Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalbar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2026

Upacara HUT ke-81 RI di Ketapang Khidmat, Bupati Soroti Persatuan dan Gotong Royong

Khidmat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Ketapang.


Anantapost.com
- Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Bupati Ketapang Alexander Wilyo bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, naskah Proklamasi Kemerdekaan dibacakan Ketua DPRD Kabupaten Ketapang H. Achmad Sholeh dan Komandan Upacara dijabat Kasikum Polres Ketapang AKP Hasonangan Lubis.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung lancar. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bersama personel TNI dan Polri menjalankan tugas pengibaran bendera di hadapan peserta upacara.

Sejumlah unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Ketapang, Dandim 1203 Ketapang, Danlanal Ketapang, Ketua Pengadilan Negeri Ketapang, anggota DPRD, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam amanatnya, Alexander Wilyo menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengingat kembali perjalanan bangsa sekaligus memperkuat persatuan dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat integritas, persatuan dan nilai-nilai Pancasila,” ujar Alexander dalam amanatnya.
Ia mengatakan, semangat kebangsaan di Kabupaten Ketapang juga tercermin melalui kearifan lokal masyarakat, seperti budaya gotong royong, keharmonisan antaretnis serta semangat bersama dalam membangun daerah.
Alexander juga menekankan pentingnya pemerintahan desa sebagai bagian dari kekuatan pembangunan daerah.

“Semangat kebangsaan harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan hingga tingkat desa, sehingga desa menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kemajuan daerah,” katanya.

Remisi dan Penghargaan Desa Berprestasi

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Ketapang turut menyerahkan Surat Keputusan (SK) remisi kepada warga binaan dan anak binaan.
Pemberian remisi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para penerima untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat serta memperbaiki diri.
Selain itu, Pemkab Ketapang memberikan penghargaan kepada sejumlah desa yang dinilai berhasil mendorong inovasi dan pembangunan di wilayahnya.
Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, meraih juara pertama tingkat kabupaten dan provinsi. Desa Mekarjaya, Kecamatan Sei Melayu Rayak, menempati juara kedua, sedangkan Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong, meraih juara ketiga.

Sementara itu, Desa Rangkung, Kecamatan Marau, mendapatkan penghargaan kategori prestasi.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi pemerintah desa untuk terus melahirkan inovasi, meningkatkan pelayanan masyarakat dan memperkuat pembangunan yang mandiri serta berkelanjutan.
Doa Lintas Agama, Harapan Hujan Segera Turun

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian ditutup dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang bersama para pemuka agama.

Doa tersebut menjadi bentuk ikhtiar dan harapan bersama agar Kabupaten Ketapang segera mendapatkan hujan setelah menghadapi kemarau dan kekeringan.

Selain untuk mengatasi dampak kekeringan, turunnya hujan juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang.

Editor: jok

Sabtu, 15 Agustus 2026

Bupati Ketapang Kukuhkan 27 Paskibraka 2026, Pesan: Jaga Amanah dan Cinta Tanah Air

Bupati Ketapang mengukuhkan anggota Paskibraka 2026 sebagai duta terbaik daerah untuk mengemban amanah Merah Putih.

Anantapost.com - Ketapang. Sebanyak 27 pelajar terbaik dari berbagai SMA dan SMK sederajat di Kabupaten Ketapang resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Ketapang Tahun 2026.

Pengukuhan berlangsung khidmat di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Sabtu (15/8/2026), menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dari 27 anggota yang dikukuhkan, sebanyak 21 merupakan putra dan enam putri. Mereka akan mengemban tugas penting dalam pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih pada rangkaian upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo memimpin langsung prosesi pengukuhan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas seremonial, tetapi merupakan amanah sekaligus kehormatan yang membawa tanggung jawab besar.

“Pengukuhan hari ini bukan sekadar seremoni. Di balik prosesi ini terdapat tanggung jawab, kehormatan, dan kepercayaan besar yang diberikan kepada anak-anak terbaik Kabupaten Ketapang,” ujar Alexander Wilyo.

