Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement

ARTIKEL 9-14 (6 artikel)

@anantapost2025

ARTIKEL

ARTIKEL SLIDE

Minggu, 13 September 2026

Bupati Alexander Wilyo Hadiri Acara Pisah Sambut Kapolres Ketapang

Poto bersama Bupati Ketapang dengan AKBP M. Harris dan AKBP Putra Pratama

Anantapost.com
— AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H. kembali menjejakkan kaki di Kabupaten Ketapang dengan tugas yang jauh berbeda.
Setelah pernah mengemban tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Ketapang pada 2016–2017, perwira lulusan Akpol 2008 itu kini dipercaya memimpin Polres Ketapang sebagai Kapolres.
Putra menggantikan AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR yang mendapat amanah baru sebagai Irbid Irwasda Polda Metro Jaya.

Pergantian kepemimpinan tersebut diperkenalkan dalam acara Malam Kenal Pamit Kapolres Ketapang yang digelar di salah satu hotel di Ketapang, Jumat (11/9/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Putra langsung menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai salah satu pekerjaan yang harus segera ditangani.
Ia menegaskan, langkah awal yang dilakukan bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan asal-usul dan kepemilikan lahan yang terbakar.

“Dalam jangka pendek, bagaimana memadamkan api dan menginventarisasi lahan, siapa pemiliknya, termasuk HGU siapa,” kata Putra.

Menurut Putra, jabatan sebagai Kapolres Ketapang merupakan pengalaman pertamanya sebagai pimpinan kewilayahan. Sebelumnya, ia pernah bertugas di Bareskrim Polri dan menjadi Kasat Reskrim Polres Ketapang.

Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Tambora.

Putra mengaku tidak pernah membayangkan akan kembali ke Ketapang, terlebih untuk memimpin institusi kepolisian di wilayah tersebut. Namun, setelah mendapat penugasan, ia menyatakan siap menjalankan amanah dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.

Ia bahkan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan masyarakat Ketapang.
Putra juga memastikan sejumlah program yang telah berjalan pada masa kepemimpinan Muhammad Harris akan tetap dilanjutkan.

“Saya akan melanjutkan program-program abang saya, Bang Muhammad Harris,” ujarnya.

Harris Tinggalkan Pesan Sinergi

Sementara itu, AKBP Muhammad Harris menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak selama 14 bulan dirinya memimpin Polres Ketapang.

Menurut Harris, berbagai persoalan yang muncul selama masa tugasnya dapat diselesaikan melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh adat hingga pemerintah desa.

“Bukan kompetisi, tetapi saling bersinergi,” kata Harris.

Ia berharap pola kerja sama tersebut tetap dipertahankan di bawah kepemimpinan Putra Pratama.
Terlebih, persoalan karhutla masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.
Harris juga berpesan kepada Putra agar tidak bekerja sendiri ketika menghadapi persoalan di lapangan. Dukungan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban.

Bupati Sambut Kembalinya Putra

Bupati Ketapang Alexander Wilyo turut menyampaikan terima kasih atas pengabdian Muhammad Harris selama memimpin Polres Ketapang.
Kepada Putra Pratama, Bupati menyambut baik kembalinya perwira tersebut ke Ketapang.
Menurut Alexander, pengalaman Putra saat pernah bertugas sebagai Kasat Reskrim menjadi modal penting karena sudah mengenal karakter wilayah dan masyarakat Ketapang.

“Kami senang. Bapak sudah tahu Ketapang karena pernah bertugas di sini,” ujar Alexander.

Bupati berharap pergantian pimpinan di tubuh Polres Ketapang semakin memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Ia mengajak seluruh pihak membangun komunikasi serta semangat kebersamaan dalam menjaga Ketapang.

“Kita bangun semangat kekeluargaan. Ketapang rumah besar kita semua,” tegasnya.***(red) 

Rabu, 09 September 2026

KADIN-HIPMI Ketapang Salurkan 8.000 Liter Air Bersih, Warga Pesaguan Kanan: Bantuan Pertama Sejak Kekeringan

KADIN dan HIPMI Ketapang sedang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Pesaguan Kanan di tengah kemarau panjang.


Anantapost.com — Ketapang. Krisis air bersih akibat kemarau panjang terus dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut mendorong Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Ketapang turun tangan membantu warga.

Kali ini, sebanyak 8.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat di RT 005/RW 003, Desa Pesaguan Kanan, Rabu sore (9/9/2026).

