Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement
Tampilkan postingan dengan label ketapang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketapang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2026

Supriadi resmi terpilih sebagai Ketua PWI Ketapang periode 2026–2029 secara aklamasi



Ketua PWI Provinsi Kalbar Kundori ( baju lengan panjang putih) saat menyerahkan SK kepada Supriadi. 

Anantapost - Pontianak. Supriadi resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang periode 2026-2029 secara aklamasi dalam Rapat Pembentukan sekaligus Konferensi PWI Kabupaten Ketapang yang digelar di salah satu hotel di Pontianak, Rabu (12/8/2026).

Penetapan Supriadi dilakukan dalam konferensi yang dipimpin Ketua Sidang Yasmin Umar, didampingi Muhammad Al Jauhari Fatria dan Hadi Sudirmansyah sebagai anggota sidang.
Selain menetapkan ketua, konferensi juga membentuk tim formatur yang terdiri dari Supriadi, Agustiandi, dan Hadi Sudirmansyah. Tim tersebut selanjutnya bertugas menyusun struktur kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang untuk periode 2026-2029.

Usai terpilih, Supriadi menyampaikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan secara bersama-sama.

“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini amanah yang harus kami emban bersama,” ujar Supriadi.

Supriadi juga berharap PWI Kalimantan Barat dapat terus memberikan pendampingan dan arahan kepada kepengurusan PWI Ketapang ke depan.

Ia sekaligus membuka kesempatan bagi wartawan yang bertugas di Kabupaten Ketapang untuk bergabung dan bersama-sama membangun organisasi.

“Kita juga membuka ruang untuk  wartawan yang bertugas di Ketapang untuk bergabung di dalam rumah besar PWI Kabupaten, tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi” tegasnya.

Menurut Supriadi, setelah struktur kepengurusan rampung, pihaknya akan segera menyusun berbagai program kerja untuk memperkuat kembali eksistensi PWI di Kabupaten Ketapang.

“Kami akan menyusun program kerja. PWI kita kibarkan di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Barat Kundori menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang.

Kundori menjelaskan, proses pembentukan PWI Ketapang telah dikoordinasikan dengan PWI Pusat dan dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Menurutnya, hadirnya PWI Kabupaten Ketapang menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi kewartawanan di Kalimantan Barat.

“Ini menjadi sejarah baru di Kalbar. PWI Kabupaten sudah terbentuk di dua kabupaten, Ketapang dan Sekadau,” ujar Kundori.

Ia berharap PWI Ketapang tidak hanya menjadi wadah organisasi wartawan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan profesionalisme serta penerapan jurnalistik yang berpedoman pada kode etik.

Kundori mengingatkan wartawan agar tidak ikut menyebarluaskan informasi yang tidak memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik.

“Jalankan jurnalisme yang benar di Kabupaten Ketapang. Jangan ikut-ikutan menyebarkan yang bukan jurnalisme. Hal-hal yang sesuai dengan kode etik harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh anggota PWI menjaga marwah organisasi serta menjalankan profesi jurnalistik secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.***(jok) 



Kamis, 06 Agustus 2026

Bupati Ketapang Sampaikan Duka Mendalam atas Korban Jiwa Karhutla di Jalan Pelang, Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan

Turut berduka cita atas wafatnya Taufik Hidayat, korban karhutla di Pelang. Semoga husnul khatimah dan keluarga diberi ketabahan.

Anantapost.com – Ketapang. Bupati Ketapang menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Taufik Hidayat, korban musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Pelang, Kabupaten Ketapang.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang dan seluruh masyarakat, Bupati menyampaikan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

"Saya, Bupati Ketapang, mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang, mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Almarhum Taufik Hidayat. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan," ujar Bupati Ketapang.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memicu meluasnya titik api.

Menurutnya, karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan kabut asap, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat hingga menyebabkan korban jiwa.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karhutla bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa. Pencegahan adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati memastikan Pemerintah Kabupaten Ketapang terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait dalam upaya penanganan kebakaran yang masih berlangsung. Sejumlah personel dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga unsur terkait lainnya tetap disiagakan untuk melakukan pemadaman, pencarian, evakuasi, serta langkah-langkah penanggulangan di lokasi terdampak.

"Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja maksimal dalam penanganan karhutla. Kami berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan tidak lagi menimbulkan korban jiwa," tutup Bupati.***(jok) 

Rabu, 05 Agustus 2026

KAWAN Ketapang Angkat Suara, Dugaan Datangi Rumah Wartawan Dinilai Tak Sesuai Mekanisme PERS

Sengketa pemberitaan selesaikan dengan hak jawab, bukan intimidasi. Hormati kebebasan pers.

