Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement

ARTIKEL 9-14 (6 artikel)

@anantapost2025

ARTIKEL

ARTIKEL SLIDE

Senin, 02 November 2026

Pemirama Universitas OSO 2026 Rampung, Ferdi Almaizi dan Sulis Tiyawati Terpilih

Ferdi Almaizi bersama Sulis Tiyawati resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas OSO dalam Pemirama 2026. Siap membawa semangat baru, memperjuangkan aspirasi mahasiswa, dan mengawal perubahan.

Anantapost.com – Ketapang. Ferdi Almaizi resmi terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Universitas OSO periode kepengurusan mendatang. Dalam Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama) yang digelar pada 2 November 2026, Ferdi berpasangan dengan Sulis Tiyawati yang dipercaya menduduki posisi Wakil Presiden Mahasiswa.

Kemenangan pasangan tersebut menjadi momentum baru bagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas OSO untuk memperkuat demokrasi di lingkungan kampus sekaligus meningkatkan peran mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi dan mengawal berbagai persoalan publik.

Usai terpilih, Ferdi Almaizi menegaskan bahwa kemenangan dalam Pemirama bukan sekadar keberhasilan memenangkan kontestasi politik kampus. Lebih dari itu, jabatan tersebut merupakan amanah besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan keberpihakan terhadap kepentingan mahasiswa serta masyarakat.

“Bagi kami, Pemirama bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya. BEM Universitas OSO harus mampu menjadi ruang perjuangan mahasiswa, sekaligus garda depan dalam mengawal aspirasi masyarakat,” tegas Ferdi.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang harus mampu membaca berbagai persoalan sosial dan tidak kehilangan sikap kritis terhadap kebijakan yang berpotensi bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, keberanian menyampaikan kritik merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa. Namun, kritik tersebut harus disertai pemikiran yang konstruktif, argumentasi kuat, serta sikap bertanggung jawab.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk membaca realitas, menyuarakan kebenaran, serta mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat. Kritik harus dibangun dengan gagasan, keberanian, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Selain memperkuat gerakan mahasiswa, Ferdi juga berkomitmen membangun pola kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan kolaboratif dengan seluruh elemen internal Universitas OSO.

Ia memandang hubungan yang harmonis antara organisasi mahasiswa dan pihak universitas menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim akademik yang demokratis, progresif, serta mendukung pengembangan intelektualitas mahasiswa.

Dengan terpilihnya Ferdi Almaizi dan Sulis Tiyawati, BEM Universitas OSO diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi organisasi mahasiswa sebagai agen perubahan, pengawal demokrasi, sekaligus mitra kritis dalam pembangunan bangsa.

Keduanya diharapkan dapat membawa semangat baru dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa, menjaga persatuan, serta memastikan suara mahasiswa tetap hadir dalam berbagai dinamika sosial dan kebangsaan.***(red) 


Kamis, 29 Oktober 2026

Wabup Ketapang Tekankan Tiga Karakter Penting Pemuda: Patriotik, Gigih, dan Berempati

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyampaikan sambutan saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang, Rabu (28/10/2026).

Anantapost.com – Ketapang, Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengajak generasi muda untuk memperkuat semangat nasionalisme, pantang menyerah dalam menghadapi tantangan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut disampaikan saat Jamhuri memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang, Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia", peringatan tahun ini menjadi pengingat pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Dalam upacara tersebut, Jamhuri membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sambutan itu menyoroti pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kuat serta jiwa kemanusiaan.
Ia mengingatkan bahwa ikrar Sumpah Pemuda yang dicetuskan 98 tahun silam merupakan tonggak bersejarah dalam menyatukan keberagaman menjadi kekuatan bangsa.

"Janji yang menyatukan perbedaan, janji yang menguatkan perjuangan, dan janji yang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa: Indonesia," demikian pesan yang disampaikan Jamhuri.

Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan maupun sekadar dikenang dalam buku sejarah. Nilai persatuan, perjuangan, dan pengabdian harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kemajuan bangsa, lanjutnya, tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, perkembangan teknologi, maupun kekuatan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia, karakter kebangsaan, dan kepedulian sosial juga menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan Indonesia.

Ada tiga karakter utama yang menjadi penekanan dalam tema peringatan tahun ini.
Pertama, patriotisme yang diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air dan kesediaan mengabdi untuk kepentingan bangsa.

Kedua, kegigihan, yakni kemampuan untuk terus berjuang menghadapi berbagai tantangan, tidak mudah menyerah, serta menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses menuju keberhasilan.
Ketiga, empati atau kepedulian terhadap kondisi orang lain. Pemuda diharapkan tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," tegas Jamhuri saat membacakan sambutan tersebut.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa harus diimbangi dengan penguatan nilai moral dan kemanusiaan.
Generasi muda diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang berintegritas, memiliki kompetensi, serta peka terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.

