Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label sandai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sandai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

Polsek Sandai Dan Perangkat Desa Tertibkan PETI di Sungai Pawan, Dua Ponton Tambang Emas Ilegal Ditenggelamkan

Dua kapal ponton yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI ditenggelamkan oleh Polsek Sandai guna mencegah kembali beroperasinya tambang ilegal di Sungai Pawan.

Anantapost.com
- Ketapang. Kepolisian Sektor (Polsek) Sandai menertibkan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Pawan, Desa Sandai Kiri, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kegiatan penertiban dipimpin langsung Kapolsek Sandai, IPTU Rio Fachrihadi, bersama enam personel Polsek Sandai. Dalam operasi tersebut, polisi juga melibatkan perangkat desa, yakni Kepala Dusun Kekirik, Sutrisno, dan Kepala Dusun Tangga Tanah, Jumran.

Saat melakukan pemeriksaan di lokasi, tim gabungan menemukan dua kapal ponton yang dilengkapi mesin penyedot material dari dasar sungai. Namun, tidak ditemukan aktivitas penambangan maupun pekerja di lokasi. Polisi menduga para pelaku telah meninggalkan area sebelum petugas tiba.

Kapolsek Sandai IPTU Rio Fachrihadi menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah hukumnya.
“Sesuai arahan Kapolres Ketapang, tidak ada ruang bagi pelaku penambangan ilegal di wilayah hukum Polsek Sandai. Jika masih ditemukan aktivitas tambang liar, kami akan melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi terkait aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Sandai dan sekitarnya.

“Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal. Polsek Sandai siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan TNI dalam upaya pemberantasan tambang ilegal,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, aparat kepolisian bersama pemerintah desa sepakat menenggelamkan dua ponton yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI. Langkah itu dilakukan agar sarana tersebut tidak dapat digunakan kembali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut IPTU Rio Fachrihadi, aktivitas pertambangan ilegal tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat memicu konflik sosial, kecelakaan kerja, serta menimbulkan konsekuensi hukum bagi para pelakunya.

Polsek Sandai memastikan akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal guna menjaga kelestarian lingkungan serta keamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Ketapang.

Editor: jok

Senin, 01 Juni 2026

Polsek Sandai dan Pemdes Penjawaan Pasang Imbauan Larangan PETI di Sungai Pawan, Kapolres Tegaskan Tidak Ada Toleransi

🚫 Stop PETI! Polsek Sandai bersama Pemerintah Desa Penjawaan mengajak masyarakat menjaga kelestarian Sungai Pawan dengan tidak melakukan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin. Mari bersama menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik. #PolriPresisi #PolsekSandai #StopPETI #Ketapang #JagaLingkungan

Anantapost.com
- Ketapang. Upaya pencegahan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus dilakukan jajaran Polres Ketapang. Melalui Polsek Sandai, kepolisian bersama Pemerintah Desa Penjawaan menggelar sosialisasi sekaligus memasang papan imbauan larangan PETI di sepanjang aliran Sungai Pawan, Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan respons cepat atas informasi dan keluhan masyarakat terkait dugaan masih adanya aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Sungai Pawan. Selain memasang papan imbauan, personel Polsek Sandai juga memberikan edukasi kepada warga mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh PETI serta konsekuensi hukum bagi para pelakunya.

Kapolres Ketapang, Muhammad Harris, menegaskan bahwa langkah sosialisasi dan pemasangan imbauan merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah berkembangnya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kecamatan Sandai.

“Polres Ketapang berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang melanggar hukum dan berpotensi merusak lingkungan,” ujar Muhammad Harris.

Menurutnya, kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan pada sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi aktivitas PETI. Jika setelah sosialisasi masih ditemukan aktivitas pertambangan ilegal, maka penindakan hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas PETI. Apabila masih ditemukan aktivitas tersebut, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi terhadap kegiatan yang merusak lingkungan dan melanggar hukum,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas PETI yang ditemukan di wilayahnya kepada pihak kepolisian.

“Kami berharap adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan kepolisian dalam mencegah serta memberantas aktivitas PETI. Jika mengetahui adanya kegiatan pertambangan ilegal, segera laporkan kepada Polsek terdekat atau melalui layanan Kepolisian 110,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Penjawaan, Suhanadi, 
menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Polsek Sandai dan Pemerintah Desa Penjawaan dalam upaya mencegah aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya.
Menurut Suhanadi, kegiatan sosialisasi dan pemasangan imbauan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Sandai Polres Ketapang yang telah bersinergi dengan Pemerintah Desa Penjawaan dalam memberikan sosialisasi dan pemasangan imbauan larangan PETI di Sungai Pawan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga tidak lagi melakukan aktivitas pertambangan ilegal yang dapat merusak lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Penjawaan mendukung penuh langkah kepolisian dalam mencegah dan memberantas aktivitas PETI. Pemerintah desa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Sungai Pawan demi keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pemasangan imbauan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Selain itu, aktivitas PETI di sepanjang aliran Sungai Pawan dapat dicegah sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, kondusif, serta lingkungan yang tetap terjaga.