Menurutnya, tugas mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih yang secara teknis hanya berlangsung dalam waktu singkat memiliki makna yang jauh lebih besar. Sang Merah Putih, kata dia, merupakan simbol kehormatan, persatuan, perjuangan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Karena itu, para anggota Paskibraka diminta menjalankan tugas dengan penuh kedisiplinan, tanggung jawab dan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Bupati juga menilai proses seleksi, latihan dan pembinaan yang dijalani para anggota Paskibraka merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi generasi muda.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti setelah tugas Paskibraka selesai, tetapi dapat menjadi bekal dalam menempuh pendidikan, membangun karier serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah.

“Jangan sampai nilai-nilai tersebut berhenti setelah tugas Paskibraka selesai. Jadikan pengalaman dan proses yang kalian jalani sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan, membangun karier, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah dan bangsa,” tegasnya.

Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada putra-putrinya. Penghargaan serupa disampaikan kepada para pelatih, pembina dan panitia yang telah bekerja mempersiapkan para calon pengibar bendera tersebut.

Ia berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan tetap rendah hati serta konsisten menerapkan kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Berdirilah tegak dengan penuh kebanggaan, langkahkan kaki dengan penuh keyakinan, dan kibarkan Merah Putih dengan segenap jiwa dan cinta kepada Indonesia,” pesan Alexander.

Usai prosesi pengukuhan, para anggota Paskibraka bersama Bupati Ketapang, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tamu undangan mengikuti sesi foto bersama.
Suasana kemudian berlangsung lebih santai ketika para anggota Paskibraka menampilkan atraksi dan hiburan. Penampilan tersebut menunjukkan sisi lain para pelajar yang tidak hanya ditempa melalui kedisiplinan dan latihan fisik, tetapi juga memiliki kreativitas serta semangat kebersamaan.

Dengan dikukuhkannya 27 anggota Paskibraka tersebut, mereka kini bersiap menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati berharap seluruh rangkaian pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dapat berlangsung lancar, tertib dan khidmat.

“Menjadi Paskibraka bukan sekadar tentang berdiri tegak di hadapan Sang Merah Putih. Ini tentang belajar memikul amanah, menghargai perjuangan para pahlawan, menjaga persatuan, menempa kedisiplinan dan menumbuhkan keberanian untuk menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Ia berharap dari barisan Paskibraka tersebut kelak lahir generasi muda berkarakter yang mampu mengambil peran dalam pembangunan dan mengabdikan diri bagi masyarakat, Kabupaten Ketapang dan Indonesia.***(jok) 

Rabu, 12 Agustus 2026

Supriadi resmi terpilih sebagai Ketua PWI Ketapang periode 2026–2029 secara aklamasi



Ketua PWI Provinsi Kalbar Kundori ( baju lengan panjang putih) saat menyerahkan SK kepada Supriadi. 

Anantapost - Pontianak. Supriadi resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang periode 2026-2029 secara aklamasi dalam Rapat Pembentukan sekaligus Konferensi PWI Kabupaten Ketapang yang digelar di salah satu hotel di Pontianak, Rabu (12/8/2026).

Penetapan Supriadi dilakukan dalam konferensi yang dipimpin Ketua Sidang Yasmin Umar, didampingi Muhammad Al Jauhari Fatria dan Hadi Sudirmansyah sebagai anggota sidang.
Selain menetapkan ketua, konferensi juga membentuk tim formatur yang terdiri dari Supriadi, Agustiandi, dan Hadi Sudirmansyah. Tim tersebut selanjutnya bertugas menyusun struktur kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang untuk periode 2026-2029.

Usai terpilih, Supriadi menyampaikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan secara bersama-sama.

“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini amanah yang harus kami emban bersama,” ujar Supriadi.

Supriadi juga berharap PWI Kalimantan Barat dapat terus memberikan pendampingan dan arahan kepada kepengurusan PWI Ketapang ke depan.

Ia sekaligus membuka kesempatan bagi wartawan yang bertugas di Kabupaten Ketapang untuk bergabung dan bersama-sama membangun organisasi.

