TUW6TpY7GSC0GSr7BSW9TUO8Ti==

Pelayanan SIM hingga SPKT Ditingkatkan, Polres Ketapang Fokus pada Kepuasan Masyarakat

waka polres Ketapang buka kegiatan peningkatan budaya pelayanan prima bagi personel yang bertugas di sektor pelayanan publik

Anantapost.com
- Ketapang. Polres Ketapang menyelenggarakan pelatihan peningkatan budaya pelayanan prima bagi personel yang bertugas di sektor pelayanan publik, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat mutu layanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya pada unit-unit pelayanan seperti penerbitan SIM, SKCK, layanan pengaduan 110, kartu identifikasi, SPKT, serta fungsi pelayanan lainnya di lingkungan Polres Ketapang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H., mewakili Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam mendorong profesionalisme anggota yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama institusi, sehingga personel yang menjalankan fungsi pelayanan perlu dibekali pemahaman dan keterampilan yang memadai. Pelatihan kali ini menghadirkan narasumber dari Bank BNI Cabang Ketapang yang dinilai memiliki pengalaman dalam membangun standar pelayanan prima di sektor perbankan.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar materi yang diberikan bisa diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di unit masing-masing,” ujar Kompol Hoerrudin saat membuka kegiatan sekitar pukul 09.00 WIB.

Pelatihan ini diikuti oleh petugas duta layanan, petugas layanan kunjungan dan informasi, operator layanan aduan 110 baik langsung maupun melalui telepon, serta personel di unit SIM, SKCK, kartu identifikasi, dan SPKT. Materi disampaikan oleh Wakil Kepala Cabang BNI Ketapang, Ricky, yang memaparkan pentingnya membangun sikap ramah, responsif, sopan, dan humanis dalam melayani masyarakat.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa kesan pertama yang diberikan petugas sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Ia juga menyampaikan bahwa budaya pelayanan prima memiliki kaitan erat dengan upaya pembangunan Zona Integritas dan pencapaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Budaya pelayanan yang baik, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada citra institusi, tetapi juga menjadi indikator penting dalam penilaian publik. Masyarakat memiliki peran besar dalam menilai kualitas layanan yang diberikan, sehingga konsistensi dalam menerapkan standar pelayanan prima menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif mengikuti sesi materi dan diskusi. Antusiasme tersebut mencerminkan komitmen jajaran Polres Ketapang dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Menutup kegiatan, Kompol Hoerrudin menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan tim atas kontribusi ilmu yang telah diberikan. Ia berharap materi yang diperoleh tidak hanya diterapkan oleh peserta, tetapi juga dapat dibagikan kepada personel lainnya demi peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh di Polres Ketapang.

Editor: jok

Komentar0

Type above and press Enter to search.