Editor;jok

Kamis, 14 Mei 2026

Polsek Kendawangan Bersama Poktan dan BPP Laksanakan Panen Jagung Hibrida di Desa Banjar Sari

Kapolsek Kendawangan AKP Riski Arifianto bersama personel Polsek Kendawangan melaksanakan kegiatan panen jagung hibrida pada Rabu (13/05/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan sekaligus mempererat sinergi bersama masyarakat dan kelompok tani di wilayah Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Anantapost.com - Ketapang, Polda Kalbar – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan penguatan sektor pertanian daerah, Kapolsek Kendawangan AKP Riski Arifianto, S.T.K., S.I.K. bersama personel Polsek Kendawangan melaksanakan kegiatan panen jagung hibrida pada Rabu (13/05/2026) di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Banjar Sari 2 atau Pangkalan Pasir, Desa Banjar Sari, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.
Kegiatan panen tersebut dilaksanakan di atas lahan seluas kurang lebih 2,5 hektare dan turut dihadiri oleh Ketua Poktan Banjar Sari 2 Bapak Tukimin, anggota BPS Kecamatan Kendawangan, Kepala BPP Kecamatan Kendawangan beserta anggota, serta masyarakat dan kelompok tani setempat.

Pelaksanaan panen jagung hibrida ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri, pemerintah desa, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional maupun daerah, khususnya di sektor pertanian.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR melalui Kapolsek Kendawangan AKP Riski Arifianto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam mendukung dan mendampingi masyarakat, khususnya para petani, guna meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Kendawangan.

“Melalui kegiatan panen jagung hibrida ini, Polri hadir untuk terus bersinergi bersama pemerintah desa, BPP, dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional maupun daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Polri untuk selalu hadir mendampingi para petani dan masyarakat dalam upaya bersama memajukan sektor pertanian,” ujar AKP Riski Arifianto.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan potensi pertanian yang ada, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ketapang.

Dengan adanya kegiatan panen jagung hibrida tersebut, diharapkan sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Kendawangan.

Editor: jok

Polisi Hadir di Sekolah, Berikan Pemahaman tentang Dampak Bullying bagi Anak

Bhabinkamtibmas Desa Muara Jekak, Briptu Fathoni Wahyu Legawa, memberikan sosialisasi tentang bahaya bullying kepada siswa-siswi SDN 04 Sandai, Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Kegiatan ini bertujuan menanamkan sikap saling menghormati serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Anantapost.com
- Ketapang. Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, Bhabinkamtibmas Desa Muara Jekak, Briptu Fathoni Wahyu Legawa, melaksanakan sosialisasi bahaya bullying di SDN 04 Sandai, Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Senin (12/05/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan dewan guru dengan penuh antusias. Dalam penyampaiannya, Briptu Fathoni Wahyu Legawa memberikan edukasi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, baik fisik maupun verbal, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap mental dan perkembangan anak.
Selain itu, para siswa juga diajak untuk menanamkan sikap saling menghormati, saling membantu, serta berani melaporkan kepada guru maupun orang tua apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Briptu Fathoni Wahyu Legawa mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran sejak dini kepada anak-anak agar mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan harmonis.

“Kami berharap para siswa memahami bahwa bullying bukan tindakan yang benar ataupun sekadar candaan biasa, karena dapat berdampak buruk bagi korban. Mari bersama-sama menciptakan sekolah yang aman, ramah, dan penuh rasa persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Sandai IPDA Fransiscus Edwin Lie Worabay menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan perlindungan anak.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah. Kami mengajak seluruh pihak, baik guru, orang tua, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi dan membimbing anak-anak agar terhindar dari perilaku bullying,” ungkap Kapolsek Sandai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya sikap saling menghargai serta mampu menciptakan suasana belajar yang positif, aman, dan kondusif di lingkungan sekolah.

Editor: jok

Rabu, 25 Februari 2026

BGN Bertindak Tegas: SPPG Sandai Dihentikan Akibat Pelanggaran Standar

Menu sederhana ini menjadi sorotan publik dan berujung pada penghentian sementara SPPG Sandai.

Anantapost.com
- Ketapang. Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Langkah tegas ini diambil setelah mitra pelaksana dinilai tidak menjalankan ketentuan teknis dan standar operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026.
Penghentian tersebut merujuk pada Keputusan Kepala BGN tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan MBG 2026. 

