Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label rajajuli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rajajuli. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2026

Menteri Kehutanan Turun ke Ketapang, Hotspot Karhutla Anjlok dari 85 Jadi 13 Titik

Menhut RI Raja Juli terlihat poto bersama Bupati Ketapang di lokasi Karhutla. 

Anantapost.com - Ketapang. Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Ph.D., turun langsung ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berjalan optimal sekaligus memberi dukungan kepada petugas yang masih berjibaku di lapangan.
Dalam kunjungannya, Menhut berdialog dengan tim pemadam, memantau kondisi Karhutla, serta mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi, khususnya kebakaran di kawasan lahan gambut.
Raja Juli mengapresiasi kerja keras Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan dan masyarakat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Ketapang, jajaran TNI-Polri, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api. Kita melihat teman-teman berjibaku di lapangan,” kata Raja Juli.

Ia menyebut penanganan Karhutla menunjukkan perkembangan positif. Jumlah hotspot di Ketapang yang sebelumnya mencapai 85 titik turun menjadi 13 titik.

“Ketapang masih yang paling tinggi, hari ini 13 titik api atau hotspot, tetapi luar biasa penurunannya dibandingkan kemarin yang mencapai 85 titik,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan Karhutla di lahan gambut bukan perkara mudah. Api dapat kembali muncul dari dalam tanah dan merembet ke lokasi lain meski permukaan terlihat telah padam.

Raja Juli juga menegaskan pentingnya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Menurutnya, operasi yang kembali diintensifkan pada 4-8 September turut membantu memunculkan hujan di sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah, meskipun belum hujan deras, kita melihat ada rintik-rintik hujan. Ini adalah hasil OMC yang kita intensifkan kembali,” katanya.

Menhut sekaligus mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, baik petani maupun korporasi, untuk tidak membakar lahan. Jangan cederai masyarakat dengan cara membakar lahan,” tegasnya.

Bupati: Dukungan Pusat Sangat Berarti

Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menyambut baik kehadiran Menteri Kehutanan. Ia menilai perhatian langsung Pemerintah Pusat menjadi tambahan kekuatan bagi tim di lapangan.

“Saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas kehadiran Bapak Menteri Kehutanan beserta jajaran. Selama lebih dari dua bulan, Pemkab Ketapang bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pelaku usaha dan masyarakat telah berjuang bahu-membahu menahan laju kebakaran,” ujar Alexander.

Menurutnya, kondisi geografis Ketapang menjadi salah satu tantangan utama. Kebakaran terjadi di kawasan gambut, sementara sejumlah titik berada jauh di pedalaman dengan akses dan sumber air yang terbatas.
Karena itu, Alexander berharap dukungan Pemerintah Pusat terus diperkuat, terutama melalui water bombing dan OMC.

“Kami memandang dukungan water bombing sangat penting, terutama di kawasan yang sulit dijangkau. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca juga sangat membantu mempercepat pemulihan situasi,” katanya.

Kunjungan Menteri Kehutanan menjadi suntikan semangat bagi petugas yang telah bekerja selama lebih dari dua bulan. Pemerintah daerah menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha hingga masyarakat.

Dengan dukungan Pemerintah Pusat dan kerja bersama seluruh elemen, pengendalian Karhutla di Ketapang diharapkan semakin optimal hingga seluruh titik api benar-benar dapat dipadamkan.***(red) 
Banner Promosi
Banner Promosi