Puluhan warga sejak sore hari terlihat berdatangan ke titik pembagian air dengan membawa berbagai wadah, mulai dari drum hingga galon. Penyaluran berlangsung tertib dan bantuan dibagikan secara merata kepada warga yang membutuhkan.
Bagi masyarakat, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah kemarau yang telah berlangsung cukup lama.

Salah seorang warga, Atik (55), mengatakan persediaan air yang selama ini mereka kumpulkan dari hujan mulai habis. Kondisi itu semakin berat karena hujan disebut tidak turun selama lebih dari dua bulan.

"Alhamdulillah, sudah dua bulan tidak turun hujan dan stok air bersih kami sudah menipis. Berkat adanya bantuan air ini kami merasa sangat terbantu," ujar Atik.

Ia berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kemarau masih berlangsung, terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Bantuan Pertama untuk Warga RT 005

Apresiasi juga disampaikan Ketua RT 005 Desa Pesaguan Kanan, Jalaludin (56). Menurutnya, bantuan dari KADIN dan HIPMI Ketapang sangat berarti bagi masyarakat di tengah keterbatasan sumber air.
Jalaludin bahkan menyebut bantuan tersebut merupakan distribusi air bersih pertama yang diterima wilayahnya sejak kekeringan melanda.

"Saya sangat berterima kasih kepada KADIN dan HIPMI Ketapang atas bantuannya. Ini merupakan bantuan air bersih pertama yang datang ke RT kami semenjak kekeringan terjadi," kata Jalaludin.

Ia berharap kepedulian dari dunia usaha tersebut dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau bisa terbantu.

Sasar Wilayah Kekeringan Terparah

Aksi sosial KADIN dan HIPMI Ketapang ini menyasar sejumlah kawasan yang mengalami dampak kekeringan cukup parah, khususnya wilayah pesisir Kabupaten Ketapang.

Penyaluran air bersih sebelumnya juga telah dilakukan di sejumlah desa lainnya. Di antaranya Desa Sungai Putri, Tanjong Baik Budi, Desa Tolak, dan Negeri Baru.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian dunia usaha dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang, sekaligus meringankan beban warga yang mengalami keterbatasan air bersih.
Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, distribusi air bersih diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat hingga hujan kembali turun dan sumber air warga kembali terisi.***(jok) 


Bantuan Rp20 Miliar Mengalir ke Ketapang untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Pemkab Ketapang laksanakan rapat kerja dengan menhut Raja Juli

Anantapost.com — Ketapang. Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni menyebut jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang terus menurun. Hingga Senin malam, tercatat tersisa 13 hotspot.

Hal itu disampaikan Raja Juli usai memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan Forkopimda di Kantor Bupati Ketapang, Selasa (8/9/2026) malam.
Sebelum rapat, Menhut bersama Bupati dan jajaran terkait meninjau langsung sejumlah lokasi Karhutla.

“Dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang terus turun. Berkat kerja sama seluruh pihak, sekarang tinggal 13 hotspot,” kata Raja Juli.

Meski menurun, ia meminta seluruh pihak tidak lengah dan terus melakukan pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar terkendali.

Menhut juga mengungkapkan, Presiden RI telah memberikan bantuan sebesar Rp20 miliar kepada Pemkab Ketapang untuk mendukung mitigasi dan penanganan Karhutla.

“Bantuan Presiden sebesar Rp20 miliar sudah ditransfer ke Pemda,” ungkapnya.

Dana tersebut dapat digunakan untuk memperkuat kebutuhan penanganan, termasuk peralatan pemadaman, alat pelindung diri, pompa air, nozzle hingga mendukung operasional petugas dan relawan.

Raja Juli juga menegaskan penegakan hukum harus dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, termasuk korporasi.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah hanya kepada masyarakat, tetapi juga harus berani tajam ke atas kepada pihak korporasi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan penanganan Karhutla telah dilakukan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat, perusahaan dan berbagai pihak selama lebih dari dua bulan.
Menurut Alexander, tantangan terbesar berada di kawasan gambut yang sulit dipadamkan karena kedalaman gambut dan keterbatasan sumber air.

Sementara untuk kebakaran di wilayah tanah mineral yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Pemkab Ketapang mengusulkan dukungan water bombing.

“Tadi saya sampaikan kepada Menteri Kehutanan dan pihak BNPB bahwa water bombing akan lebih efektif untuk daerah mineral dibandingkan daerah gambut,” ujar Alexander.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat, termasuk kemungkinan pelaksanaan modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan.

“Mudah-mudahan situasi Karhutla semakin membaik di Ketapang dan kita bisa kembali normal,” pungkasnya.***(red) 

Menteri Kehutanan Turun ke Ketapang, Hotspot Karhutla Anjlok dari 85 Jadi 13 Titik

Menhut RI Raja Juli terlihat poto bersama Bupati Ketapang di lokasi Karhutla. 

Anantapost.com - Ketapang. Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Ph.D., turun langsung ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berjalan optimal sekaligus memberi dukungan kepada petugas yang masih berjibaku di lapangan.
Dalam kunjungannya, Menhut berdialog dengan tim pemadam, memantau kondisi Karhutla, serta mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi, khususnya kebakaran di kawasan lahan gambut.
Raja Juli mengapresiasi kerja keras Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan dan masyarakat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Ketapang, jajaran TNI-Polri, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api. Kita melihat teman-teman berjibaku di lapangan,” kata Raja Juli.

Ia menyebut penanganan Karhutla menunjukkan perkembangan positif. Jumlah hotspot di Ketapang yang sebelumnya mencapai 85 titik turun menjadi 13 titik.

“Ketapang masih yang paling tinggi, hari ini 13 titik api atau hotspot, tetapi luar biasa penurunannya dibandingkan kemarin yang mencapai 85 titik,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan Karhutla di lahan gambut bukan perkara mudah. Api dapat kembali muncul dari dalam tanah dan merembet ke lokasi lain meski permukaan terlihat telah padam.

Raja Juli juga menegaskan pentingnya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Menurutnya, operasi yang kembali diintensifkan pada 4-8 September turut membantu memunculkan hujan di sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah, meskipun belum hujan deras, kita melihat ada rintik-rintik hujan. Ini adalah hasil OMC yang kita intensifkan kembali,” katanya.

Menhut sekaligus mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, baik petani maupun korporasi, untuk tidak membakar lahan. Jangan cederai masyarakat dengan cara membakar lahan,” tegasnya.

Bupati: Dukungan Pusat Sangat Berarti

Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menyambut baik kehadiran Menteri Kehutanan. Ia menilai perhatian langsung Pemerintah Pusat menjadi tambahan kekuatan bagi tim di lapangan.

“Saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas kehadiran Bapak Menteri Kehutanan beserta jajaran. Selama lebih dari dua bulan, Pemkab Ketapang bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pelaku usaha dan masyarakat telah berjuang bahu-membahu menahan laju kebakaran,” ujar Alexander.

Menurutnya, kondisi geografis Ketapang menjadi salah satu tantangan utama. Kebakaran terjadi di kawasan gambut, sementara sejumlah titik berada jauh di pedalaman dengan akses dan sumber air yang terbatas.
Karena itu, Alexander berharap dukungan Pemerintah Pusat terus diperkuat, terutama melalui water bombing dan OMC.

“Kami memandang dukungan water bombing sangat penting, terutama di kawasan yang sulit dijangkau. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca juga sangat membantu mempercepat pemulihan situasi,” katanya.

Kunjungan Menteri Kehutanan menjadi suntikan semangat bagi petugas yang telah bekerja selama lebih dari dua bulan. Pemerintah daerah menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha hingga masyarakat.

Dengan dukungan Pemerintah Pusat dan kerja bersama seluruh elemen, pengendalian Karhutla di Ketapang diharapkan semakin optimal hingga seluruh titik api benar-benar dapat dipadamkan.***(red) 

Selasa, 08 September 2026

Kemarau Melanda, Laskar Jagadilaga Ketapang Turun Salurkan Air Bersih ke Warga Mulia Baru

Laskar Jagadilaga Ketapang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kelurahan Mulia Baru, Delta Pawan, di tengah dampak musim kemarau.

Anantapost.com - Ketapang. Musim kemarau mulai berdampak pada kebutuhan air bersih warga. Melihat kondisi tersebut, Laskar Jagadilaga Ketapang turun langsung membantu masyarakat dengan mendistribusikan air bersih ke warga Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Selasa (8/9/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Panglima Besar Laskar Jagadilaga Ketapang, Daniel. Bantuan air bersih disalurkan secara langsung ke kawasan permukiman warga yang terdampak kekeringan.
Daniel mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati Laskar Jagadilaga terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan di tengah musim kemarau.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Ketika warga membutuhkan bantuan, kami berupaya hadir dan mengambil bagian sesuai kemampuan yang kami miliki,” tegas Daniel, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, persoalan kebutuhan air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian berbagai elemen masyarakat.
Karena itu, Laskar Jagadilaga berkomitmen untuk mengambil bagian dalam membantu warga, terutama ketika kebutuhan dasar seperti air bersih mulai sulit diperoleh.

