Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label pemkab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemkab. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2026

Pemkab Ketapang Luncurkan Layanan Cetak Dokumen Kependudukan di MPP, KTP Perubahan Data Selesai 5–10 Menit

Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau sekaligus meresmikan layanan pencetakan dokumen kependudukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) 13/7/2026

Anantapost.com
- Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satunya dengan meluncurkan layanan pencetakan dokumen kependudukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Ketapang yang berlokasi di Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Lapangan Sepakat, Senin (13/7/2026).

Melalui layanan baru ini, masyarakat kini dapat mencetak berbagai dokumen administrasi kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), serta dokumen kependudukan lainnya langsung di MPP tanpa harus kembali ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Peresmian layanan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Kepala Disdukcapil.
Dalam sambutannya, Alexander menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah dijangkau, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

"Saya mengapresiasi Disdukcapil yang terus berbenah. Pelayanan pemerintah memang harus seperti ini, yang jauh kita dekatkan, yang sulit kita permudah, yang lemah kita perkuat, dan yang rumit kita sederhanakan. Pemerintah harus hadir menjadi solusi dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Alexander.

Ia menilai keberhasilan birokrasi diukur dari kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus meningkatkan kinerja agar visi Kabupaten Ketapang yang maju dan berkeadilan dapat terwujud.

"Semua perangkat daerah pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Jika kinerja ASN semakin baik, maka pelayanan publik juga akan semakin baik. Dari situlah kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan tumbuh," katanya.

Bupati juga meminta Disdukcapil aktif mendampingi setiap kunjungan pemerintah daerah ke desa maupun kecamatan dengan membuka layanan administrasi kependudukan di lokasi.

"Saya ingin setiap kali pemerintah turun ke desa atau kecamatan, Disdukcapil juga hadir memberikan pelayanan. Kita ini adalah pelayan masyarakat dan harus benar-benar hadir di tengah mereka," tegasnya.

Menurut Alexander, pelayanan yang mudah diakses tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi biaya yang harus dikeluarkan masyarakat.

"Kalau masyarakat merasa terbantu, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan ataupun membuang waktu. Itu yang kita harapkan, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran pemerintah," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Ketapang, Rudy, mengatakan inovasi tersebut lahir setelah pihaknya mengevaluasi pelayanan yang selama ini diberikan di MPP.

Sebelumnya, masyarakat hanya bisa melakukan perekaman KTP atau KIA di MPP, sedangkan dokumen yang sudah selesai tetap harus diambil di kantor Disdukcapil. Kondisi itu dinilai kurang efektif karena warga harus berpindah lokasi.

"Tugas utama kami adalah memberikan pelayanan yang cepat dan mudah. Karena itu kami melakukan perubahan sehingga masyarakat tidak lagi harus bolak-balik hanya untuk mengambil dokumen yang sudah selesai dicetak," jelas Rudy.

Kini, dengan adanya petugas khusus pencetakan dokumen di MPP, masyarakat dapat langsung menerima dokumen yang telah selesai diproses.

Ia menjelaskan, untuk dokumen yang hanya mengalami perubahan data dan tidak memerlukan validasi dari pemerintah pusat, proses pencetakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hingga sepuluh menit.

"Khusus KTP maupun KIA yang hanya perubahan data, prosesnya bisa ditunggu sekitar lima sampai sepuluh menit," katanya.

Sedangkan bagi warga yang melakukan perekaman KTP elektronik baru, waktu penyelesaian relatif lebih lama karena harus melalui proses validasi dan verifikasi dari pemerintah pusat.

"Untuk perekaman KTP baru biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam karena masih menunggu proses validasi dari pusat," ujarnya.

Agar masyarakat tidak perlu bolak-balik ke kantor pelayanan, Disdukcapil juga menyediakan layanan notifikasi melalui WhatsApp. Setelah dokumen selesai dicetak, petugas akan menghubungi pemohon sehingga mereka cukup datang sekali untuk mengambil dokumen.

