Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement

Kamis, 27 Agustus 2026

Karhutla Mengganas di Sungai Awan Kanan, Bupati Ketapang Turun Langsung ke Garis Depan

Ikuti kami:
Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung ke lokasi karhutla di Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan. Bersama petugas, ia ikut berjibaku memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.

Anantapost.com — Ketapang. Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026).

Lokasi kebakaran yang berada di kawasan berbatasan dengan Desa Tanjungpura tersebut dikepung asap tebal dan kobaran api. Alexander bersama jajaran lintas instansi langsung bergerak ke sejumlah titik untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas.
Tak hanya melakukan pemantauan, Bupati bahkan ikut berada di garis depan bersama petugas dan relawan dalam proses pemadaman.
Penanganan karhutla melibatkan BPBD Ketapang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, Pemerintah Desa Sungai Awan Kanan, Polsek Muara Pawan, Manggala Agni, Yonif TP 832 Pawan Asasta, Kodim 1203, Koramil hingga Karang Taruna.
Di tengah kondisi medan yang berat, seluruh personel bahu-membahu melakukan penyiraman dan mencari titik-titik bara yang masih berpotensi memicu munculnya api kembali.

“Di tempat seperti ini, panas tidak mengenal jabatan dan asap tidak membedakan pangkat. Semua berdiri dalam satu barisan dengan tujuan yang sama, yaitu memadamkan api, mencegahnya meluas, serta melindungi masyarakat dan lingkungan Ketapang,” ujar Alexander.

Panas dan Asap Pekat Jadi Tantangan

Proses pemadaman berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Suhu panas, asap pekat, lahan kering dan medan yang sulit membuat petugas harus bekerja ekstra keras.

Setiap titik bara terus disisir dan disiram. Petugas juga memastikan api tidak menjalar ke area lain.
Personel Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa hingga relawan mengambil peran masing-masing.
Ada yang mengoperasikan pompa, mengatur selang dan jalur pemadaman, memantau keselamatan personel hingga memberikan dukungan kesehatan.
Alexander menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama karena kebakaran yang meluas tidak mungkin ditangani oleh satu pihak saja.

“Perjuangan melawan karhutla bukan hanya tentang air yang disemprotkan ke api. Di dalamnya ada keteguhan hati, keberanian, kesabaran, dan kesediaan untuk saling menjaga,” katanya.

Petugas Dapat Dukungan Logistik

Di sela kegiatan pemadaman, pemerintah juga memberikan dukungan kepada petugas dan relawan yang berada di lapangan.
Bantuan berupa susu murni, minuman elektrolit, vitamin C dan air mineral diserahkan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi personel yang bekerja di tengah panas dan kepungan asap.
Dukungan tersebut diharapkan membantu menjaga stamina para petugas selama proses pemadaman berlangsung.

Bupati Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

Alexander menegaskan karhutla bukan hanya persoalan lahan yang terbakar. Dampaknya dapat dirasakan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan, menurunnya kualitas udara hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Kepada seluruh masyarakat, mari kita jaga Ketapang bersama. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan menganggap kecil api yang kita nyalakan, karena kita tidak pernah tahu seberapa jauh dampaknya ketika api kehilangan kendali,” tegasnya.

Menurut Alexander, titik api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila tidak segera dikendalikan.

Pemimpin Harus Hadir Saat Rakyat Membutuhkan

Kehadiran langsung di lokasi karhutla, lanjut Alexander, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan sesuai kondisi di lapangan.
Ia menilai pemimpin tidak cukup hanya memberikan instruksi dari belakang meja, tetapi harus mengetahui langsung persoalan yang dihadapi petugas dan masyarakat.

“Kepemimpinan pada akhirnya bukan tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, tetapi tentang seberapa dekat ia mau berada ketika rakyatnya membutuhkan,” katanya.

Dari kawasan Sungai Awan Kanan hingga perbatasan Desa Tanjungpura, seluruh unsur terus berupaya mengendalikan api.
Alexander berharap semangat gotong royong tersebut terus dijaga agar karhutla dapat segera dipadamkan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan bisa diminimalkan.

“Mari padamkan apinya dengan tangan kita, cegah kemunculannya dengan kesadaran kita, dan jaga Ketapang dengan kepedulian kita. Ketapang bukan hanya tempat kita tinggal. Ketapang adalah rumah yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkas Alexander.***(jk) 
Diterbitkan: anantapost
Google Logo Add on Google
  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar
Banner Promosi
Banner Promosi