Jamhuri juga menyampaikan ajakan agar pemuda Indonesia tidak takut memiliki cita-cita besar, terus meningkatkan kemampuan, dan berani mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan.
Pemuda masa kini dituntut menjadi pribadi yang tangguh tanpa kehilangan kepedulian, berani tampil sebagai pemimpin sekaligus memiliki semangat melayani, serta mampu memperjuangkan kepentingan bangsa dengan tetap menghargai sesama.
Setiap gagasan, karya, ilmu pengetahuan, hingga pengorbanan yang diberikan hendaknya menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Menutup sambutan, Jamhuri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan generasi penerus yang memiliki semangat patriotisme, kegigihan dalam perjuangan, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat.

"Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama," tutupnya.

Upacara peringatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, Sekretaris Daerah Ketapang, para asisten Sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), Ketua KNPI, serta sejumlah undangan lainnya.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Ketapang diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah maupun nasional.***(red) 


Rabu, 28 Oktober 2026

Sekda Ketapang Tekankan Sekolah Aman dan Nyaman, Perlindungan Anak Jadi Prioritas

Sekda Ketapang, Repalianto (tengah), saat mengikuti kegiatan Supervisi dan Konferensi Kasus Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Kabupaten Ketapang, Rabu (28/10/2026).

Anantapost.com - Ketapang, Pemerintah Kabupaten Ketapang terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Upaya tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Komitmen itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, saat membuka kegiatan Supervisi dan Konferensi Kasus bersama Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Kabupaten Ketapang Batch 1, Rabu (28/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Repalianto mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang telah berkolaborasi memperkuat perlindungan anak melalui lingkungan pendidikan.

Menurutnya, kegiatan supervisi dan konferensi kasus memiliki peran strategis untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di sekolah sekaligus merumuskan langkah penanganan yang tepat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan pendampingan yang telah dilakukan. Ini merupakan bagian penting dari upaya memperkuat perlindungan anak melalui sektor pendidikan," ujar Repalianto.

Ia menegaskan, keberhasilan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Diperlukan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan.

Repalianto juga menilai forum tersebut menjadi ruang penting untuk meningkatkan pemahaman, berbagi pengalaman, dan membahas solusi terhadap berbagai tantangan yang muncul di lingkungan pendidikan.

Ia berharap hasil supervisi dan pembahasan kasus tidak berhenti sebatas kegiatan, tetapi dapat ditindaklanjuti dan menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Ketapang.

"Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, menjaga kekompakan, serta mengedepankan semangat gotong royong. Kita harus memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak," tegasnya.

Lebih lanjut, Repalianto mengingatkan pentingnya membangun kerja sama tanpa mengesampingkan satu pihak pun dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

"Prinsipnya, kita tidak boleh meninggalkan siapa pun. Kita harus bergerak bersama agar peningkatan kualitas pendidikan serta terwujudnya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak dapat tercapai," pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Ketapang berharap koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Dengan demikian, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang mendukung perlindungan, pembentukan karakter, serta tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Ketapang.***(red) 


Selasa, 27 Oktober 2026

Wabup Ketapang Soroti Kinerja OPD, Minta Program Pembangunan Dipercepat

Wabup Jamhuri Amir. SH( tengah ketika memimpin rapat evaluasi pembangunan dan kinerja perangkat daerah (27/10/2026) 

Anantapost.com - Ketapang, Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyoroti kinerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan program pembangunan. Ia meminta setiap perangkat daerah meningkatkan efektivitas kerja agar pelaksanaan kegiatan tidak mengalami keterlambatan dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Jamhuri saat memimpin Evaluasi Pembangunan dan Kinerja Perangkat Daerah Triwulan III di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Selasa (27/10/2026).

Evaluasi ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk mengukur perkembangan pelaksanaan program, mengevaluasi capaian kerja, sekaligus mengurai berbagai persoalan yang berpotensi menghambat penyelesaian pembangunan.
Dalam arahannya, Jamhuri mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya dilihat berdasarkan angka realisasi anggaran atau banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan.

Menurutnya, aspek kualitas hasil pekerjaan, kedisiplinan terhadap jadwal pelaksanaan, serta dampak langsung bagi masyarakat harus menjadi perhatian utama seluruh perangkat daerah.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari seberapa besar anggaran yang terserap, tetapi juga dari kualitas pekerjaan dan manfaatnya yang dirasakan masyarakat," ujar Jamhuri.

Ia secara khusus meminta OPD yang menangani program dengan pagu anggaran besar agar lebih cermat dalam menyusun perencanaan sejak awal tahun anggaran.

Selain perencanaan, persoalan administrasi dan koordinasi antarlembaga juga harus segera diselesaikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari penumpukan pekerjaan menjelang berakhirnya tahun anggaran.