“Kita juga membuka ruang untuk  wartawan yang bertugas di Ketapang untuk bergabung di dalam rumah besar PWI Kabupaten, tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi” tegasnya.

Menurut Supriadi, setelah struktur kepengurusan rampung, pihaknya akan segera menyusun berbagai program kerja untuk memperkuat kembali eksistensi PWI di Kabupaten Ketapang.

“Kami akan menyusun program kerja. PWI kita kibarkan di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Barat Kundori menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang.

Kundori menjelaskan, proses pembentukan PWI Ketapang telah dikoordinasikan dengan PWI Pusat dan dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Menurutnya, hadirnya PWI Kabupaten Ketapang menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi kewartawanan di Kalimantan Barat.

“Ini menjadi sejarah baru di Kalbar. PWI Kabupaten sudah terbentuk di dua kabupaten, Ketapang dan Sekadau,” ujar Kundori.

Ia berharap PWI Ketapang tidak hanya menjadi wadah organisasi wartawan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan profesionalisme serta penerapan jurnalistik yang berpedoman pada kode etik.

Kundori mengingatkan wartawan agar tidak ikut menyebarluaskan informasi yang tidak memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik.

“Jalankan jurnalisme yang benar di Kabupaten Ketapang. Jangan ikut-ikutan menyebarkan yang bukan jurnalisme. Hal-hal yang sesuai dengan kode etik harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh anggota PWI menjaga marwah organisasi serta menjalankan profesi jurnalistik secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.***(jok) 



Minggu, 09 Agustus 2026

Jaga Ketapang dari Karhutla, Bupati: Ini Tanggung Jawab Bersama

Doa Bersama Lintas Agama menjadi momentum memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat Ketapang dalam menjaga daerah dari berbagai musibah dan karhutla.

Anantapost.com
- Ketapang. Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali terlihat di Kabupaten Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama para pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, Forkopimda, dan masyarakat menggelar doa bersama lintas agama di halaman Kantor Bupati Ketapang, Minggu (9/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan masyarakat Ketapang, sekaligus memohon agar daerah ini dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.
Di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering dalam beberapa pekan terakhir, doa bersama juga diarahkan agar hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali sejuk dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat diminimalkan.
Bupati Ketapang mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga memperkuat ikhtiar melalui tindakan nyata dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Menjaga Ketapang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah,” tegas Bupati Ketapang.

Menurutnya, masyarakat di seluruh 20 kecamatan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Ia juga mengimbau agar doa bersama dengan melibatkan pemuka agama dan tokoh masyarakat dapat dilaksanakan di masing-masing wilayah.

Bupati menekankan, menghadapi kondisi alam membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, pemerintah, aparat keamanan, pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, dunia usaha hingga masyarakat di tingkat desa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaganya,” ujarnya.

Kapolres Ingatkan Bahaya Membakar Lahan

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang kondisi vegetasinya kering dan mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang kering. Jangan pula membuang puntung rokok sembarangan karena hal kecil dapat memicu kebakaran,” kata AKBP Muhammad Harris.

Ia menegaskan, kepolisian akan melakukan penindakan apabila ditemukan pembakaran yang dilakukan secara sengaja dan memenuhi unsur pelanggaran hukum.

Perkuat Doa dan Kepedulian Lingkungan

Sementara itu, Ketua PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al-Faqir mengajak masyarakat serta para pemuka agama untuk terus memperbanyak doa, terutama setelah melaksanakan ibadah.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadapi kondisi kekeringan dan berbagai potensi bencana.

“Kita terus berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, sehingga bumi kembali mendapatkan kesejukan dan masyarakat dijauhkan dari musibah maupun bencana,” ujarnya.

Doa bersama lintas agama tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat persatuan dan toleransi masyarakat Ketapang.

Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat dinilai menjadi kekuatan yang dapat mempererat kehidupan sosial masyarakat.
Di tengah ancaman kekeringan dan karhutla, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Menjaga hutan dan lingkungan berarti menjaga sumber kehidupan sekaligus masa depan masyarakat.
Melalui doa dan tindakan nyata, masyarakat Ketapang diharapkan dapat bersama-sama menjaga daerah tetap aman, damai, harmonis, serta terhindar dari karhutla dan berbagai bencana.

