Sekda Ketapang Buka Penguatan Pokja BSAN, Dorong Sekolah Bebas Kekerasan dan Perundungan
Sekda Ketapang Repalianto membuka Penguatan Kapasitas Pokja BSAN di Grand Zuri Hotel Ketapang, Kamis (3/9/2026).
Anantapost.com — Pemerintah Kabupaten Ketapang mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si., saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Kabupaten Ketapang di Grand Zuri Hotel Ketapang, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang digelar Kreasi Ketapang tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun budaya sekolah yang mampu memberikan perlindungan sekaligus ruang tumbuh bagi peserta didik.
Dalam sambutannya, Repalianto mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan Pokja BSAN memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan karakter, potensi dan prestasi anak.
Menurutnya, fungsi sekolah tidak sebatas memberikan pendidikan akademik. Satuan pendidikan juga menjadi tempat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi penerus.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Karena itu, setiap anak harus merasa aman dari kekerasan, perundungan, intimidasi, dan diskriminasi,” ujar Repalianto.
Ia menegaskan, setiap peserta didik harus mendapatkan perlakuan yang adil dan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta mengembangkan kemampuannya.
Karena itu, upaya menciptakan sekolah aman dan nyaman tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak sekolah. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
“Melalui program BSAN periode 2026–2030 ini, mari kita wujudkan sekolah yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara psikologis dan sosial,” katanya.
Repalianto juga mengingatkan kepala sekolah dan tenaga pendidik agar mampu menjadi contoh dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan pendidikan.
Komunikasi yang terbuka, penghargaan terhadap perbedaan serta penyelesaian persoalan secara edukatif dinilai penting untuk membangun budaya sekolah yang positif.
Ia berharap penguatan kapasitas Pokja BSAN tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta harus diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan terwujudnya generasi Ketapang yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi,” tutupnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan peserta didik di Kabupaten Ketapang. Melalui budaya sekolah yang aman, sehat dan inklusif, lingkungan pendidikan diharapkan semakin responsif terhadap berbagai persoalan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.***(jk)