TUW6TpY7GSC0GSr7BSW9TUO8Ti==

Empat ABK Korban Kebakaran Kapal di Ketapang Dirawat Intensif, Dua Direncanakan Rujuk ke Pontianak


Gedung RSUD dr. Agoesdjam Ketapang yang menjadi pusat layanan kesehatan rujukan di Kabupaten Ketapang, tempat para korban kebakaran kapa motor Laut Anugerah mendapatkan perawatan intensif.

Anantapost.com - Ketapang. Empat Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi korban insiden kebakaran kapal di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, saat ini masih mendapatkan penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Agoesdjam, pada Minggu, 3 Mei 2026.
Dokter jaga IGD, dr. Yoga Rivalda, menjelaskan kondisi terbaru para korban yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Ia menyebutkan bahwa keempat pasien mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat serius, dan masih berada dalam pengawasan ketat tim medis.

Ia mengungkapkan bahwa dua pasien menderita luka bakar berat dengan cakupan masing-masing sekitar 80 persen dan 76 persen dari total permukaan tubuh. Sementara itu, dua pasien lainnya mengalami luka bakar dengan persentase 43 persen dan 16 persen.

“Ada pasien dengan luka bakar hampir di seluruh tubuh, yang paling luas mencapai 80 persen, kemudian 76 persen. Sisanya ada yang 43 persen dan 16 persen,” ujar dr. Yoga.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan kasus luka bakar tidak hanya terbatas pada kerusakan kulit, tetapi juga harus mempertimbangkan potensi komplikasi lain, termasuk gangguan pada sistem pernapasan.

“Pasien dengan luka bakar harus kita evaluasi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan trauma lain seperti pada saluran napas. Terlebih jika wajah ikut terbakar, maka risiko trauma inhalasi juga perlu diwaspadai,” jelasnya.

Pihak rumah sakit juga telah memberikan penjelasan kepada keluarga pasien terkait kondisi medis serta rencana tindakan lanjutan yang akan dilakukan.
Dari keempat pasien tersebut, dua orang dengan kondisi luka bakar paling parah direncanakan untuk dirujuk ke RSUD dr. Soedarso Pontianak agar memperoleh penanganan lanjutan dari dokter spesialis bedah plastik.

“Untuk pasien dengan luka bakar 80 persen dan 76 persen, kami sarankan dirujuk. Saat ini masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga, karena mereka membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh spesialis bedah plastik,” katanya.

dr. Yoga juga menambahkan bahwa RSUD dr. Agoesdjam saat ini belum memiliki dokter spesialis bedah plastik, sehingga kasus luka bakar berat perlu dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap di Pontianak.
Meskipun demikian, ia memastikan bahwa kondisi seluruh pasien saat ini masih stabil.

“Alhamdulillah kondisi mereka stabil dan tertangani dengan baik. Namun tetap perlu pemantauan intensif karena risiko penurunan kondisi bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya. ***(jok) 

Komentar0

Type above and press Enter to search.