Bupati Ketapang Alexander Wilyo (tengah) bersama para kepala daerah dalam Rakernas XVII Apkasi 2026 di Batam.
Rakernas XVII Apkasi tahun ini mengangkat tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang merata dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan welcome dinner sekaligus pembukaan Rakernas pada Minggu malam (18/1/2026). Selanjutnya, agenda utama berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Selasa (19–20/1/2026), yang diisi dengan berbagai forum dialog, diskusi panel, hingga sidang pleno penyusunan rekomendasi kebijakan.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis nasional dan daerah menjadi fokus pembahasan, di antaranya penguatan kemandirian pangan, pengembangan infrastruktur dasar di tingkat kabupaten, kebijakan dana transfer ke daerah, hingga wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Selain itu, turut dibahas optimalisasi dana perkebunan dan dana desa,
manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), serta penguatan hubungan pusat dan daerah melalui pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Rakernas juga menghadirkan dialog langsung dengan sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertanian, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Sosial, Kepala Badan Kepegawaian Negara, hingga Ketua Komisi II DPR RI. Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan arahan Menteri Dalam Negeri sekaligus penutupan resmi Rakernas XVII Apkasi.
Selain agenda Rakernas, Apkasi juga meresmikan Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) sebagai upaya memperkuat promosi potensi daerah sekaligus membuka peluang investasi di kabupaten-kabupaten seluruh Indonesia.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo, yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Apkasi, menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Rakernas tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.
“Rakernas Apkasi menjadi ruang strategis bagi pemerintah kabupaten untuk menyampaikan aspirasi daerah sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Harapannya, kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Ketapang,” ujar Alexander Wilyo.
Ia juga menambahkan bahwa forum Apkasi memiliki peran penting dalam memperjuangkan berbagai kepentingan daerah, terutama dalam hal penguatan kewenangan pemerintah kabupaten serta peningkatan dukungan anggaran pembangunan.
“Melalui forum ini, kita berharap kebijakan yang lahir mampu memberikan ruang lebih besar bagi daerah untuk berkembang, sekaligus mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam Rakernas XVII Apkasi diharapkan dapat memperkuat posisi daerah dalam berbagai kebijakan strategis nasional serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Ketapang.
Editor:jok
Komentar0