Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label rapatkerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rapatkerja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2026

Bantuan Rp20 Miliar Mengalir ke Ketapang untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Pemkab Ketapang laksanakan rapat kerja dengan menhut Raja Juli

Anantapost.com — Ketapang. Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni menyebut jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang terus menurun. Hingga Senin malam, tercatat tersisa 13 hotspot.

Hal itu disampaikan Raja Juli usai memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan Forkopimda di Kantor Bupati Ketapang, Selasa (8/9/2026) malam.
Sebelum rapat, Menhut bersama Bupati dan jajaran terkait meninjau langsung sejumlah lokasi Karhutla.

“Dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang terus turun. Berkat kerja sama seluruh pihak, sekarang tinggal 13 hotspot,” kata Raja Juli.

Meski menurun, ia meminta seluruh pihak tidak lengah dan terus melakukan pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar terkendali.

Menhut juga mengungkapkan, Presiden RI telah memberikan bantuan sebesar Rp20 miliar kepada Pemkab Ketapang untuk mendukung mitigasi dan penanganan Karhutla.

“Bantuan Presiden sebesar Rp20 miliar sudah ditransfer ke Pemda,” ungkapnya.

Dana tersebut dapat digunakan untuk memperkuat kebutuhan penanganan, termasuk peralatan pemadaman, alat pelindung diri, pompa air, nozzle hingga mendukung operasional petugas dan relawan.

Raja Juli juga menegaskan penegakan hukum harus dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, termasuk korporasi.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah hanya kepada masyarakat, tetapi juga harus berani tajam ke atas kepada pihak korporasi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan penanganan Karhutla telah dilakukan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat, perusahaan dan berbagai pihak selama lebih dari dua bulan.
Menurut Alexander, tantangan terbesar berada di kawasan gambut yang sulit dipadamkan karena kedalaman gambut dan keterbatasan sumber air.

Sementara untuk kebakaran di wilayah tanah mineral yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Pemkab Ketapang mengusulkan dukungan water bombing.

“Tadi saya sampaikan kepada Menteri Kehutanan dan pihak BNPB bahwa water bombing akan lebih efektif untuk daerah mineral dibandingkan daerah gambut,” ujar Alexander.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat, termasuk kemungkinan pelaksanaan modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan.

“Mudah-mudahan situasi Karhutla semakin membaik di Ketapang dan kita bisa kembali normal,” pungkasnya.***(red) 
Banner Promosi
Banner Promosi