Ikuti kami:
Aksi sosial itu dipusatkan di perempatan Bundaran Kauman, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Benua Kayong. Pembagian masker dilakukan untuk membantu masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan meski kualitas udara terganggu akibat kabut asap.
Koordinator aksi, Pendi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan yang berangkat dari kebersamaan para jemaah masjid di Ketapang.
Menurutnya, Jemaah Berkah Sudut bukan organisasi formal, melainkan komunitas yang terbentuk dari kebiasaan para jemaah berkumpul di warung kopi setelah menunaikan salat Subuh.
Dari pertemuan rutin tersebut, mereka kemudian menggagas berbagai kegiatan sosial yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini kegiatan kemanusiaan. Kami hanya komunitas di warung kopi yang anggotanya merupakan jemaah masjid. Setiap selesai salat Subuh, kami berkumpul dan menyusun program untuk berbuat kebaikan kepada masyarakat,” ujar Pendi seusai kegiatan pembagian masker.
Prihatin Kabut Asap Berkepanjangan
Pendi mengungkapkan, pembagian masker dilakukan karena kondisi kabut asap di Kabupaten Ketapang dinilai semakin memprihatinkan.
Ia menyebut asap telah menyelimuti wilayah tersebut dalam waktu cukup lama sehingga masyarakat membutuhkan perhatian, khususnya terkait perlindungan kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.
“Kita melihat Kabupaten Ketapang ini semakin hari semakin gelap. Sudah berjalan kurang lebih empat bulan kalau tidak salah. Di mana-mana kita dikelilingi asap kabut,” ungkapnya.
Menurut Pendi, pembagian masker merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi situasi tersebut.
Meski demikian, ia berharap upaya menjaga kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada aksi komunitas, tetapi juga mendapat dukungan lebih luas dari berbagai pihak.
Total 4.000 Masker Telah Dibagikan
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Jemaah Berkah Sudut mendapat dukungan dari Wana Aksara, lembaga yang bergerak di bidang lingkungan.
Dukungan itu membantu komunitas menjangkau masyarakat yang melintas di sejumlah titik jalan di Kabupaten Ketapang.
Sebelum menggelar aksi di Bundaran Kauman, Jemaah Berkah Sudut telah membagikan sekitar 2.000 masker di kawasan Bundaran Tugu Ale-Ale.
Dengan tambahan 2.000 masker yang dibagikan pada Kamis, total masker yang telah disalurkan komunitas tersebut mencapai sekitar 4.000 lembar.
Pendi menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan sosial tersebut. Ia berharap semakin banyak elemen masyarakat yang tergerak untuk membantu warga terdampak kabut asap.
“Kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak yang bisa berkontribusi dan membantu dalam upaya mengatasi persoalan kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang sangat luar biasa ini,” tuturnya.
Libatkan Sekitar 50 Anggota Aktif
Saat ini, Jemaah Berkah Sudut memiliki sekitar 50 anggota aktif yang berasal dari lingkungan jemaah sejumlah masjid di Kabupaten Ketapang.
Melalui komunitas tersebut, mereka berupaya membangun kebiasaan berbagi dan menghadirkan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Pendi berharap aksi pembagian masker tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan agar kegiatan kemanusiaan serupa dapat menjangkau lebih banyak warga.
Di tengah kabut asap yang masih menjadi persoalan di Ketapang, gerakan Jemaah Berkah Sudut menjadi salah satu contoh keterlibatan masyarakat dalam membantu sesama.
Berangkat dari kebersamaan sederhana setelah salat Subuh, komunitas ini berupaya menghadirkan aksi nyata untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap.***(jok
REKOMENDASI
- Memuat artikel...