Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2026

Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Perlengkapan Sekolah di Ketapang Diserbu Pembeli, Seragam SD Paling Diburu

Suasana Toko Ari Utama 2 Jalan DI. Panjaitan ( Lampu merah RSU Agoes Djam)  mulai dipadati warga yang membeli seragam dan perlengkapan sekolah dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Anantapost.com
- Ketapang. Suasana sejumlah toko perlengkapan sekolah di Kabupaten Ketapang mulai dipenuhi pembeli menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026. Orang tua memanfaatkan akhir pekan untuk melengkapi kebutuhan sekolah anak, mulai dari seragam, tas, sepatu, buku tulis hingga alat tulis.

Salah satu toko yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung adalah Toko Ari Utama. Sejak sepekan terakhir, toko tersebut dipadati masyarakat yang berburu perlengkapan sekolah untuk jenjang SD, SMP hingga SMA.

Pemilik Toko Ari Utama, Nurhayati, mengatakan lonjakan pembeli merupakan fenomena yang selalu terjadi menjelang tahun ajaran baru. Bahkan, tingginya permintaan membuat beberapa jenis seragam sempat kehabisan stok karena pasokan didatangkan dari Pontianak dan Pulau Jawa.
"Setiap tahun memang seperti ini. Biasanya seminggu sebelum sekolah dimulai, pembeli mulai ramai datang mencari seragam dan perlengkapan sekolah," ujar Nurhayati saat ditemui, Jumat (10/7/2026).

Ia menuturkan, tingkat penjualan tahun ini relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurutnya, seragam Sekolah Dasar (SD) menjadi produk yang paling banyak dicari masyarakat.

"Kalau dibandingkan tahun lalu tidak jauh berbeda. Yang paling banyak terjual tetap seragam SD, kemudian SMP. Untuk seragam SMA masih belum terlalu ramai," katanya.

Nurhayati memperkirakan sebagian besar pembeli merupakan siswa yang naik ke jenjang kelas berikutnya sehingga membutuhkan ukuran seragam baru, bukan siswa yang baru pertama kali masuk sekolah.

"Justru yang banyak membeli seragam baru itu anak-anak yang naik kelas. Kalau siswa yang baru masuk sekolah jumlahnya tidak terlalu banyak," jelasnya.

Ia menambahkan, harga seragam sekolah masih belum mengalami perubahan. Untuk satu stel seragam SD, SMP maupun SMA dijual mulai Rp110 ribu hingga Rp150 ribu, sedangkan seragam Pramuka dibanderol sekitar Rp10 ribu lebih mahal.

Meski demikian, pihaknya telah menerima pemberitahuan dari produsen mengenai rencana penyesuaian harga mulai Agustus 2026.

"Saat ini harga masih normal. Namun kami sudah mendapat informasi dari pabrik bahwa kemungkinan Agustus nanti akan ada kenaikan harga pembelian per kodi. Sudah lebih dari tiga tahun belum pernah ada kenaikan," ungkapnya.

Selain seragam, permintaan buku tulis dan alat tulis juga mengalami peningkatan. Namun khusus penjualan buku, Nurhayati mengaku tidak seramai beberapa tahun sebelumnya.

"Kalau penjualan buku justru menurun. Dulu bisa dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan sekarang," tuturnya.

Sementara itu, seorang warga, Susan (36), mengaku baru memiliki waktu untuk berbelanja setelah menghabiskan masa liburan bersama keluarga. Ia datang untuk membeli perlengkapan sekolah anaknya yang akan memasuki bangku SMP.

"Baru sekarang sempat belanja karena sebelumnya kami masih liburan. Sekarang membeli seragam, buku, dan alat tulis supaya semuanya siap sebelum hari pertama sekolah," ujar Susan.

Menurutnya, harga perlengkapan sekolah di Ketapang masih tergolong stabil dan belum mengalami kenaikan yang signifikan.

"Harganya masih normal. Yang terpenting semua kebutuhan sekolah anak sudah lengkap sebelum mulai masuk sekolah," pungkasnya.***(red

Jumat, 19 Juni 2026

Jamhuri Amir Buka Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan Sekolah Tingkat Kabupaten Ketapang 2026

Wabup Ketapang Jamhuri Amir menyerahkan Sertifikat Pendaftaran Naskah Kuno dari Perpusnas RI sebagai bentuk dukungan pelestarian warisan budaya dan literasi daerah, Kamis (18/6/2026).

Anantapost.com - Ketapang. Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Akreditasi dan Advokasi Perpustakaan Sekolah Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang tersebut dihadiri oleh Bunda Literasi Ketapang, kepala sekolah, pengelola perpustakaan, narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai standar akreditasi perpustakaan sekolah sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Jamhuri Amir mengapresiasi langkah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang yang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah di daerah.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Ketapang Tahun 2025–2030, yaitu mewujudkan pembangunan yang berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri. Salah satu fokus utama kami adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan memperkuat pelayanan publik,” ujar Jamhuri.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan perpustakaan sekolah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, para kepala sekolah diminta memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan perpustakaan, baik melalui dukungan anggaran, penyediaan fasilitas, maupun peningkatan kapasitas tenaga pengelola.
Kepada pengelola perpustakaan, Wabup berpesan agar memanfaatkan kesempatan sosialisasi ini untuk memahami seluruh instrumen akreditasi, indikator penilaian, serta kelengkapan dokumen yang diperlukan.

“Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin agar proses akreditasi dapat dipersiapkan secara matang dan berjalan optimal,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi kepada sekolah-sekolah, khususnya yang masih memerlukan dukungan dalam memenuhi standar akreditasi.
Menurutnya, perpustakaan sekolah yang berkualitas akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kemampuan literasi peserta didik dan menjadi investasi penting bagi masa depan daerah.

“Pengembangan perpustakaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan sekolah. Dukungan komite sekolah, orang tua, dan masyarakat juga sangat diperlukan. Perpustakaan yang baik akan menjadi sarana penting dalam mencetak generasi penerus Kabupaten Ketapang yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang, Deki Triadi, S.Pd., M.AP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong terwujudnya perpustakaan sekolah yang memenuhi standar nasional dan memiliki kualitas layanan yang baik.
Menurut Deki, sosialisasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada kepala sekolah dan pengelola perpustakaan mengenai prosedur, instrumen, serta pentingnya akreditasi sebagai tolok ukur kualitas perpustakaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya literasi di sekolah sekaligus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sesuai standar nasional yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari narasumber Perpusnas RI, yakni Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpusnas RI, Dra. Made Ayu Wirayati, M.Ikom, serta Pustakawan Ahli Muda Perpusnas RI, Anggun Kusumah Tri Utami, S.IPI, yang memaparkan berbagai aspek terkait akreditasi perpustakaan sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Ketapang turut menyerahkan Sertifikat Pendaftaran Naskah Kuno dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada Migdad, S.Th., M.Pd. dan Mahmud Mursalin, S.Pd.I.
Penyerahan sertifikat tersebut bertujuan memberikan pengakuan resmi dan kepastian hukum terhadap kepemilikan naskah kuno, sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya bangsa. Program Registrasi Naskah Kuno yang dijalankan Perpusnas RI juga menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan berbagai informasi berharga yang terkandung dalam manuskrip agar tidak hilang atau rusak seiring berjalannya waktu.
Melalui sosialisasi dan advokasi ini, 

Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap semakin banyak perpustakaan sekolah yang memperoleh akreditasi nasional sehingga mampu menjadi pusat literasi yang berkualitas dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Ketapang.***(jok
Banner Promosi
Banner Promosi