Tak hanya meningkatkan pelayanan di MPP, Disdukcapil juga memperluas jangkauan pelayanan hingga ke kecamatan. Bahkan, bagi warga lanjut usia (lansia) maupun penyandang disabilitas yang berada di Kecamatan Delta Pawan, Benua Kayong, dan Muara Pawan, dokumen kependudukan akan diantarkan langsung ke rumah.

"Untuk lansia dan penyandang disabilitas, kami siap mengantarkan dokumen langsung ke rumah selama masih berada di tiga kecamatan tersebut," kata Rudy.

Sementara bagi masyarakat di kecamatan lain, dokumen dapat dititipkan melalui camat atau kepala desa apabila pemohon tidak dapat mengambilnya secara langsung.
Saat ini Disdukcapil telah menyediakan perangkat perekaman kependudukan di sembilan kecamatan. Ke depan, layanan akan semakin diperluas dengan penempatan mesin cetak dokumen di sejumlah wilayah strategis sesuai arahan Bupati Ketapang.

Empat kecamatan yang diprioritaskan adalah Air Upas, Tumbang Titi, Sandai, dan Balai. Pada tahap awal, dua unit mesin cetak akan ditempatkan di Kecamatan Air Upas dan Balai.

"Harapan kami, masyarakat yang tinggal jauh dari Kota Ketapang nantinya tidak perlu lagi datang ke ibu kota kabupaten hanya untuk mencetak dokumen kependudukan," ungkap Rudy.

Ia menambahkan, operator mesin cetak nantinya berasal dari pegawai kecamatan yang dialihkan statusnya menjadi pegawai Disdukcapil sesuai ketentuan, sehingga seluruh proses pencetakan, verifikasi, dan validasi tetap memenuhi standar pelayanan administrasi kependudukan.

Menutup keterangannya, Rudy mengimbau masyarakat mengurus sendiri dokumen kependudukan tanpa melalui perantara karena seluruh layanan administrasi kependudukan diberikan secara gratis.

"Kami mengajak masyarakat mengurus dokumen secara langsung. Semua layanan administrasi kependudukan tidak dipungut biaya. Gratis, lebih mudah, dan sekarang juga jauh lebih cepat," pungkasnya.***(jok

Senin, 25 Mei 2026

Ramah Tamah Bersama OSO, Ketapang dan Kayong Utara Perkuat Sinergi Daerah

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan sambutan di hadapan para tamu undangan pada acara ramah tamah bersama Oesman Sapta Odang di Pendopo Bupati Ketapang.

Anantapost.com
- Ketapang. Kehadiran tokoh nasional asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang (OSO), di Kabupaten Ketapang disambut hangat oleh jajaran pemerintah daerah. Dalam acara ramah tamah di Pendopo Bupati Ketapang, Minggu (24/5/2026), Bupati Alexander Wilyo menyebut kunjungan tersebut sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat pembangunan bagi masyarakat Tanah Kayong.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan itu turut dihadiri Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Kayong Utara, Wakil Ketua DPRD Ketapang, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
     Oesman Sapta Odang ( OSO ) 

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengungkapkan rasa haru dan kebanggaannya atas kunjungan kembali Oesman Sapta Odang ke Kabupaten Ketapang. Menurutnya, kehadiran tokoh nasional yang berasal dari Kalimantan Barat tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Tanah Kayong.

"Hari ini hati saya pribadi beserta seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang dipenuhi rasa haru dan bahagia yang mendalam. Sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi kami dapat kembali menyambut kedatangan orang tua kita bersama, tokoh nasional kebanggaan Indonesia, Bapak Oesman Sapta Odang di Tanah Kayong tercinta ini," ujar Alexander.

Ia menegaskan bahwa kunjungan Oesman Sapta Odang tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan juga wujud kedekatan emosional dan silaturahmi yang telah lama terjalin dengan masyarakat Ketapang dan Kayong Utara.

"Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Oesman Sapta Odang atas perhatian dan kasih sayang yang tidak pernah luntur untuk Bumi Tanah Kayong," katanya.