Editor: jok

Kamis, 06 Agustus 2026

Alexander Wilyo Dipercaya Pimpin Gerindra Ketapang, Siap Emban Amanah

Alexander Wilyo menerima SK sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang dalam Rakorda Gerindra Kalbar.

Anantapost.com - Ketapang. Alexander Wilyo mendapat kepercayaan untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kepercayaan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., dalam agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Novotel Pontianak, Rabu (5/8/2026).

Alexander Wilyo menyebut amanah tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

“Ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi saya. Kepercayaan ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan kerendahan hati,” ujar Alexander.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam membangun serta membesarkan partai di daerah tersebut.

“Saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian dalam membesarkan Partai Gerindra di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Selain itu, Alexander menyampaikan terima kasih kepada para sahabat dari berbagai partai politik, simpatisan, relawan, serta masyarakat Kabupaten Ketapang yang selama ini memberikan dukungan dan kepercayaan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas dan membangun komunikasi politik yang konstruktif di Kabupaten Ketapang.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat dari berbagai partai politik, para simpatisan, relawan, dan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang atas doa, kepercayaan serta dukungan yang telah diberikan,” tuturnya.

Alexander meminta doa dan dukungan masyarakat agar dirinya mampu menjalankan amanah sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang dengan baik.

“Saya memohon doa seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang dalam mengemban amanah ini. Saya meyakini doa adalah energi besar yang menguatkan setiap langkah dan pengabdian,” pungkasnya.

Editor: jok

Rabu, 05 Agustus 2026

KAWAN Ketapang Angkat Suara, Dugaan Datangi Rumah Wartawan Dinilai Tak Sesuai Mekanisme PERS

Sengketa pemberitaan selesaikan dengan hak jawab, bukan intimidasi. Hormati kebebasan pers.

Anantapost.com - Ketapang. Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang angkat bicara menyikapi dugaan tindakan mendatangi rumah seorang wartawan yang diduga berkaitan dengan pemberitaan yang telah dipublikasikan. Organisasi wartawan tersebut menegaskan, setiap sengketa atau keberatan atas produk jurnalistik wajib diselesaikan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, menilai tindakan yang berpotensi memberikan tekanan kepada wartawan maupun keluarganya tidak sejalan dengan semangat penyelesaian sengketa pers yang mengedepankan dialog dan mekanisme hukum.

"Undang-Undang Pers telah memberikan ruang yang jelas bagi setiap pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, yakni melalui hak jawab dan hak koreksi. Mekanisme itulah yang seharusnya ditempuh, bukan tindakan yang dapat menimbulkan rasa takut atau tekanan terhadap wartawan," ujar Agustiandi, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, keluarga wartawan tidak memiliki keterkaitan dengan proses jurnalistik sehingga harus dijauhkan dari persoalan yang berkaitan dengan pemberitaan.

"Perbedaan pendapat terhadap isi pemberitaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Namun penyelesaiannya harus dilakukan secara beradab, sesuai hukum, dan menghormati profesi pers. Jangan sampai keluarga wartawan ikut terdampak atas persoalan yang tidak mereka ketahui maupun tidak mereka lakukan," tegasnya.

KAWAN Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga iklim kebebasan pers yang sehat dengan tetap menghormati hak, kewajiban, serta peran masing-masing. Menurutnya, pers memiliki fungsi sebagai penyampai informasi kepada publik yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan, namun tetap wajib bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

"Kami mengimbau semua pihak agar mengedepankan komunikasi, menahan diri, dan memanfaatkan mekanisme yang telah disediakan oleh Undang-Undang Pers apabila merasa keberatan terhadap suatu pemberitaan. Dengan demikian, situasi tetap kondusif dan kepastian hukum dapat terjaga," katanya.

Di sisi lain, KAWAN Ketapang juga mengingatkan seluruh insan pers untuk terus menjaga profesionalisme dengan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, melakukan verifikasi, menyajikan informasi secara berimbang, serta mengutamakan akurasi dalam setiap pemberitaan.

