Ikuti kami:
Sekda Ketapang, Repalianto (tengah), saat mengikuti kegiatan Supervisi dan Konferensi Kasus Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Kabupaten Ketapang, Rabu (28/10/2026).
Anantapost.com - Ketapang, Pemerintah Kabupaten Ketapang terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Upaya tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Komitmen itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, saat membuka kegiatan Supervisi dan Konferensi Kasus bersama Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Kabupaten Ketapang Batch 1, Rabu (28/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Repalianto mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang telah berkolaborasi memperkuat perlindungan anak melalui lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kegiatan supervisi dan konferensi kasus memiliki peran strategis untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di sekolah sekaligus merumuskan langkah penanganan yang tepat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan pendampingan yang telah dilakukan. Ini merupakan bagian penting dari upaya memperkuat perlindungan anak melalui sektor pendidikan," ujar Repalianto.
Ia menegaskan, keberhasilan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Diperlukan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan.
Repalianto juga menilai forum tersebut menjadi ruang penting untuk meningkatkan pemahaman, berbagi pengalaman, dan membahas solusi terhadap berbagai tantangan yang muncul di lingkungan pendidikan.
Ia berharap hasil supervisi dan pembahasan kasus tidak berhenti sebatas kegiatan, tetapi dapat ditindaklanjuti dan menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Ketapang.
"Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, menjaga kekompakan, serta mengedepankan semangat gotong royong. Kita harus memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak," tegasnya.
Lebih lanjut, Repalianto mengingatkan pentingnya membangun kerja sama tanpa mengesampingkan satu pihak pun dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
"Prinsipnya, kita tidak boleh meninggalkan siapa pun. Kita harus bergerak bersama agar peningkatan kualitas pendidikan serta terwujudnya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak dapat tercapai," pesannya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Ketapang berharap koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Dengan demikian, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang mendukung perlindungan, pembentukan karakter, serta tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Ketapang.***(red)
REKOMENDASI
- Memuat artikel...