaraan, hingga gir motor. Bahkan, beberapa distributor disebut telah memberikan informasi terkait potensi penyesuaian harga kembali pada pertengahan Juni 2026.

Apin, pemilik bengkel yang beroperasi di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, mengatakan harga beberapa merek oli mengalami peningkatan cukup tajam dibandingkan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, oli MPX yang sebelumnya dijual sekitar Rp55 ribu per set kini telah mencapai Rp75 ribu. Sementara itu, oli Deltalube yang sebelumnya berada di kisaran Rp85 ribu per set kini naik menjadi sekitar Rp125 ribu.

"MPX dulu sekitar Rp55 ribu per set, sekarang sudah Rp75 ribu. Deltalube yang sebelumnya Rp85 ribu kini mencapai Rp125 ribu per set, Kita sekarang tidak berani pesan banyak oli, takut juga" ujar Apin saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari jaringan pemasok, harga kedua produk tersebut masih berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Apin menilai tren kenaikan harga mulai terlihat sejak meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak terhadap pasar energi global.
"Kenaikan ini sudah terasa sejak konflik di Timur Tengah memengaruhi harga minyak dunia," katanya.

Meski demikian, ia menyebut sebagian besar suku cadang kendaraan roda dua sejauh ini belum mengalami lonjakan harga sebesar produk pelumas.
Hampir Seluruh Komponen Mengalami Kenaikan
Keluhan serupa juga disampaikan Dadan, pemilik bengkel di Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Ia mengaku hampir seluruh kebutuhan perawatan kendaraan mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Dadan, belum dapat dipastikan faktor utama yang menyebabkan lonjakan harga tersebut. Namun, ia menduga kondisi nilai tukar mata uang maupun biaya distribusi dapat menjadi salah satu pemicunya.

"Saya belum tahu pasti apakah karena pengaruh dolar atau biaya distribusi. Yang jelas di lapangan hampir semua barang naik, termasuk ban dalam dan ban luar," ujarnya.

Ia merinci, harga oli MPX yang sebelumnya berada di kisaran Rp43 ribu kini naik menjadi Rp47 ribu. Oli Deltalube ukuran 800 cc meningkat dari sekitar Rp75 ribu menjadi Rp90 ribu, sedangkan oli Mesran naik dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu.
Tidak hanya pelumas, kenaikan harga juga terjadi pada komponen lain. Ban dalam ukuran 2.75-17 yang sebelumnya dijual sekitar Rp19 ribu kini mencapai Rp35 ribu. Sementara harga gir motor sepuhan naik dari Rp145 ribu menjadi sekitar Rp185 ribu.

"Rata-rata kenaikannya berkisar belasan hingga puluhan ribu rupiah per item," ungkap Dadan.

Untuk ban luar sepeda motor, harga ban tipe semi cangkul saat ini berada di kisaran Rp275 ribu per unit, sedangkan tipe cross mencapai sekitar Rp350 ribu. Adapun ban luar untuk motor matik dipasarkan mulai dari Rp40 ribu, tergantung merek dan spesifikasinya.
Berpotensi Menambah Beban Konsumen

Kenaikan harga pelumas dan berbagai komponen kendaraan tersebut berpotensi meningkatkan biaya perawatan yang harus dikeluarkan masyarakat. Jika tren kenaikan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, pengguna kendaraan roda dua diperkirakan akan menghadapi biaya servis dan penggantian suku cadang yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Pelaku usaha bengkel berharap kondisi harga dapat kembali stabil agar tidak semakin menekan daya beli masyarakat maupun aktivitas usaha jasa perawatan kendaraan di daerah.***(red) 
Banner Promosi
Banner Promosi