"Kami berharap peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi. Wartawan harus dapat menjalankan tugas jurnalistik secara aman, independen, profesional, dan bertanggung jawab demi terpenuhinya hak masyarakat memperoleh informasi yang benar," tutup Agustiandi.***(jok

Selasa, 04 Agustus 2026

Karhutla di Pelang Ketapang Telan Korban Jiwa, Seorang Pria Tewas Terbakar

Kobaran api karhutla menyelimuti kawasan Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Selasa (4/8) malam. 

Anantapost.com – Ketapang. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menelan korban jiwa. Seorang pria berusia 26 tahun ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat melintasi lokasi kebakaran pada Selasa (4/8/2026) malam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga berusaha melintasi ruas jalan yang saat itu dipenuhi kobaran api dan asap pekat. Kondisi jarak pandang yang sangat terbatas diduga membuat korban terjebak di tengah kebakaran.
Mendapat laporan adanya orang hilang, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, kepolisian, unsur SAR, serta relawan segera melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Ketapang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Matan Hilir Selatan, AKP Sigunari, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut korban merupakan pria berusia 26 tahun.

"Benar, korban berusia 26 tahun, kelahiran tahun 2000. Saat ini penanganan masih dilakukan bersama tim gabungan," ujar AKP Sigunari saat dikonfirmasi.

Selain merenggut nyawa korban, kebakaran itu juga menghanguskan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan korban ketika melintas di kawasan tersebut.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api membesar di sisi jalan, sementara asap tebal menutupi badan jalan hingga jarak pandang nyaris nol. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan yang tetap nekat melintas.
Koordinator SAR Ketapang, Ayub, mengatakan dalam insiden tersebut terdapat seorang warga yang berhasil menyelamatkan diri.
"Satu orang berhasil selamat, atas nama Daryono (60), warga Kecamatan Tumbang Titi," ungkap Ayub.

Petugas mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melewati kawasan yang terdampak karhutla, terutama saat asap pekat menyelimuti jalan karena berpotensi mengancam keselamatan.

Hingga Rabu (5/8/2026), tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta berupaya mengendalikan kebakaran yang masih terjadi di sejumlah titik.***(jok) 


Minggu, 02 Agustus 2026

Disambut Bupati dan Forkopimda, Kapolda Kalbar Perkuat Koordinasi di Ketapang

Bupati Ketapang menyambut Kapolda Kalbar dengan pengalungan bunga dalam kunjungan kerja di Kabupaten Ketapang.

Anantapost.com - Ketapang. Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ketapang, Sabtu (1/8/2026).

Kedatangan Kapolda Kalbar bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat, Ny. Vita Alberd, disambut langsung Bupati Ketapang bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Ketapang, Lusia Dewi Nurjana, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bandara Rahadi Oesman Ketapang.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang, Polri, TNI, serta unsur Forkopimda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bupati Ketapang menyampaikan, sinergi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif. Kondisi tersebut dinilai turut mendukung kelancaran pembangunan serta memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Kunjungan kerja Kapolda Kalimantan Barat ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang, Polri, TNI, serta seluruh unsur Forkopimda,” ujar Bupati Ketapang.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan aparat keamanan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga berperan dalam mendukung pelayanan publik, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya meyakini bahwa kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dan Polri merupakan fondasi utama dalam menciptakan situasi yang aman, kondusif, serta memberikan kepastian bagi investasi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bupati berharap semangat kebersamaan dan koordinasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Dengan demikian, seluruh pihak dapat bergerak bersama dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus mempercepat pembangunan di Kabupaten Ketapang.

“Semangat kebersamaan dan sinergi ini diharapkan terus terjalin demi mewujudkan pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri. Ketapang adalah rumah besar kita bersama,” tegasnya.

Kunjungan kerja Kapolda Kalbar tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

Editor: jok


Kapolda Kalbar Tekankan Integritas dan Pelayanan Humanis Saat Tatap Muka dengan Personel Polres Ketapang

Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Ketapang saat kunjungan kerja di Aula Mapolres Ketapang.