Anantapost.com - Ketapang. Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang angkat bicara menyikapi dugaan tindakan mendatangi rumah seorang wartawan yang diduga berkaitan dengan pemberitaan yang telah dipublikasikan. Organisasi wartawan tersebut menegaskan, setiap sengketa atau keberatan atas produk jurnalistik wajib diselesaikan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, menilai tindakan yang berpotensi memberikan tekanan kepada wartawan maupun keluarganya tidak sejalan dengan semangat penyelesaian sengketa pers yang mengedepankan dialog dan mekanisme hukum.

"Undang-Undang Pers telah memberikan ruang yang jelas bagi setiap pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, yakni melalui hak jawab dan hak koreksi. Mekanisme itulah yang seharusnya ditempuh, bukan tindakan yang dapat menimbulkan rasa takut atau tekanan terhadap wartawan," ujar Agustiandi, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, keluarga wartawan tidak memiliki keterkaitan dengan proses jurnalistik sehingga harus dijauhkan dari persoalan yang berkaitan dengan pemberitaan.

"Perbedaan pendapat terhadap isi pemberitaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Namun penyelesaiannya harus dilakukan secara beradab, sesuai hukum, dan menghormati profesi pers. Jangan sampai keluarga wartawan ikut terdampak atas persoalan yang tidak mereka ketahui maupun tidak mereka lakukan," tegasnya.

KAWAN Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga iklim kebebasan pers yang sehat dengan tetap menghormati hak, kewajiban, serta peran masing-masing. Menurutnya, pers memiliki fungsi sebagai penyampai informasi kepada publik yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan, namun tetap wajib bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

"Kami mengimbau semua pihak agar mengedepankan komunikasi, menahan diri, dan memanfaatkan mekanisme yang telah disediakan oleh Undang-Undang Pers apabila merasa keberatan terhadap suatu pemberitaan. Dengan demikian, situasi tetap kondusif dan kepastian hukum dapat terjaga," katanya.

Di sisi lain, KAWAN Ketapang juga mengingatkan seluruh insan pers untuk terus menjaga profesionalisme dengan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, melakukan verifikasi, menyajikan informasi secara berimbang, serta mengutamakan akurasi dalam setiap pemberitaan.

"Kami berharap peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi. Wartawan harus dapat menjalankan tugas jurnalistik secara aman, independen, profesional, dan bertanggung jawab demi terpenuhinya hak masyarakat memperoleh informasi yang benar," tutup Agustiandi.***(jok

Selasa, 04 Agustus 2026

Karhutla di Pelang Ketapang Telan Korban Jiwa, Seorang Pria Tewas Terbakar

Kobaran api karhutla menyelimuti kawasan Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Selasa (4/8) malam. 

Anantapost.com – Ketapang. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menelan korban jiwa. Seorang pria berusia 26 tahun ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat melintasi lokasi kebakaran pada Selasa (4/8/2026) malam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga berusaha melintasi ruas jalan yang saat itu dipenuhi kobaran api dan asap pekat. Kondisi jarak pandang yang sangat terbatas diduga membuat korban terjebak di tengah kebakaran.
Mendapat laporan adanya orang hilang, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, kepolisian, unsur SAR, serta relawan segera melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Ketapang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Matan Hilir Selatan, AKP Sigunari, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut korban merupakan pria berusia 26 tahun.

"Benar, korban berusia 26 tahun, kelahiran tahun 2000. Saat ini penanganan masih dilakukan bersama tim gabungan," ujar AKP Sigunari saat dikonfirmasi.

Selain merenggut nyawa korban, kebakaran itu juga menghanguskan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan korban ketika melintas di kawasan tersebut.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api membesar di sisi jalan, sementara asap tebal menutupi badan jalan hingga jarak pandang nyaris nol. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan yang tetap nekat melintas.
Koordinator SAR Ketapang, Ayub, mengatakan dalam insiden tersebut terdapat seorang warga yang berhasil menyelamatkan diri.
"Satu orang berhasil selamat, atas nama Daryono (60), warga Kecamatan Tumbang Titi," ungkap Ayub.

Petugas mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melewati kawasan yang terdampak karhutla, terutama saat asap pekat menyelimuti jalan karena berpotensi mengancam keselamatan.

Hingga Rabu (5/8/2026), tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta berupaya mengendalikan kebakaran yang masih terjadi di sejumlah titik.***(jok) 


Minggu, 02 Agustus 2026

Kapolda Kalbar Tekankan Integritas dan Pelayanan Humanis Saat Tatap Muka dengan Personel Polres Ketapang

Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Ketapang saat kunjungan kerja di Aula Mapolres Ketapang.

Anantapost.com - Ketapang. