Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat adat, pemerintah, dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat mengikat tali perdamaian di Tugu Perdamaian Simpang Kusik Batu Lapu. Suasana berlangsung khidmat dan penuh makna, mencerminkan kuatnya komitmen seluruh pihak dalam menjaga kedamaian di wilayah Jelai Hulu.
Dalam kapasitasnya sebagai Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik, bergelar adat Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua, Alexander Wilyo turut memimpin langsung jalannya ritual adat tersebut.
Prosesi ini menjadi simbol kesepakatan bersama untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan masyarakat, serta menciptakan iklim pembangunan yang kondusif di Kecamatan Jelai Hulu.
Dalam sambutannya, Bupati Alex menegaskan bahwa perdamaian merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Hakikatnya yang paling mahal sebenarnya adalah damai. Perlu waktu panjang dan usaha yang luar biasa untuk menyamakan persepsi serta membangun kebersamaan. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak perusahaan yang berinvestasi di wilayah tersebut.
Karena itu, ia mengimbau perusahaan yang beroperasi di Jelai Hulu agar terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah setempat, serta memperhatikan hak-hak warga di sekitar area operasional.
“Kepada pihak perusahaan, saya harapkan terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan. Apa yang menjadi hak masyarakat harus dipenuhi, dan masyarakat juga perlu menjaga iklim investasi yang sehat demi kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Setelah prosesi pengikatan tali perdamaian, acara dilanjutkan dengan Ritual Adat Besar Membuka Portal Perdamaian sebagai puncak kegiatan.
Dalam momen tersebut, Bupati Alexander Wilyo secara simbolis membuka portal perdamaian masyarakat adat yang sebelumnya dipasang sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada perusahaan.
Portal tersebut berupa tajau atau tempayan serta palang kayu yang sebelumnya menutup akses jalan hauling milik PT FAPE dan PT USP yang berada di bawah naungan FR Group.
Pembukaan portal ini menandai tercapainya kesepahaman antara seluruh pihak. Sekaligus menjadi harapan baru bagi terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara masyarakat adat, pemerintah, dan perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Jelai Hulu.**(jok)
Komentar0