Bupati Ketapang Alexander Wilyo ( Tengah) memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Ketapang ke-608, saat acara buka puasa bersama yang digelar di Pendopo Bupati Ketapang
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Ketapang.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang daerah yang kini telah memasuki usia 608 tahun. Menurutnya, usia tersebut mencerminkan bahwa Ketapang memiliki sejarah panjang serta kontribusi penting dalam perkembangan wilayah di Kalimantan Barat.
“Pada tanggal 11 Maret 2026 ini Kabupaten Ketapang genap berusia 608 tahun. Ini merupakan perjalanan yang sangat panjang. Bahkan di Kalimantan Barat, Ketapang termasuk salah satu daerah yang memiliki sejarah cukup tua,” ujar Alex.
Ia menambahkan, berbagai kemajuan pembangunan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang para tokoh dan leluhur yang telah meletakkan dasar pembangunan daerah sejak masa lampau.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan jasa para pendahulu sekaligus melanjutkan perjuangan mereka dalam mewujudkan Ketapang yang semakin maju.
“Kita harus selalu mengingat perjuangan para leluhur dan tokoh terdahulu yang telah membangun Ketapang hingga seperti sekarang. Tugas kita adalah melanjutkan perjuangan tersebut agar Ketapang semakin berkembang,” katanya.
Selain itu, Alex juga menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat gotong royong dalam mendorong pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Ketapang tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Oleh karena itu, membangun daerah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat Ketapang,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Desain Logo Hari Jadi Ketapang ke-608. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang turut menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalbar sebesar Rp25 juta kepada Masjid Baiturrahim di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan.
Tak hanya itu, santunan juga diberikan kepada 34 anak sebagai bentuk kepedulian sosial dalam momentum peringatan hari jadi daerah.
Bupati mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi dengan masyarakat.
“Peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Alex menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Hari Jadi Ketapang tahun ini dilaksanakan secara lebih sederhana karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesederhanaan tersebut tidak mengurangi makna dari peringatan hari jadi daerah.
“Kegiatan kita laksanakan secara sederhana karena bertepatan dengan Ramadan, namun makna dan hikmah dari peringatan hari jadi tetap kita jaga,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah agenda lain seperti ziarah serta berbagai perlombaan akan digelar setelah Hari Raya Idulfitri. Pemerintah daerah juga berencana mengadakan kegiatan halal bihalal bersama masyarakat yang akan diisi dengan pertunjukan seni dan budaya dari berbagai suku di Kabupaten Ketapang.
Menutup sambutannya, Bupati kembali mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.
“Ketapang ini milik kita bersama. Mari kita jaga, rawat, dan bangun daerah ini dengan semangat persatuan dan gotong royong agar Ketapang semakin maju, mandiri, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.***(jok)
Komentar0