Menurut Alexander, kehadiran OSO di tengah kesibukannya sebagai tokoh nasional menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Ia berharap momentum kebersamaan tersebut dapat memperkuat sinergi, persatuan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

"Kebersamaan ini semoga membawa keberkahan dan menjadi semangat bagi kita semua untuk terus mewujudkan pembangunan yang berkeadilan demi Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri," tutupnya.

Suasana ramah tamah berlangsung akrab dan penuh persaudaraan. Momen tersebut sekaligus mencerminkan eratnya hubungan antara tokoh nasional dan masyarakat di wilayah pesisir selatan Kalimantan Barat, serta menjadi ruang memperkuat silaturahmi dan semangat pembangunan daerah.

Editor: jok

Sabtu, 02 Mei 2026

May Day 2026: Pemkab Ketapang, Buruh, dan Perusahaan Perkuat Sinergi Pembangunan

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyerahkan penghargaan kepada perwakilan pekerja pada peringatan May Day 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi buruh dalam pembangunan daerah.

Anantapost.com
- Ketapang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan penuh semangat kebersamaan dan kolaborasi di halaman Kantor Bupati Ketapang, Jumat pagi (1/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, perwakilan perusahaan, serta aliansi dan federasi serikat pekerja/buruh se-Kabupaten Ketapang.

Suasana peringatan May Day berlangsung meriah dan hangat. Ratusan masyarakat turut hadir memeriahkan kegiatan yang diisi dengan pembagian paket bantuan, doorprize, hingga hiburan kebersamaan yang mempererat hubungan antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha.
Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

“Selamat Hari Buruh Tahun 2026. Para pekerja adalah tulang punggung pembangunan daerah. Saya berharap seluruh pekerja di Ketapang semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin bermartabat. Kehadiran pemerintah di sini adalah bentuk dukungan nyata bagi para pekerja,” ujar Alexander Wilyo.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

“Kita membangun Ketapang ini tidak bisa sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Ketiga pilar ini harus berjalan bersama, saling mendukung, dan bergotong royong demi kemajuan daerah,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Ketapang agar lebih mengutamakan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen. Menurutnya, masyarakat lokal harus mendapat kesempatan lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerahnya sendiri.

“Saya meminta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jika masyarakat belum memiliki keterampilan, berikan pelatihan dan pendampingan agar mereka siap bekerja. Jangan sampai masyarakat kita hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” katanya.

Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis melalui pendekatan musyawarah dan kearifan lokal apabila muncul persoalan antara perusahaan dan masyarakat.

“Jika ada persoalan antara perusahaan dan masyarakat, utamakan musyawarah mufakat. Gunakan pendekatan kearifan lokal agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan menjaga keharmonisan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, panitia dari aliansi dan federasi serikat pekerja melaporkan bahwa peringatan May Day tahun ini berhasil menghimpun sebanyak 1.822 paket bantuan dari target awal 2.000 paket. Bantuan tersebut berasal dari kontribusi berbagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Ketapang.
Paket bantuan itu nantinya akan disalurkan kepada masyarakat, anggota serikat pekerja, serta sejumlah panti asuhan dan yayasan sosial di wilayah Ketapang.
Bupati Alexander Wilyo turut mengapresiasi partisipasi perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial tersebut. Ia bahkan mendorong agar pelaksanaan May Day tahun depan dapat berlangsung lebih besar dan memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Tahun depan kita tingkatkan lagi. Jika tahun ini sekitar 1.800 paket bantuan, tahun depan saya targetkan bisa mencapai 3.000 paket. Pemerintah daerah siap mendukung penuh,” ungkapnya.

Menutup kegiatan, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun Ketapang yang maju dan mandiri.

“Buruh dan pekerja adalah kekuatan penting dalam pembangunan. Mari kita jaga persatuan dan terus bergotong royong demi Ketapang yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

Editor:jok

Jumat, 09 Januari 2026

15 PNS di Lingkungan Pemkab Ketapang Resmi Dilantik dan Diambil Sumpah

Sekda Ketapang Repalianto saat memberikan sambutan disaat melantik 15 PNS jabatan administrator. 
Anantapost.com - Ketapang. Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menduduki jabatan Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, Jumat (9/1/2026).