Jamhuri juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama ant arperangkat daerah dalam menghadapi berbagai hambatan pelaksanaan program.
Ia meminta setiap OPD tidak mengedepankan kepentingan sektoral, melainkan bersama-sama mencari solusi agar target pembangunan dapat tercapai.

Menurutnya, evaluasi kinerja tidak boleh berhenti pada penyampaian laporan maupun pembahasan kendala. Setiap persoalan yang ditemukan harus ditindaklanjuti melalui langkah konkret.

"Evaluasi harus menghasilkan solusi dan perbaikan nyata, sehingga setiap program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran," tegasnya.

Melalui evaluasi Triwulan III tersebut, Pemkab Ketapang berharap seluruh perangkat daerah semakin optimal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Percepatan pelaksanaan program, peningkatan kualitas pekerjaan, serta penguatan koordinasi diharapkan mampu mendorong pembangunan Kabupaten Ketapang yang lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.***(red) 

Minggu, 25 Oktober 2026

Titik Api Masih Mengancam, Polda Kalbar Kirim 300 Personel Ke Ketapang

Kapolres Ketapang memimpin apel kesiapsiagaan personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Anantapost.com – Ketapang.com, Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, diperkuat dengan kedatangan 300 personel Polda Kalbar. Kecamatan Kendawangan menjadi salah satu fokus utama pengerahan pasukan menyusul masih ditemukannya titik api di wilayah tersebut.

Ratusan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) itu tiba untuk memperkuat penanganan karhutla dan ditandai dengan apel di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (25/10/2026) siang.

Apel dipimpin Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, didampingi Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Dari total kekuatan yang dikerahkan, sebanyak 200 personel berasal dari Satuan Brimob Polda Kalbar, 

sedangkan 100 lainnya merupakan anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar. Mereka berangkat dari Pontianak melalui jalur darat dengan menggunakan truk milik Brimob.
Setelah mengikuti apel dan makan siang bersama, seluruh personel langsung menuju lokasi penugasan berdasarkan pembagian wilayah yang telah ditentukan.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, penambahan kekuatan tersebut diharapkan mampu mempercepat upaya pemadaman karhutla. Personel BKO dijadwalkan bertugas maksimal selama 20 hari.

“Bantuan 300 personel Polda Kalbar ini merupakan gelombang ketiga pengerahan personel Polri dari luar Kabupaten Ketapang,” ungkap Putra seusai apel.

Ia menjelaskan, dukungan personel dari luar daerah sebelumnya telah dilakukan dalam dua tahap. Gelombang pertama melibatkan 60 personel Brimob Polda Bali, kemudian disusul 30 personel Brimob Polda Kalimantan Timur pada gelombang kedua.

Sementara itu, kekuatan personel dari Polres Ketapang dan jajaran polsek tercatat sebanyak 252 orang.
Selain itu, terdapat delapan personel Brimobda Kalbar yang bertugas mengoperasikan mobil water treatment. Penanganan di lapangan juga melibatkan unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta masyarakat.

Kendala Air Jadi Tantangan Pemadaman

Meski kekuatan personel terus ditambah, pemadaman karhutla masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan adalah terbatasnya sumber air untuk mendukung operasi pemadaman melalui jalur darat.

Putra menegaskan, upaya penanganan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api baru.

Ia pun mengingatkan warga agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kebakaran masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Ketapang.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran,” tegasnya.
Kendawangan Jadi Fokus Penempatan Personel

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi dukungan Polda Kalbar yang kembali mengirimkan personel untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayahnya.
Menurut Alexander, tambahan kekuatan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu petugas mengendalikan kebakaran yang masih terjadi di sejumlah lokasi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Kapolres yang sudah membantu dan menambah kekuatan dalam percepatan penanganan karhutla di Ketapang,” kata Alexander.

Ia mengungkapkan, jumlah titik api memang telah berkurang dibandingkan sebelumnya. Namun, kebakaran masih ditemukan di Kecamatan Kendawangan, Matan Hilir Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya.

Kondisi tersebut turut menyebabkan asap masih menyelimuti Kabupaten Ketapang.

Karena itu, sebagian besar personel bantuan akan difokuskan ke Kecamatan Kendawangan, yang saat ini menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik api terbanyak.

“Sekarang ini kenapa ada asap, karena ada api. Kenapa ada api, pasti ada yang membakar. Untuk di Ketapang, titik terbanyak ada di Kecamatan Kendawangan,” ujar Alexander.

Bupati kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan alasan apa pun. Ia juga berharap hujan segera turun agar dapat membantu petugas memadamkan titik api yang masih tersisa.

