Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, S.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, menegaskan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan peran Pancasila sebagai perekat keberagaman bangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian global.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf. Zulkarnaen Galib, S.H., Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., perwakilan Lanal Ketapang, Yonif TP 832/PA, Kejaksaan Negeri Ketapang, Pengadilan Negeri Ketapang, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si., para kepala perangkat daerah, organisasi wanita, serta berbagai elemen masyarakat.
Peserta upacara terdiri dari personel TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, hingga pelajar.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Dalam amanatnya ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Amanat tersebut juga menekankan bahwa tema tahun ini memiliki makna strategis di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Pancasila disebut telah menjadi “bintang penuntun” bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman, mulai dari ribuan pulau, ratusan suku bangsa, bahasa, budaya, hingga agama dan kepercayaan.
“Pancasila telah membuktikan diri sebagai fondasi kokoh yang menjaga Indonesia tetap bersatu dalam keberagaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, adil, dan sejahtera,” demikian kutipan amanat yang dibacakan Wakil Bupati.
Lebih lanjut disampaikan, Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif terus berperan dalam menjaga perdamaian dunia, antara lain melalui pengiriman pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta dukungan terhadap perjuangan bangsa-bangsa yang tertindas.
Kepala BPIP juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology yang senantiasa relevan di tengah perkembangan zaman. Di era digitalisasi, globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat, nilai-nilai Pancasila diharapkan tetap menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Selain itu, para penyelenggara negara diingatkan agar setiap kebijakan publik senantiasa berlandaskan pada prinsip keadilan sosial, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta berpihak pada kepentingan rakyat.
“Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi, serta keadilan sosial harus terus kita implementasikan dalam pembangunan daerah maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Wabup saat membacakan amanat Kepala BPIP.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap semangat kebangsaan, persatuan, dan gotong royong semakin menguat di tengah masyarakat, sehingga menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Editor: jok
Komentar0