Pelantikan tersebut meliputi sembilan Pejabat Administrator dan enam Pejabat Pengawas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta optimalisasi kinerja organisasi perangkat daerah.

Sejumlah pejabat yang dilantik di antaranya Riswanto sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Perdagangan, serta Erma Santy sebagai Kepala Subbagian Penyusunan Program dan Keuangan pada dinas yang sama.
Heriman Yudhistira dilantik sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Sosial. 
Sementara itu, Dedy Zulkarnaen dipercaya mengemban jabatan Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Pada dinas tersebut, jabatan Kepala Subbagian Penyusunan Program dan Keuangan dipercayakan kepada Mac Alter Sampouw.
Wawan Hermawansyah dilantik sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, Munizar resmi menjabat sebagai Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, didampingi Tommy Christiandy yang mengisi jabatan Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan.

Pada Dinas Sosial, Suandi dilantik sebagai Sekretaris, sementara Maria D’Dolora Siahaan menjabat Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Arif Lukman sebagai Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial.
Selanjutnya, Nini Marina dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana. Pada dinas yang sama, Leli Ruspita dipercaya sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak.

Di Dinas Lingkungan Hidup, Rahmat Priharto dilantik sebagai Sekretaris, sedangkan Edwardo Hungan menjabat Kepala Bidang Pengelolaan Sampah serta Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
Dalam arahannya, Sekda Ketapang Repalianto menegaskan bahwa pelantikan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi perangkat daerah serta mendorong pelayanan publik yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.***(jok) 

Rabu, 24 Desember 2025

Bupati Ketapang Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 2.462 Pegawai




Anantapost.com - Ketapang. Kalbar.  Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si memimpin Apel Gabungan sekaligus menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Senin (22/12/2025), di Halaman Kantor Bupati Ketapang.

Sebanyak 2.462 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi menerima SK Pengangkatan PPPK Paruh Waktu.
Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo mengucapkan selamat kepada para pegawai yang telah menerima SK tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan kebijakan pemerintah pusat yang diusulkan oleh pemerintah daerah dan telah disetujui.
“Ini merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui usulan pemerintah daerah yang telah disetujui. Mudah-mudahan bagi rekan-rekan yang masih belum terakomodir dapat terus kita perjuangkan,” ujar Bupati.

Kepada para penerima SK, Bupati berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan status dan tanggung jawab yang diemban. Menurutnya, sebagai aparatur negara, PPPK memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas.
“Bekerjalah secara profesional, disiplin, dan patuhi ketentuan yang berlaku. Tidak ada perbedaan mendasar antara PNS dan PPPK, karena hak-haknya hampir sama, hanya terdapat sedikit perbedaan,” tegasnya.



Bupati juga mendorong para PPPK untuk terus belajar, memahami aturan, serta meningkatkan kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ia turut meminta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan atasan langsung agar aktif membina serta membimbing para PPPK di lingkungan kerjanya.

Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh PPPK untuk mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah daerah yang tertuang dalam visi dan misi pembangunan Kabupaten Ketapang.

“Kepada para PPPK, saya berharap agar dapat mensyukuri amanah ini dengan bekerja sebaik-baiknya. Jika kita bekerja dengan tulus, profesional, dan amanah, saya yakin akan mendapatkan banyak keberkahan, tidak hanya berupa gaji dan tunjangan, tetapi juga kesehatan, kebahagiaan, keharmonisan keluarga, dan lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa PPPK merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat dan lingkungan sekitar, serta berperan sebagai agen pembangunan dan agen perubahan.
“Mari kita tingkatkan semangat gotong royong. Jaga Ketapang, karena Ketapang adalah rumah besar kita bersama, tempat kita hidup dan berkarya,” pungkas Bupati.**(red
Banner Promosi
Banner Promosi