Pemerintah daerah bersama aparat dan unsur terkait terus memperkuat upaya penanganan karhutla, baik melalui pemadaman langsung di lapangan maupun pencegahan agar kebakaran tidak meluas.***(red) 


Kamis, 22 Oktober 2026

Jalan Pelang-Kepuluk Capai 85 Persen, Bupati Ketapang Targetkan Rampung November 2026

Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama rombongan tinjau pembangunan jalan Pelang - Kepuluk

Anantapost.com – Ketapang, Pembangunan ruas Jalan Pelang-Kepuluk di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terus dikebut. Hingga Kamis (22/10/2026), progres pengerjaan jalan dengan konstruksi tiang pancang tersebut dilaporkan telah mencapai 85 persen dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung meninjau perkembangan pembangunan di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Peninjauan dilakukan saat dirinya dalam perjalanan menuju Kecamatan Tumbang Titi.

Dalam kunjungan tersebut, Alexander memastikan perkembangan pekerjaan di lapangan sekaligus melihat kondisi salah satu ruas jalan yang memiliki peran penting bagi konektivitas wilayah di Kabupaten Ketapang.
Menurut Alexander, Jalan Pelang-Kepuluk bukan sekadar akses penghubung antardaerah, melainkan jalur strategis yang mendukung mobilitas masyarakat dari berbagai kecamatan menuju pusat pemerintahan dan perekonomian di Kota Ketapang.
“Ruas jalan ini sangat strategis karena menjadi jalur penghubung bagi hampir 70 persen wilayah kecamatan di Kabupaten Ketapang sekaligus akses utama menuju Kota Ketapang,” ujar Alexander.
Ia menyebutkan, capaian 

pembangunan yang telah mencapai sekitar 85 persen menjadi perkembangan positif. Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap sisa pekerjaan dapat dituntaskan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen. Kita targetkan pekerjaan ini dapat rampung 100 persen pada November 2026,” katanya.

Pembangunan Dilanjutkan Secara Bertahap

Tak berhenti pada pekerjaan yang sedang berlangsung, pembangunan Jalan Pelang-Kepuluk juga direncanakan berlanjut melalui alokasi anggaran tahun 2026, dengan mempertimbangkan ketersediaan dana.

Alexander menjelaskan, rencana pekerjaan lanjutan tersebut mencakup pembangunan sekitar 417 meter jalan menggunakan konstruksi tiang pancang atau yang disebut sebagai jalan semi-tol.
Pembangunan itu dirancang tersambung dengan konstruksi jalan yang telah dikerjakan pada 2025, sehingga kesinambungan infrastruktur di ruas tersebut dapat terus ditingkatkan.

“Untuk tahun anggaran 2026, pembangunan akan dilanjutkan dengan sekitar 417 meter jalan berkonstruksi tiang pancang atau semi-tol. Nantinya, konstruksi tersebut tersambung langsung dengan bagian jalan yang sudah dibangun pada 2025,” tuturnya.

Pembangunan jalan secara bertahap ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarkecamatan, mempermudah perjalanan masyarakat, serta meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa.

Dengan akses jalan yang semakin baik, pemerintah daerah berharap aktivitas ekonomi masyarakat turut berkembang dan konektivitas menuju Kota Ketapang semakin lancar.***(red) 

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ketapang, Ini Pesan Kapolres Putra Pratama

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama menyampaikan amanat pada upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Hidayaturrahman, Ketapang.

Anaktapost.com - Ketapang, Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang digelar di halaman Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Jalan Gajah Mada, Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kamis (22/10/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti keluarga besar pondok pesantren dan sejumlah unsur pemerintah daerah serta TNI-Polri.

Dalam amanatnya, Kapolres Ketapang menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri dan keluarga besar pondok pesantren, khususnya di Kabupaten Ketapang. Ia mengajak para santri untuk bangga dengan identitasnya serta terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan. “Jadilah santri yang mandiri, terus belajar, serta mampu membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya menghormati guru dan orang tua, menjaga akhlak, serta memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, pendidikan di pondok pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara tersebut turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Hidayaturrahman KH Jema’ie Makmur, perwakilan Bupati Ketapang, unsur TNI, perwakilan Kejaksaan Negeri Ketapang, Camat Delta Pawan, Kepala KUA Delta Pawan, Kepala Desa Kalinilam, para guru, serta santriwan dan santriwati. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan pesantren dan peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Ketapang.

AKBP Putra Pratama berharap momentum Hari Santri Nasional dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus menuntut ilmu, memperkuat keimanan, dan menjaga persatuan. “Teruslah berprestasi, jaga nama baik pesantren, dan jadilah generasi yang berakhlak mulia serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan upacara berakhir dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, Polres Ketapang berharap sinergi antara kepolisian, pesantren, dan masyarakat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas.

#polisibersamamasyarakat
#polrihumanis
#salampolisi
#polresketapang
Banner Promosi
Banner Promosi