Anantapost.com - Ketapang. Polda Kalbar – Dalam rangka kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Ketapang, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H. bersama rombongan melaksanakan kegiatan tatap muka bersama seluruh personel Polres Ketapang yang berlangsung di Aula Mapolres Ketapang. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi, memperkuat soliditas internal, serta memberikan arahan strategis kepada seluruh personel dalam pelaksanaan tugas kepolisian (01/08/2026).
Kedatangan Kapolda Kalbar beserta rombongan disambut langsung oleh Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., didampingi Wakapolres, Pejabat Utama Polres Ketapang, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Ketapang.

Dalam arahannya, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, menekankan pentingnya menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Kapolda mengingatkan Agar anggotanya di polres Ketapang dapat meneruskan perbuatan baik yg bernilai mulia dalam wujud pelaksanaan tugas pelayanan kpd masyarakat yg humanis, responsif sesuai yg diharapkan masyarakat kepada Polri..

Kapolda juga mengajak seluruh personel untuk mengembangkan inovasi,dan ide ide kreatif dalam memecahkan masalah dan persoalan yg dialami masyarakat. Dengan mengedepankan sinergitas bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat dan unsur pendukung lainnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di Kabupaten Ketapang.

Selain memberikan arahan, kegiatan tatap muka berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kapolda memberikan kesempatan kepada personel untuk berdialog secara langsung, menyampaikan aspirasi, masukan, maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Hal tersebut diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas organisasi dan pelayanan Polri kepada masyarakat.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kerja Kapolda Kalbar beserta rombongan. Menurutnya, arahan dan motivasi yang diberikan menjadi penyemangat bagi seluruh personel Polres Ketapang untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga kekompakan, serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui kegiatan kunjungan kerja dan tatap muka ini, diharapkan seluruh personel Polres Ketapang semakin termotivasi untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi, serta terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpecaya bagi masyarakat. 


Sumber: humpol

Jumat, 31 Juli 2026

Lepas Kafilah MTQ ke Kayong Utara, Wabup Jamhuri Amir Optimistis Ketapang Raih Prestasi Terbaik

Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, SH, menyampaikan sambutan saat melepas Kafilah MTQ XXXIV Kabupaten Ketapang menuju Kabupaten Kayong Utara. 

Anantapost.com - Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang secara resmi melepas keberangkatan 54 anggota kafilah, terdiri dari peserta, official, dan pendamping yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Pendopo Bupati Ketapang pada Jumat (31/7/2026) malam. Acara dipimpin Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, serta dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., jajaran Forkopimda, para camat, pengurus LPTQ Kabupaten Ketapang, pelatih, official, pendamping, dan tamu undangan.
Sebagai tanda resmi keberangkatan, Wakil Bupati menyerahkan bendera LPTQ Kabupaten Ketapang kepada Ketua Kafilah, Ustadz H. Arifinsyah, S.Sos.I. Penyerahan tersebut menjadi simbol amanah sekaligus semangat bagi seluruh peserta untuk membawa nama baik Kabupaten Ketapang di tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh peserta telah dipersiapkan dengan baik dan memiliki kemampuan untuk bersaing dengan kafilah dari daerah lain di Kalimantan Barat.

"Saya percaya seluruh peserta mampu memberikan penampilan terbaik. Junjung tinggi sportivitas, jaga kekompakan, dan tunjukkan bahwa Kafilah Kabupaten Ketapang hadir dengan kualitas serta semangat yang membanggakan," ujar Jamhuri Amir.

Ia mengingatkan bahwa setiap peserta merupakan duta daerah yang telah melalui proses pembinaan dan seleksi. Karena itu, seluruh anggota kafilah diminta menjaga kondisi fisik, disiplin, serta menjadikan setiap penampilan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

"Raih prestasi dengan penuh keikhlasan. Lebih dari sekadar menjadi juara, yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an tercermin dalam sikap, akhlak, dan kehidupan sehari-hari," pesannya.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada LPTQ Kabupaten Ketapang, para pembina, pelatih, pendamping, serta orang tua yang telah berperan besar dalam membina para peserta hingga siap mengikuti kompetisi tingkat provinsi.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kafilah tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak yang terus membangun pembinaan Al-Qur'an secara berkesinambungan.

"Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan di seluruh cabang MTQ. Kami ingin melahirkan generasi Qurani yang berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kafilah Kabupaten Ketapang, Ustadz H. Arifinsyah, S.Sos.I., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas dukungan penuh terhadap kegiatan LPTQ, termasuk dalam penyediaan anggaran keberangkatan kafilah.
Ia menjelaskan, Kabupaten Ketapang akan mengikuti hampir seluruh cabang yang diperlombakan pada MTQ XXXIV Kalbar. Satu-satunya cabang yang tidak diikuti adalah Tafsir Al-Qur'an karena tidak tersedianya peserta pada kategori Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, maupun Bahasa Inggris.

"Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang agar para peserta dapat memberikan hasil terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan," ujar Arifinsyah.

Acara pelepasan berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, kemudian ditutup dengan foto bersama Wakil Bupati, Forkopimda, jajaran LPTQ, official, pendamping, serta seluruh anggota kafilah.

Sesuai jadwal, rombongan bertolak menuju Kabupaten Kayong Utara pada Sabtu (1/8/2026) untuk mengikuti registrasi peserta dan rangkaian kegiatan penyambutan seluruh kafilah dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dijadwalkan resmi dibuka pada Minggu (2/8/2026). Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat syiar dan pembinaan Al-Qur'an di Kalimantan Barat.***(jok) 


Kamis, 30 Juli 2026

Polres Ketapang Raih Peringkat III Polda Kalbar dalam Program Ketahanan Pangan, Bukti Komitmen Dukung Swasembada

Prestasi membanggakan! Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menerima penghargaan Peringkat III Pemanfaatan Lahan Produktif Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan dari Kapolda Kalbar.

Kabarpolru.com-Ketapang. Polres Ketapang kembali menorehkan prestasi di tingkat Polda Kalimantan Barat. Dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Gelar Operasional Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Polres Ketapang berhasil meraih Peringkat III Kategori Pemanfaatan Lahan Produktif Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan periode Juli 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Kalbar, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Ketapang dalam mengoptimalkan lahan produktif sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan.
Keberhasilan ini diraih melalui sejumlah indikator penilaian yang menunjukkan capaian positif. Polres Ketapang mencatat potensi lahan produktif seluas 1.490,04 hektare, dengan 622,32 hektare di antaranya telah ditanami. Capaian tersebut setara dengan 41,77 persen dari target yang ditetapkan.
Tak hanya itu, produktivitas pertanian yang dihasilkan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Total produksi mencapai 834,48 ton, didukung serapan Bulog sebanyak 78 ton serta dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan Himbara senilai Rp1,898 miliar. Berkat capaian tersebut, Polres Ketapang berhasil mengumpulkan 53 poin, sekaligus menempatkannya sebagai peringkat ketiga terbaik di jajaran Polda Kalbar.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini bersinergi mendukung program ketahanan pangan.

"Penghargaan ini adalah buah dari kerja sama yang solid antara personel Polres Ketapang, pemerintah daerah, kelompok tani, Bulog, perbankan Himbara, serta seluruh stakeholder. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pemanfaatan lahan produktif demi mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar AKBP Muhammad Harris.

Menurut Kapolres, program ketahanan pangan tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Polri, tetapi juga merupakan wujud kepedulian institusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

"Ke depan kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh mitra agar program ini semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan Polres Ketapang siap menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri di sektor pangan," tambahnya.

Prestasi ini semakin mempertegas komitmen Polres Ketapang dalam mendukung program strategis Polri di bidang ketahanan pangan. Melalui sinergi lintas sektor dan pemanfaatan lahan secara optimal, Polres Ketapang berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Editor: jok


Rabu, 29 Juli 2026

34 Siswa Sekolah Rakyat Ketapang Diberangkatkan ke Pontianak, Bupati: Jangan Putus Sekolah di Tengah Jalan

Bupati Ketapang Alexander Wilyo berfoto bersama 34 siswa Program Sekolah Rakyat Terintegrasi usai prosesi pelepasan menuju Pontianak. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi generasi muda untuk meraih pendidikan yang lebih baik dan mewujudkan masa depan yang lebih cerah.

