Kepala Dinas Kesehatan Ketapang menyampaikan paparan mengenai berbagai persoalan kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, menyampaikan bahwa pasien sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD dr Agoessdjam Ketapang sebelum akhirnya meninggal dunia.
Menurutnya, kondisi pasien semakin memburuk karena memiliki penyakit bawaan yang turut memengaruhi kesehatannya selain infeksi Hanta Virus.
“Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan pasien terpapar Hanta Virus. Pasien juga memiliki komorbid yang memperparah kondisinya,” kata Feria saat dikonfirmasi pada Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, kepastian diagnosis diperoleh setelah sampel pasien diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga, Jawa Tengah.
Feria menegaskan bahwa penularan virus tersebut terjadi dari tikus ke manusia dan bukan melalui kontak langsung antar manusia. Karena itu, masyarakat diminta tidak berlebihan dalam menyikapi kasus tersebut.
“Virus ini tidak menular dari manusia ke manusia. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Setelah kasus ditemukan, Dinas Kesehatan bersama tim terkait langsung melakukan pelacakan dan pemeriksaan terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi pasien.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan warga lain yang terkonfirmasi positif Hanta Virus.
Meski situasi dinilai masih terkendali, masyarakat tetap diingatkan untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit.
Warga juga diminta memastikan makanan maupun minuman tersimpan dengan baik agar tidak terpapar kotoran atau urine tikus yang dapat menjadi sumber penularan virus.
“Jaga kebersihan rumah, hindari penumpukan sampah, dan tutup celah masuk tikus ke dalam rumah,” pungkasnya.***( jok )
Komentar0