Gotong Royong Hadapi Kekeringan
Koordinator Aksi, Panglima Muda Hj. Salman alias Bacok, mengatakan penyaluran air bersih tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung permukiman warga.
Ia menyebut aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata semangat gotong royong untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.

“Melalui aksi sosial ini, Laskar Jagadilaga Ketapang berharap bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat langsung kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Salman.

Ia menambahkan, bantuan air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga, sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian bersama.

Laskar Jagadilaga Ketapang berharap aksi tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk ikut bergerak membantu warga yang terdampak musim kemarau.

Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.***(jok) 

Sabtu, 05 September 2026

Kemarau Panjang, Sekda Ketapang Hadiri Sholat Istisqa di Polres

Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si. ketika turut shilat istisqa. 

Anantapost.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang mendorong berbagai pihak memperkuat ikhtiar menghadapi krisis air. Salah satunya melalui pelaksanaan Sholat Istisqa yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Ketapang, Sabtu (5/9/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si., turut hadir dalam pelaksanaan sholat sunah meminta hujan tersebut. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres Ketapang dengan suasana khidmat.

Sholat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera diturunkan, mengingat musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan dzikir, tasbih dan tahmid yang dipimpin KH. Muhammad Dudung Basuni. Setelah itu, jamaah melaksanakan Sholat Istisqa dengan KH. Muhammad Dudung Basuni bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khutbahnya, KH. Muhammad Dudung Basuni mengingatkan jamaah bahwa Sholat Istisqa memiliki makna yang lebih luas dari sekadar memohon turunnya hujan.
Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar serta menyadari berbagai kekhilafan yang telah dilakukan.

“Sholat Istisqa bukan semata-mata sholat meminta hujan, namun merupakan media atau sarana bagi kita untuk mengakui dosa kepada Allah SWT,” pesan KH. Muhammad Dudung Basuni dalam khutbahnya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak permohonan ampun kepada Allah SWT sebagai bagian dari muhasabah di tengah kondisi kemarau.

Pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk hingga seluruh rangkaian selesai. Para jamaah mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi dampak kekeringan.

Di sisi lain, penanganan kekeringan juga terus dilakukan melalui langkah-langkah teknis oleh pemerintah bersama berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Ketapang sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Sholat Istisqa diharapkan menjadi penguat ikhtiar lahir dan batin agar hujan segera turun di Ketapang.
Dengan turunnya hujan, 

ketersediaan air diharapkan kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas sehari-hari tidak semakin terganggu akibat kemarau panjang.***(jk) 

Jumat, 04 September 2026

Sekda Ketapang Buka Penguatan Pokja BSAN, Dorong Sekolah Bebas Kekerasan dan Perundungan

Sekda Ketapang Repalianto membuka Penguatan Kapasitas Pokja BSAN di Grand Zuri Hotel Ketapang, Kamis (3/9/2026).


Anantapost.com — Pemerintah Kabupaten Ketapang mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si., saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Kabupaten Ketapang di Grand Zuri Hotel Ketapang, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang digelar Kreasi Ketapang tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun budaya sekolah yang mampu memberikan perlindungan sekaligus ruang tumbuh bagi peserta didik.
Dalam sambutannya, Repalianto mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan Pokja BSAN memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan karakter, potensi dan prestasi anak.
Menurutnya, fungsi sekolah tidak sebatas memberikan pendidikan akademik. Satuan pendidikan juga menjadi tempat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi penerus.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Karena itu, setiap anak harus merasa aman dari kekerasan, perundungan, intimidasi, dan diskriminasi,” ujar Repalianto.

Ia menegaskan, setiap peserta didik harus mendapatkan perlakuan yang adil dan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta mengembangkan kemampuannya.
Karena itu, upaya menciptakan sekolah aman dan nyaman tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak sekolah. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.

“Melalui program BSAN periode 2026–2030 ini, mari kita wujudkan sekolah yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara psikologis dan sosial,” katanya.

Repalianto juga mengingatkan kepala sekolah dan tenaga pendidik agar mampu menjadi contoh dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan pendidikan.
Komunikasi yang terbuka, penghargaan terhadap perbedaan serta penyelesaian persoalan secara edukatif dinilai penting untuk membangun budaya sekolah yang positif.

Ia berharap penguatan kapasitas Pokja BSAN tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta harus diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan terwujudnya generasi Ketapang yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi,” tutupnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan peserta didik di Kabupaten Ketapang. Melalui budaya sekolah yang aman, sehat dan inklusif, lingkungan pendidikan diharapkan semakin responsif terhadap berbagai persoalan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.***(jk) 


Banner Promosi
Banner Promosi