Alexander Wilyo, menyampaikan sambutan saat menghadiri kegiatan halalbihalal bersama keluarga besar Kerajaan Matan di Desa Mulia Kerta.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Ketapang tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjalankan agenda pemerintahan, kunjungan ini juga menjadi wujud kedekatan personal antara pemerintah daerah dengan keluarga besar Kerajaan Matan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh jajaran Kerajaan Matan, mulai dari Majelis Raja, Dewan Sepuh, hingga para kerabat dan keturunan kerajaan.
“Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Momentum ini menjadi penguat silaturahmi sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh Kerajaan Matan,” ujar Alexander Wilyo.
Ia menekankan bahwa keberadaan Kerajaan Matan memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya dan marwah daerah di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, Kabupaten Ketapang merupakan rumah bersama yang dihuni oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk keluarga besar Kerajaan Matan yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah dan budaya daerah.
“Ketapang adalah rumah kita bersama. Di dalamnya ada keberagaman yang harus kita jaga, termasuk warisan budaya dari Kerajaan Matan yang menjadi bagian penting dari jati diri daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menerima cenderamata berupa peci yang diserahkan langsung oleh Pangeran Mangku Negara di hadapan para sesepuh. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas simbol persahabatan tersebut.
“Peci ini memiliki makna lebih dari sekadar penutup kepala. Ini adalah simbol kedekatan dan persaudaraan. Saya menerimanya dengan penuh kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Kerajaan Matan,” ungkapnya.
Bupati juga mengungkapkan keterkaitannya dengan nilai-nilai budaya nusantara. Ia menyebut dirinya telah dianugerahi gelar kehormatan Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Darmonagoro dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Gelar tersebut, menurutnya, menjadi amanah untuk terus menjunjung tinggi adat, memperkuat persatuan, serta menjaga kelestarian budaya dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat kebersamaan dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
“Silaturahmi seperti ini menjadi energi positif bagi kami dalam membangun Ketapang. Semoga kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan daerah yang maju, harmonis, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Editor: jok
Komentar0