Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label pembukaa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembukaa. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Dari Pantai Pulau Datok, Bupati Ketapang Serukan Persatuan dan Harmoni dalam Keberagaman

Bupati Ketapang  Alexander Wilyo menghadiri pembukaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026).

Anantapost.com - Kayong Utara. Bupati Ketapang menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026).

Pembukaan MTQ secara resmi dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan. Perhelatan keagamaan tingkat provinsi tersebut berlangsung meriah dan diikuti kafilah dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya H. Osman Sapta Odang beserta keluarga, Hildi Hamid, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Anggota DPD RI Daud Yordan, Anggota DPR RI H. Boyman Harun, serta para anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat.
Hadir pula Kapolda Kalimantan Barat, Pangdam XII/Tanjungpura yang diwakili Brigadir Jenderal TNI, Dankodaeral XII, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, para bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota se-Kalimantan Barat, serta jajaran pemerintah daerah.
Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh kafilah dari 14 kabupaten/kota juga turut memeriahkan pembukaan MTQ yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al-Qur’an di Tanah Bertuah Menuju Kalimantan Barat Semakin Berkah.”

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan drumband, parade defile seluruh kafilah, serta berbagai pertunjukan seni. Ribuan masyarakat dan tamu undangan memadati kawasan Pantai Pulau Datok untuk menyaksikan rangkaian acara tersebut.
Bukan Sekadar Perlombaan
Bupati Ketapang menilai MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagi saya, MTQ merupakan ikhtiar untuk membumikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, keadilan, kasih sayang, saling menghormati, dan semangat kebersamaan adalah nilai-nilai universal yang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan kekuatan sekaligus modal utama dalam membangun daerah secara berkeadilan.

“Kalimantan Barat adalah rumah besar bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Kerukunan yang selama ini terjaga merupakan kekuatan sekaligus modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan,” katanya.

Ia berharap semangat yang dibawa MTQ tidak hanya menjadi inspirasi bagi umat Islam, tetapi juga dapat memperkuat persatuan dan toleransi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

“Semangat MTQ hendaknya tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan merawat kedamaian di Bumi Khatulistiwa,” lanjutnya.

Apresiasi untuk Kayong Utara

Bupati Ketapang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dan seluruh panitia yang telah menyukseskan pembukaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Kehangatan sambutan, semangat kebersamaan, serta antusiasme masyarakat menjadi cerminan bahwa nilai-nilai persaudaraan terus tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan masyarakat Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Khusus kepada kafilah Kabupaten Ketapang, ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian MTQ dengan penuh semangat, disiplin, dan percaya diri.

Ia meminta para kafilah menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga nama baik Kabupaten Ketapang.

“Jadikan MTQ sebagai momentum untuk memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat tali persaudaraan antarkafilah,” pesannya.

Ia berharap pelaksanaan MTQ XXXIV tidak hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi, tetapi juga memperkuat persatuan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

“Semoga MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang berprestasi, tetapi juga memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga persatuan, merawat harmoni dalam keberagaman, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat,” harapnya.

Kenalkan Kuliner dan Potensi Unggulan Ketapang

Selain mengikuti rangkaian MTQ, masyarakat dan tamu undangan yang hadir di Pantai Pulau Datok juga diajak mengunjungi Stan Kabupaten Ketapang.
Stan tersebut menghadirkan beragam kuliner khas Ketapang, di antaranya ketupat colet, serundeng, dan amplang. Berbagai produk UMKM, kerajinan tangan, hingga batik bercorak khas Ketapang turut dipamerkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah.

Pengunjung juga dapat melihat koleksi batu permata kecubung asal Manis Mata, mulai dari kecubung ungu, kecubung keribang, hingga kecubung biru laut. Batu kecubung tersebut menjadi salah satu potensi unggulan yang turut diperkenalkan Kabupaten Ketapang dalam momentum MTQ tingkat provinsi.
Kehadiran stan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi kreatif, kuliner, seni, dan budaya Ketapang kepada masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Barat..***(jok



Banner Promosi
Banner Promosi