Kenaikan harga pelumas, bandan gir kendaraan mulai dirasakan pelaku usaha bengkel diketapang, beberapa jenis oli diperkirakan bakal naik Juni 2026.
Sejumlah pemilik bengkel mengungkapkan bahwa kenaikan paling mencolok terjadi pada produk pelumas, ban kendaraan, hingga gir motor. Bahkan, beberapa distributor disebut telah memberikan informasi terkait potensi penyesuaian harga kembali pada pertengahan Juni 2026.
Apin, pemilik bengkel yang beroperasi di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, mengatakan harga beberapa merek oli mengalami peningkatan cukup tajam dibandingkan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, oli MPX yang sebelumnya dijual sekitar Rp55 ribu per set kini telah mencapai Rp75 ribu. Sementara itu, oli Deltalube yang sebelumnya berada di kisaran Rp85 ribu per set kini naik menjadi sekitar Rp125 ribu.
"MPX dulu sekitar Rp55 ribu per set, sekarang sudah Rp75 ribu. Deltalube yang sebelumnya Rp85 ribu kini mencapai Rp125 ribu per set, Kita sekarang tidak berani pesan banyak oli, takut juga" ujar Apin saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari jaringan pemasok, harga kedua produk tersebut masih berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
Apin menilai tren kenaikan harga mulai terlihat sejak meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak terhadap pasar energi global.
"Kenaikan ini sudah terasa sejak konflik di Timur Tengah memengaruhi harga minyak dunia," katanya.
Meski demikian, ia menyebut sebagian besar suku cadang kendaraan roda dua sejauh ini belum mengalami lonjakan harga sebesar produk pelumas.
Hampir Seluruh Komponen Mengalami Kenaikan
Keluhan serupa juga disampaikan Dadan, pemilik bengkel di Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Ia mengaku hampir seluruh kebutuhan perawatan kendaraan mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Dadan, belum dapat dipastikan faktor utama yang menyebabkan lonjakan harga tersebut. Namun, ia menduga kondisi nilai tukar mata uang maupun biaya distribusi dapat menjadi salah satu pemicunya.
"Saya belum tahu pasti apakah karena pengaruh dolar atau biaya distribusi. Yang jelas di lapangan hampir semua barang naik, termasuk ban dalam dan ban luar," ujarnya.
Ia merinci, harga oli MPX yang sebelumnya berada di kisaran Rp43 ribu kini naik menjadi Rp47 ribu. Oli Deltalube ukuran 800 cc meningkat dari sekitar Rp75 ribu menjadi Rp90 ribu, sedangkan oli Mesran naik dari Rp35 ribu menjadi Rp50 ribu.
Tidak hanya pelumas, kenaikan harga juga terjadi pada komponen lain. Ban dalam ukuran 2.75-17 yang sebelumnya dijual sekitar Rp19 ribu kini mencapai Rp35 ribu. Sementara harga gir motor sepuhan naik dari Rp145 ribu menjadi sekitar Rp185 ribu.
"Rata-rata kenaikannya berkisar belasan hingga puluhan ribu rupiah per item," ungkap Dadan.
Untuk ban luar sepeda motor, harga ban tipe semi cangkul saat ini berada di kisaran Rp275 ribu per unit, sedangkan tipe cross mencapai sekitar Rp350 ribu. Adapun ban luar untuk motor matik dipasarkan mulai dari Rp40 ribu, tergantung merek dan spesifikasinya.
Berpotensi Menambah Beban Konsumen
Kenaikan harga pelumas dan berbagai komponen kendaraan tersebut berpotensi meningkatkan biaya perawatan yang harus dikeluarkan masyarakat. Jika tren kenaikan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, pengguna kendaraan roda dua diperkirakan akan menghadapi biaya servis dan penggantian suku cadang yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Pelaku usaha bengkel berharap kondisi harga dapat kembali stabil agar tidak semakin menekan daya beli masyarakat maupun aktivitas usaha jasa perawatan kendaraan di daerah.***(red)
Komentar0