Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label wakilbupati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wakilbupati. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2026

Pelanggan Terus Bertambah, Perumda Tirta Pawan Diminta Tingkatkan Kapasitas dan Efisiensi

Wabup Ketapang Jamhuri Amir memimpin rapat evaluasi Perumda Tirta Pawan, membahas peningkatan pelayanan air bersih, efisiensi operasional, dan penguatan kontribusi terhadap PAD daerah.

Anantapost.com
- Ketapang. Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi Kinerja serta Tata Kelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pawan di Ruang Rapat Kantor Bupati Ketapang, Selasa (5/5/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam memastikan optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya dalam pelayanan air bersih kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa keberadaan Perumda Air Minum tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan publik, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
“Pemerintah daerah sebagai pemegang saham tunggal perlu mengetahui secara detail kondisi perusahaan, apakah dalam keadaan sehat atau tidak. Dari situ kita dapat menentukan langkah strategis ke depan,” tegas Jamhuri Amir.
Ia menekankan pentingnya pembenahan tata kelola perusahaan melalui penerapan manajemen yang profesional, efisien, transparan, dan berorientasi pada kinerja.

“Tidak boleh ada mindset bahwa untung atau rugi tidak menjadi persoalan. Perusahaan daerah harus dikelola dengan prinsip bisnis yang sehat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Selain itu, Wabup meminta jajaran Perumda Tirta Pawan melakukan identifikasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang dihadapi, termasuk peluang peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional. Pemerintah daerah, kata dia, juga membuka ruang untuk langkah strategis, termasuk restrukturisasi manajemen apabila dibutuhkan.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Pawan, L. Yudiharto J. Saptono, memaparkan bahwa jumlah pelanggan hingga akhir 2025 mencapai 17.199 pelanggan dengan 15.169 pelanggan aktif. Hingga Maret 2026, angka tersebut meningkat menjadi 17.582 pelanggan dengan 15.561 pelanggan aktif.

Dari sisi operasional, kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) saat ini mencapai 170 liter per detik dan melayani lima kecamatan, yakni Delta Pawan, Benua Kayong, Kendawangan, Tumbang Titi, dan Marau. Namun, kapasitas tersebut dinilai belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat.

Perumda Tirta Pawan juga masih menghadapi tantangan tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang mencapai 34,12 persen. Angka tersebut masih berada jauh di atas standar nasional sebesar 25 persen.
Menurut Yudiharto, penurunan tingkat NRW menjadi salah satu peluang besar untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendongkrak pendapatan perusahaan.

Dari aspek keuangan, Perumda Tirta Pawan menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mengalami kerugian pada periode 2021 hingga 2023, perusahaan mulai mencatat laba pada 2024 meski relatif kecil. Namun, laba kembali mengalami penurunan pada 2025 akibat faktor teknis dan kondisi darurat operasional.

Meski demikian, hasil evaluasi terbaru menempatkan Perumda Tirta Pawan dalam kategori “sehat”. Kendati demikian, sejumlah aspek dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama terkait pelayanan pelanggan dan efisiensi operasional.
Menutup rapat, Wakil Bupati berharap Perumda Tirta Pawan segera melakukan langkah pembenahan yang konkret dan terukur agar mampu meningkatkan kualitas layanan air bersih sekaligus memperkuat kontribusi terhadap PAD Kabupaten Ketapang.

“Perusahaan ini tidak hanya hadir untuk melayani, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah bagi daerah. Kita ingin ke depan Perumda ini benar-benar sehat, profesional, dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.***(jk) 

Senin, 13 April 2026

Infrastruktur Mulai Terasa, Sinergi Bupati dan Wabup Ketapang Dipuji

Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir berfoto bersama tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat usai kegiatan, sebagai simbol kebersamaan dan sinergi dalam mendukung pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.

Anantapost.com - Ketapang. Kekompakan duet kepemimpinan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir, mendapat apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat. Sinergi keduanya dinilai mulai memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah, khususnya sektor infrastruktur.
Ketua MUI Ketapang, Faisal Maksum, menyebut keharmonisan kepemimpinan tersebut berkontribusi terhadap percepatan pembangunan. Ia mencontohkan perbaikan Jalan Pelang yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya sudah beberapa kali melintas di Jalan Pelang, sekarang jauh lebih lancar. Aktivitas warga jadi terbantu, perputaran ekonomi juga ikut meningkat. Dari komunikasi dengan masyarakat, mereka bersyukur dengan kondisi ini,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Menurut Faisal, stabilitas keamanan dan situasi yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan di daerah.