Kebijakan ini juga didasarkan pada laporan Koordinator Regional Kalimantan Barat serta laporan internal dari Kepala SPPG Sandai.
Dalam surat resmi yang ditandatangani atas nama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN melalui Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan, ditegaskan bahwa operasional SPPG Sandai dihentikan untuk waktu yang belum ditentukan.
“Untuk sementara, operasional SPPG Ketapang Sandai dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan, dalam rangka penegakan Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026,” demikian bunyi petikan surat tersebut.

Kepala Program MBG Regional Kalbar, Agus Kurniawi, menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena mitra pelaksana tidak menunjukkan komitmen menjalankan juknis yang telah ditetapkan.

“Ini bukan sekadar evaluasi administrasi. Ada standar yang harus dipatuhi. Jika tidak dijalankan, maka konsekuensinya jelas,” ujar Agus, Rabu (25/2/2026).

Ia memastikan, dengan penghentian tersebut, distribusi makanan bergizi kepada 3.330 penerima manfaat di 13 sekolah — mulai dari PAUD hingga SMA — untuk sementara terhenti sambil menunggu evaluasi lanjutan dari BGN.

SPPG Sandai sendiri dikelola oleh Yayasan Gemilang Usaha Kapuas. Sebelumnya, dapur ini menjadi sorotan publik setelah membagikan menu Ramadan berupa dua buah pisang, tiga butir kurma, dan dua potong roti. Paket tersebut menuai kritik dari orang tua siswa karena dinilai tidak mencerminkan standar kecukupan gizi serta dianggap tidak proporsional dengan anggaran yang tersedia.

Agus mengaku telah mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar berhati-hati dalam menyusun menu kering selama Ramadan.

“Sejak sebelum puasa, saya sudah ingatkan agar menu kering disusun dengan cermat. Masyarakat sekarang kritis, semuanya bisa dihitung secara terbuka,” tegasnya.

Namun, peringatan itu disebut tidak diindahkan. BGN berharap penghentian ini menjadi peringatan keras, tidak hanya bagi SPPG Sandai, tetapi juga seluruh mitra pelaksana MBG agar disiplin terhadap standar yang telah ditetapkan.
Kontroversi bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, menu yang dibagikan juga sempat diprotes karena tidak menyertakan nasi. Warga bahkan menyindirnya sebagai “Menu Diet Gratis” karena porsi yang dianggap minim.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, menu tersebut hanya terdiri atas lima potong kentang goreng, telur kukus, tumis sayur wortel-jagung-kacang, beberapa butir kacang tanah goreng, serta sepotong semangka.

Rangkaian polemik ini menjadi alarm bagi BGN untuk memperketat pengawasan pelaksanaan MBG di daerah. Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi siswa itu ditegaskan tidak boleh melenceng dari standar, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun tata kelola.***(tim

Selasa, 24 Februari 2026

Disambut Prosesi Adat, Safari Ramadan Bupati Ketapang Hari Ketiga Berlangsung Khidmat di Sandai

Bupati Ketapang Alexander Wilyo disambut hangat masyarakat saat tiba di Masjid Al-Hikmah, Dusun Tobak, Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Selasa (24/2/2026)

Anantapost.com
- Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah pada hari ketiga yang dipusatkan di Masjid Al-Hikmah, Dusun Tobak, Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut meriah oleh masyarakat setempat melalui prosesi adat tepung tawar, besenggayong, serta pertunjukan pencak silat yang menggambarkan kekayaan budaya lokal sekaligus bentuk penghormatan kepada tamu.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Desa Penjawaan dan Kecamatan Sandai.
“Terima kasih atas penyambutan yang begitu meriah dan penuh makna melalui prosesi adat tepung tawar, besenggayong, serta pertunjukan pencak silat. Sambutan hangat ini menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus bekerja dan mengabdi bagi masyarakat,” ujar Alexander Wilyo.

Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan amanah yang diberikan masyarakat kepada dirinya bersama Wakil Bupati untuk memimpin Kabupaten Ketapang.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan serta kepercayaan masyarakat Desa Penjawaan dan Kecamatan Sandai. Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang akan kami jalankan dengan sungguh-sungguh demi kemajuan daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memaparkan sejumlah prioritas pembangunan daerah, terutama pada sektor infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Ketapang tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya peningkatan jalan dan jembatan. Saat ini fokus pada ruas Pelang–Kepuluk–Batu Tajam. Selanjutnya pembangunan akan dilanjutkan pada ruas Sei Awan–Tanjungpura, Tanjungpura–Tanah Merah, serta Simpang Priangan–Pangkalan Teluk–Penjawaan–Sandai agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga meninjau langsung progres pembangunan Rumah Sakit Pratama Sandai yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.