Anantapost.com – Ketapang. Sebanyak 34 peserta didik Program Sekolah Rakyat asal Kabupaten Ketapang resmi dilepas menuju Kota Pontianak untuk mengikuti Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, pada Senin (27/7/2026) malam.
Para siswa dijadwalkan berangkat melalui jalur darat pada Selasa (28/7/2026). Dari total peserta, empat orang merupakan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), sedangkan 30 lainnya merupakan siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

"Program ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pendidikan adalah hak setiap warga negara dan menjadi jalan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik serta memutus mata rantai kemiskinan," ujar Alexander.

Ia juga meminta seluruh kepala desa di Kabupaten Ketapang aktif menyampaikan informasi mengenai Program Sekolah Rakyat kepada masyarakat, terutama warga di daerah pedalaman yang masih memiliki keterbatasan akses informasi.

Menurutnya, sosialisasi yang maksimal akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak di pelosok untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.

Selain itu, Bupati meminta Dinas Sosial memberikan pendampingan kepada calon peserta didik yang mengalami kendala administrasi agar tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan dokumen.

"Kita jangan sampai membiarkan anak-anak yang ingin sekolah gagal hanya karena urusan administrasi. Semangat mereka untuk belajar harus menjadi prioritas," tegasnya.

Kepada para orang tua, Alexander juga mengimbau agar tidak khawatir melepas anak-anak mereka menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak. Ia memastikan seluruh kebutuhan para siswa telah menjadi tanggung jawab negara.

"Anak-anak kita dijamin oleh negara. Mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat, seluruh kebutuhan mereka akan didampingi dan diperhatikan oleh para guru sebagaimana orang tua merawat anak di rumah," katanya.

Ia pun berpesan kepada seluruh siswa agar tetap disiplin dan menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

"Dari 30 siswa SMA yang berangkat, saya berharap semuanya mampu menyelesaikan pendidikan sampai tamat. Jangan sampai setelah pulang saat libur justru tidak kembali ke sekolah," pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi, 

Pemerintah Kabupaten Ketapang juga berencana memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu meraih prestasi selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ketapang, Drs. Satuki, menjelaskan bahwa Kabupaten Ketapang sebenarnya telah memiliki Sekolah Rakyat Terintegrasi 52 yang mulai beroperasi sejak tahun ajaran 2025/2026.

Namun, untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, kegiatan belajar belum dapat dilaksanakan di Ketapang karena kapasitas gedung sementara yang memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) masih terbatas.
Akibat kondisi tersebut, Kementerian Sosial memutuskan 34 siswa baru untuk sementara mengikuti proses belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak hingga pembangunan gedung permanen di Kabupaten Ketapang selesai.

"Pemerintah Kabupaten Ketapang telah menyiapkan lahan seluas 7,019 hektare di Kecamatan Nanga Tayap. Seluruh persyaratan daerah juga sudah dipenuhi dan saat ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Pekerjaan Umum agar pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan. Harapan kami, pembangunan sudah dimulai pada tahun 2027," jelas Satuki.

Ia mengungkapkan proses penjaringan calon siswa dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga. Dari hampir 8.000 anak yang berhasil dijangkau dalam waktu sekitar dua bulan, hanya 40 orang yang menyatakan berminat mengikuti Program Sekolah Rakyat.
Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi, akhirnya ditetapkan 34 peserta didik yang terdiri dari empat siswa SD dan 30 siswa SMA. Sementara kuota jenjang SMP belum dapat terpenuhi karena belum ada peserta yang memenuhi persyaratan.

Satuki juga mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka selama menjalani pendidikan.

"Perpisahan ini hanya sementara. Orang tua harus mengikhlaskan anak-anaknya menuntut ilmu, terus memberikan doa, semangat, dan motivasi agar mereka dapat belajar dengan baik serta meraih masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.***(jok


Banner Promosi
Banner Promosi