Anantapost.com - Ketapang. Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang kembali menuai kritik. Kali ini, menu yang dibagikan oleh Dapur SPPG Ketapang Sandai kepada penerima manfaat di Kecamatan Sandai justru dipersoalkan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial pada Jumat (13/2/2026).
Dalam foto yang beredar, paket makanan tersebut hanya berisi lima potong kentang goreng, telur kukus, tumisan wortel, jagung dan kacang panjang, beberapa butir kacang tanah goreng, serta seiris semangka. Tidak tampak nasi sebagai sumber karbohidrat utama, sehingga menu itu dinilai tidak mencerminkan standar gizi seimbang dan bahkan disebut-sebut sebagai “menu diet”.
Kepala MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, saat dikonfirmasi Jumat malam, membenarkan bahwa menu tersebut memang didistribusikan di wilayah Sandai.
“Iya, benar itu di Sandai. Ini murni kesalahan fatal Kepala SPPG yang tetap memaksakan menu tersebut untuk dibagikan,” tegasnya.
Kepala MBG Kalbar Agus Kurniawi ( tengah) akan berikan sanksi tegas kepada kepala SPPG Ketapang Sandai
Menurut Agus, pihak pengelola dapur beralasan bahan baku yang telah dipesan mengalami kendala, sehingga dapur memanfaatkan bahan yang tersedia. Namun, ia menegaskan bahwa secara prosedur setiap bahan baku wajib melalui proses pengecekan kualitas dan penimbangan untuk memastikan kesesuaian standar porsi dan mencegah penyimpangan kuantitas.
“Pengecekan seharusnya dilakukan oleh Kepala SPPG dengan pengawasan akuntan dan ahli gizi. Kalau bahan tidak tersedia atau bermasalah, jangan dipaksakan untuk distribusi,” jelasnya.
Ia mengaku kecewa atas kejadian tersebut, karena menu yang dinanti para siswa dan guru justru disajikan dalam kondisi yang dinilai tidak layak.
“Saya sangat menyayangkan tindakan ini. Ini benar-benar kelalaian serius dari Kepala SPPG,” ujarnya.
Dapur yang mendistribusikan makanan tersebut diketahui bernama SPPG Ketapang Sandai dan dikelola oleh Yayasan Gemilang Usaha Kapuas. Total penerima manfaat mencapai 3.330 orang yang tersebar di 13 sekolah di Kecamatan Sandai.
Agus menambahkan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah MBG Ketapang dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan langkah tegas atas kelalaian tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pergantian Kepala SPPG.
“Kami masih berkoordinasi terkait sanksi. Kemungkinan besar akan ada pergantian Kepala SPPG,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Ketapang, khususnya penerima manfaat di Sandai, atas insiden yang telah menjadi perhatian publik tersebut.
“Kami memohon maaf atas kelalaian ini. Evaluasi akan dilakukan dan pengawasan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.
Adapun 13 sekolah penerima manfaat Program MBG di Kecamatan Sandai meliputi PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA dengan total 3.330 siswa dan guru sebagai penerima manfaat.***(tim)
Komentar0