Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si memimpin Upacara Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026
Upacara berlangsung sederhana namun khidmat, diikuti para camat, kepala desa, serta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Ketapang.
Peringatan Hari Desa Nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan publik serta pembangunan di daerah.
Dalam amanatnya, Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa desa memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah dan keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan desa akan berbanding lurus dengan kemajuan Kabupaten Ketapang secara keseluruhan.
Hal tersebut sejalan dengan visi Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang Maju dan Mandiri, di mana desa ditempatkan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan kepemimpinan desa, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga telah melaksanakan retreat kepala desa terpilih di Kompi 643 beberapa waktu lalu,” ujar Bupati.
Kegiatan tersebut, lanjutnya, bertujuan membangun karakter kepemimpinan, disiplin, kebersamaan, serta menyamakan persepsi para kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati juga mengingatkan seluruh pemerintah desa agar mengelola Dana Desa secara transparan dan akuntabel. Dana Desa, tegasnya, harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan desa.
“Pengelolaan Dana Desa harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Selain itu, Bupati mendorong peran aktif kepala desa di tengah masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Ia menilai, perbaikan jalan desa dengan tingkat kerusakan ringan yang masih memungkinkan ditangani secara swadaya dapat dilakukan bersama masyarakat, tanpa harus selalu menunggu anggaran dari pemerintah daerah.
Di bidang pendidikan, Bupati menekankan pentingnya peran kepala desa dalam mencegah anak putus sekolah. Ia meminta para kepala desa aktif mendata serta menyosialisasikan berbagai program bantuan pendidikan dari pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Program tersebut antara lain bantuan buku tulis dan seragam sekolah gratis, serta Kartu Ketapang Pintar yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan,” ucapnya.
Menurut Bupati, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing harus dimulai dari desa, dengan memastikan tidak ada anak Ketapang yang tertinggal dari bangku sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.
Selain pendidikan, Bupati juga menekankan percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan desa mandiri dan masyarakat yang sehat.
“ODF merupakan pilar pertama dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” jelasnya.
Adapun lima pilar STBM tersebut meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS/ODF), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-MRT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga, serta Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
Bupati menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 192 desa atau 73,3 persen dari total 262 desa di Kabupaten Ketapang telah dilaunching sebagai Desa ODF. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa dan kecamatan, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Target saya dalam tiga tahun seluruh desa di Ketapang sudah ODF. Kita patut bersyukur, dalam waktu 10 bulan sudah mencapai 73,3 persen desa ODF. Ini menjadi modal kuat menuju desa yang sehat dan mandiri,” tegasnya.
Bupati berharap peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 menjadi pengingat bagi seluruh aparatur desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Saya menegaskan bahwa Ketapang adalah rumah besar kita semua. Rumah besar ini harus kita rawat dan bangun bersama secara adil dan berkelanjutan, dimulai dari desa sebagai fondasi utama, agar Ketapang benar-benar menjadi daerah yang maju dan mandiri,” pungkasnya.
Usai upacara peringatan Hari Desa Nasional, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama para kepala desa, camat, dan kepala OPD sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan antara kepala daerah dan seluruh jajarannya.***(jok)
Komentar0