“InsyaAllah pada pertengahan tahun 2026 RS Pratama Sandai dapat diresmikan dan mulai beroperasi. Rumah sakit ini nantinya akan melayani masyarakat di Kecamatan Sandai, Hulu Sungai, Laur, Nanga Tayap, Simpang Dua, Simpang Hulu, dan wilayah sekitarnya,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran fasilitas kesehatan tersebut diharapkan mampu mendekatkan layanan kesehatan yang layak dan merata bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengingatkan bahwa pada 20 Februari 2026 genap satu tahun dirinya bersama Wakil Bupati memimpin Kabupaten Ketapang.
“Kami memohon dukungan dan doa restu dari seluruh masyarakat agar dapat terus mengemban amanah ini hingga akhir masa jabatan tahun 2030 serta mewujudkan visi Pembangunan Berkeadilan menuju Ketapang yang maju dan mandiri,” tuturnya.

Ia menegaskan, pembangunan daerah akan terus diarahkan pada pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah, serta peningkatan pelayanan publik.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Mari kita terus bergandengan tangan, memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong demi Ketapang yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

Editor:jok

Sabtu, 14 Februari 2026

Menu MBG Diduga Tak Sesuai Standar, Kepala SPPG Kecamatan Sandai Ketapang Terancam Dicopot!

Menu MBG di Sandai Kab. Ketapang Kalbar

Anantapost.com - Ketapang. Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang kembali menuai kritik. Kali ini, menu yang dibagikan oleh Dapur SPPG Ketapang Sandai kepada penerima manfaat di Kecamatan Sandai justru dipersoalkan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial pada Jumat (13/2/2026).

Dalam foto yang beredar, paket makanan tersebut hanya berisi lima potong kentang goreng, telur kukus, tumisan wortel, jagung dan kacang panjang, beberapa butir kacang tanah goreng, serta seiris semangka. Tidak tampak nasi sebagai sumber karbohidrat utama, sehingga menu itu dinilai tidak mencerminkan standar gizi seimbang dan bahkan disebut-sebut sebagai “menu diet”.
Kepala MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, saat dikonfirmasi Jumat malam, membenarkan bahwa menu tersebut memang didistribusikan di wilayah Sandai.

“Iya, benar itu di Sandai. Ini murni kesalahan fatal Kepala SPPG yang tetap memaksakan menu tersebut untuk dibagikan,” tegasnya.
Kepala MBG Kalbar Agus Kurniawi ( tengah) akan berikan sanksi tegas kepada kepala SPPG Ketapang Sandai

Menurut Agus, pihak pengelola dapur beralasan bahan baku yang telah dipesan mengalami kendala, sehingga dapur memanfaatkan bahan yang tersedia. Namun, ia menegaskan bahwa secara prosedur setiap bahan baku wajib melalui proses pengecekan kualitas dan penimbangan untuk memastikan kesesuaian standar porsi dan mencegah penyimpangan kuantitas.

“Pengecekan seharusnya dilakukan oleh Kepala SPPG dengan pengawasan akuntan dan ahli gizi. Kalau bahan tidak tersedia atau bermasalah, jangan dipaksakan untuk distribusi,” jelasnya.

Ia mengaku kecewa atas kejadian tersebut, karena menu yang dinanti para siswa dan guru justru disajikan dalam kondisi yang dinilai tidak layak.
“Saya sangat menyayangkan tindakan ini. Ini benar-benar kelalaian serius dari Kepala SPPG,” ujarnya.

Dapur yang mendistribusikan makanan tersebut diketahui bernama SPPG Ketapang Sandai dan dikelola oleh Yayasan Gemilang Usaha Kapuas. Total penerima manfaat mencapai 3.330 orang yang tersebar di 13 sekolah di Kecamatan Sandai.

Agus menambahkan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah MBG Ketapang dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan langkah tegas atas kelalaian tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pergantian Kepala SPPG.

“Kami masih berkoordinasi terkait sanksi. Kemungkinan besar akan ada pergantian Kepala SPPG,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Ketapang, khususnya penerima manfaat di Sandai, atas insiden yang telah menjadi perhatian publik tersebut.

“Kami memohon maaf atas kelalaian ini. Evaluasi akan dilakukan dan pengawasan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.

Adapun 13 sekolah penerima manfaat Program MBG di Kecamatan Sandai meliputi PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA dengan total 3.330 siswa dan guru sebagai penerima manfaat.***(tim) 
Banner Promosi
Banner Promosi