Ikuti kami:
Doa Bersama Lintas Agama menjadi momentum memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat Ketapang dalam menjaga daerah dari berbagai musibah dan karhutla.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan masyarakat Ketapang, sekaligus memohon agar daerah ini dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.
Di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering dalam beberapa pekan terakhir, doa bersama juga diarahkan agar hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali sejuk dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat diminimalkan.
Bupati Ketapang mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga memperkuat ikhtiar melalui tindakan nyata dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Menjaga Ketapang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah,” tegas Bupati Ketapang.
Menurutnya, masyarakat di seluruh 20 kecamatan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Ia juga mengimbau agar doa bersama dengan melibatkan pemuka agama dan tokoh masyarakat dapat dilaksanakan di masing-masing wilayah.
Bupati menekankan, menghadapi kondisi alam membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, pemerintah, aparat keamanan, pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, dunia usaha hingga masyarakat di tingkat desa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaganya,” ujarnya.
Kapolres Ingatkan Bahaya Membakar Lahan
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang kondisi vegetasinya kering dan mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang kering. Jangan pula membuang puntung rokok sembarangan karena hal kecil dapat memicu kebakaran,” kata AKBP Muhammad Harris.
Ia menegaskan, kepolisian akan melakukan penindakan apabila ditemukan pembakaran yang dilakukan secara sengaja dan memenuhi unsur pelanggaran hukum.
Perkuat Doa dan Kepedulian Lingkungan
Sementara itu, Ketua PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al-Faqir mengajak masyarakat serta para pemuka agama untuk terus memperbanyak doa, terutama setelah melaksanakan ibadah.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadapi kondisi kekeringan dan berbagai potensi bencana.
“Kita terus berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, sehingga bumi kembali mendapatkan kesejukan dan masyarakat dijauhkan dari musibah maupun bencana,” ujarnya.
Doa bersama lintas agama tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat persatuan dan toleransi masyarakat Ketapang.
Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat dinilai menjadi kekuatan yang dapat mempererat kehidupan sosial masyarakat.
Di tengah ancaman kekeringan dan karhutla, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Menjaga hutan dan lingkungan berarti menjaga sumber kehidupan sekaligus masa depan masyarakat.
Melalui doa dan tindakan nyata, masyarakat Ketapang diharapkan dapat bersama-sama menjaga daerah tetap aman, damai, harmonis, serta terhindar dari karhutla dan berbagai bencana.
Editor: jok
REKOMENDASI
- Memuat artikel...