“Kalau kondisi daerah aman dan kondusif, pembangunan bisa berjalan lancar. Sebaliknya, jika terganggu, tentu akan berdampak pada pelaksanaan program,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang, Heronimus Tanam. Ia menilai koordinasi antara Bupati dan Wakil Bupati berjalan solid sehingga program pemerintah dapat diimplementasikan secara optimal.

“Kami melihat keduanya tetap sejalan. Koordinasi berjalan baik dan program pembangunan bisa terlaksana dengan lancar,” katanya.

Heronimus juga menepis anggapan yang menyebut peran Wakil Bupati kurang terlihat. Ia menilai pembagian tugas antara kepala daerah sudah berjalan sesuai aturan.

“Peran masing-masing sudah jelas. Wakil Bupati memahami perannya sebagai politisi, sementara Bupati memiliki pengalaman birokrasi. Ini justru menjadi kekuatan,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masa kepemimpinan yang baru berjalan sekitar satu tahun belum cukup untuk menilai secara keseluruhan keberhasilan pemerintahan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Namun, sejumlah gebrakan sudah mulai terlihat, termasuk kolaborasi dengan pihak perusahaan. Secara internal juga tidak ada persoalan, semuanya berjalan baik,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ketapang, Abdulbad A. Rani, menilai sinergi kepala daerah telah berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Bupati dan Wakil Bupati menjalankan perannya dengan baik. Pembagian tugas jelas dan tetap sejalan dengan visi dan misi,” ujarnya.

Ia juga menilai kekompakan tersebut tercermin dalam berbagai aktivitas pemerintahan, termasuk rapat koordinasi yang berlangsung efektif.
“Kita melihat koordinasi berjalan baik. Meski ada keterbatasan anggaran, pembangunan—terutama infrastruktur—tetap berada di jalur yang direncanakan,” jelasnya.

Menurut Abdulbad, latar belakang keduanya menjadi kombinasi yang saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Wakil Bupati berasal dari kalangan politisi, sementara Bupati berpengalaman di birokrasi. Ini menjadi kekuatan dalam mengambil kebijakan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Semua OPD harus duduk bersama menentukan skala prioritas, terutama sektor infrastruktur. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, dan keputusan tetap di tangan Bupati,” tegasnya.

Selain itu, Abdulbad mengingatkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga peluang ekonomi yang lebih luas.

“Yang diharapkan masyarakat selain infrastruktur adalah peluang usaha dan lapangan kerja. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Ia juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk membangun hubungan yang baik dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” katanya.

Para tokoh masyarakat berharap kekompakan antara Bupati dan Wakil Bupati dapat terus terjaga agar pembangunan di Kabupaten Ketapang berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas.
“Secara umum pembangunan tetap berjalan sesuai visi dan misi. Kekompakan ini harus terus dijaga,” pungkasnya.

Editor: jok

Sabtu, 21 Maret 2026

Safari Idulfitri Bupati Ketapang, Pererat Soliditas Forkopimda dan Tokoh Daerah

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, berjabat tangan dengan Wakil Bupati dalam suasana hangat Idulfitri 1447 Hijriah, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperkuat sinergi membangun Kabupaten Ketapang yang lebih maju.

Anantapost.com
- Ketapang. Momentum Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah dimanfaatkan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, untuk memperkuat sinergi antar unsur pimpinan daerah melalui rangkaian safari silaturahmi di Kabupaten Ketapang, Sabtu (21/3/2026).

Didampingi rombongan, Bupati memulai kunjungan dari Rumah Dinas Wakil Bupati, kemudian berlanjut ke kediaman Ketua dan Wakil Ketua DPRD. Agenda silaturahmi juga menyasar Mapolres Ketapang, Rumah Dinas Danlanal, hingga kediaman Sekretaris Daerah, para asisten, serta tokoh masyarakat yang tergabung dalam Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Ketapang (TP2K).
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat khas Idulfitri. Di setiap lokasi, rombongan disambut dengan jamuan tradisional seperti ketupat, opor ayam, rendang, hingga kuliner khas daerah seperti ketupat colet dan serundeng.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan bahwa silaturahmi Lebaran bukan sekadar tradisi, melainkan sarana strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Hari Raya Idulfitri menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan, memperkuat komunikasi, dan membangun sinergi antar seluruh elemen daerah. Dengan kebersamaan yang solid, kita optimistis mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi yang terjalin dalam suasana kekeluargaan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan.

“Kita ingin memastikan bahwa semangat gotong royong terus hidup. Semua pihak harus bergerak bersama demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ketapang,” tambahnya.

Melalui rangkaian silaturahmi ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan harmonis antar pemangku kepentingan, sebagai langkah nyata menuju daerah yang lebih maju dan mandiri.

Editor: jk
Banner Promosi
Banner Promosi