Sekda Ketapang Repalianto didampingi Ketua MUI dan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ketapang saat memberikan keterangan kepada awak media usai rapat koordinasi persiapan keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Repalianto usai memimpin rapat koordinasi persiapan keberangkatan CJH bersama sejumlah pihak terkait di Ruang Rapat Bupati Ketapang, Selasa (28/4/2026).
“Walaupun jumlah CJH tahun ini hanya 12 orang, pelayanan yang diberikan harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Jangan karena sedikit, justru pelayanannya menurun,” tegas Repalianto.
Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan menjadi prioritas utama, mulai dari tahap persiapan, keberangkatan, hingga kepulangan jamaah ke tanah air.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, CJH asal Ketapang akan diberangkatkan pada 8 Mei 2026 pukul 09.30 WIB. Selanjutnya, pada 9 Mei 2026, jamaah akan bertolak menuju Embarkasi Batam, sebelum akhirnya terbang ke Tanah Suci pada 10 Mei 2026.
Jumlah CJH tahun ini mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim haji 2025, jumlah CJH asal Ketapang tercatat mencapai 254 orang.
Penurunan ini disebabkan adanya perubahan kebijakan dari Kementerian Haji dan Umrah yang kini menerapkan sistem waiting list dalam penentuan keberangkatan jamaah, tidak lagi berdasarkan persentase jumlah penduduk muslim di masing-masing daerah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ketapang, Affandy, menjelaskan bahwa sistem baru tersebut berdampak langsung pada kuota daerah.
“Dengan sistem waiting list, keberangkatan jamaah ditentukan berdasarkan antrean nasional. Jadi, meskipun jumlah pendaftar di daerah banyak, yang berangkat tetap mengikuti urutan antrean,” jelas Affandy.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ketapang, Ustad Faisol Maksum, mengingatkan para CJH agar mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi fisik maupun mental.
“Ibadah haji membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Kami berharap para jamaah dapat menjaga kesehatan serta memperbanyak bekal ilmu agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama instansi terkait memastikan seluruh persiapan keberangkatan CJH berjalan optimal, sehingga para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.***(red)
Komentar0