Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement

Minggu, 18 Oktober 2026

Gebrakan Bupati Alexander Wilyo, Wisudawan STAI Al-Haudl Dituntut Jadi Motor Penggerak Ketapang Maju

Ikuti kami:

Momen penyerahan apresiasi dalam Wisuda ke-XX STAI Al-Haudl Ketapang. Teruslah berkarya dan bawa perubahan positif untuk daerah tercinta. 

Anantapost.com — Suasana khidmat di Ballroom Hotel Borneo Emerald, Sabtu (17/10/2026), mendadak bergemuruh ketika Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melontarkan seruan tegas kepada ratusan wisudawan. Dalam Wisuda Sarjana ke-XX STAI Al-Haudl Ketapang Tahun Akademik 2026/2027 ini, Bupati yang akrab disapa Alex tersebut secara blak-blakan menantang para lulusan baru untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan garda terdepan pembangunan daerah.

​Di hadapan para civitas akademika dan tamu undangan, Alex menggarisbawahi bahwa lompatan besar Kabupaten Ketapang tidak akan pernah terwujud hanya lewat beton dan aspal. Fondasi utamanya, kata dia, ada di tangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bermoral dan berdaya saing tinggi.

​"Para sarjana yang diwisuda hari ini merupakan bagian dari potensi besar yang dimiliki Kabupaten Ketapang. Saya berharap ilmu yang telah diperoleh tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi benar-benar diamalkan dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta daerah," seru Alex penuh penekanan.

​Visi Keadilan Sosial: "Rumah Kita Bersama"

​Dalam laporan eksklusif yang dihimpun tim redaksi, fokus utama kepemimpinan Alexander Wilyo saat ini adalah pemerataan yang berkeadilan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi tidak ada artinya jika masih ada warga yang merasa terasing di tanah sendiri.
​"Apa artinya mempunyai rumah yang besar kalau masih ada penghuninya yang merasa tertinggal? Bagi saya, Ketapang bukan sekedar Kabupaten. Ini rumah kita bersama, tempat setiap orang seharusnya merasa aman, diterima, dan punya kesempatan untuk hidup lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat," tegas Alex di tengah riuh tepuk tangan peserta wisuda.

​Tantangan Zaman dan Merajut Keberagaman

​Menghadapi dinamika global yang kian kompetitif, Bupati mengingatkan bahwa ijazah sarjana bukanlah garis finis, melainkan garis start. Generasi muda Ketapang dituntut memiliki kelenturan adaptasi, pikiran yang terbuka, etos kerja tinggi, serta komitmen moral yang tak tergoyahkan.

​Tidak hanya itu, di tengah masyarakat Ketapang yang plural, modal sosial berupa persaudaraan dan toleransi menjadi harga mati. Alex berpesan agar pembangunan daerah dirajut secara kolektif tanpa sekat suku, agama, maupun latar belakang sosial.

​Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen untuk terus membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi seperti STAI Al-Haudl agar terus melahirkan lulusan mandiri, adaptif, dan siap menjawab tantangan zaman demi mewujudkan Ketapang yang maju, mandiri, dan berkeadilan.***(red) 
Diterbitkan: anantapost
Google Logo Add on Google
  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar
Banner Promosi
Banner Promosi