TUW6TpY7GSC0GSr7BSW9TUO8Ti==

Dialog Publik FOMDA Kalbar Bahas Strategi Pengembangan SDM dan Ekonomi Daerah

Kebersamaan yang lahir dari ruang diskusi akan selalu melahirkan semangat untuk bergerak lebih jauh.
Bukan hanya tentang pertemuan, tetapi tentang menyatukan gagasan, memperkuat solidaritas, dan menyiapkan langkah nyata untuk masa depan yang lebih baik

Anantapost.com
- Pontianak. Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah Kalimantan Barat (FOMDA Kalbar) menyelenggarakan dialog publik bertajuk “Optimalisasi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Melalui Penguatan Sektor Ekonomi Berbasis Potensi Lokal di Kalimantan Barat” pada Selasa, 12 Mei 2026, di Rumangsa Kopi, Pontianak.

Kegiatan yang dihadiri berbagai kalangan tersebut menjadi ruang diskusi antara akademisi, pelaku usaha, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan untuk membicarakan kondisi pembangunan manusia di Kalimantan Barat dan upaya pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Koordinator Pusat FOMDA Kalbar, Syarif Falmu, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa persoalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak cukup hanya dipahami melalui angka dan laporan statistik. Menurutnya, kondisi nyata masyarakat di daerah harus menjadi perhatian utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Pembangunan yang baik bukan hanya terlihat dari data statistik, tetapi dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan perubahan dalam pendidikan, pekerjaan, dan kualitas hidup.” ujarnya

Ia menilai masih banyak masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan, lapangan pekerjaan, dan peningkatan kesejahteraan hidup. Karena itu, mahasiswa dinilai perlu mengambil peran aktif melalui ide, riset, hingga aksi nyata di tengah masyarakat.

Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya pengusaha Kalimantan Barat Sugioto Rico, Tenaga Ahli Menteri UMKM RI Ajie Kurniawan, serta Ketua Kadin Kayong Utara H. Bung Tomo. Sementara jalannya diskusi dipandu oleh Bedrus Sholeh selaku KORSU Ekonomi dan Ketenagakerjaan FOMDA Kalbar.

Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan antarwilayah di Kalimantan Barat. Selain itu, potensi lokal yang belum dimaksimalkan serta kualitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan menjadi perhatian utama dalam forum tersebut.

FOMDA Kalbar menegaskan bahwa dialog publik ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Organisasi tersebut menyebut forum ini sebagai langkah awal untuk membangun gerakan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan IPM di berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Sebagai tindak lanjut, FOMDA Kalbar berencana melakukan kunjungan langsung ke sejumlah kabupaten guna melakukan pemetaan persoalan, pengkajian lapangan, dan pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat yang telah disusun sebelumnya.

Syarif Falmu menekankan bahwa gerakan tersebut harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, program yang dijalankan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap daerah agar lebih tepat sasaran.

Langkah tersebut mendapatkan apresiasi dari peserta dialog. Sejumlah mahasiswa menilai pendekatan berbasis penelitian lapangan dan keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi cara yang efektif untuk mendorong pembangunan manusia yang lebih merata di Kalimantan Barat.

Melalui kegiatan ini, FOMDA Kalbar berharap dapat memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menciptakan pembangunan yang inklusif serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat.

Editor: jok

Komentar0

Type above and press Enter to search.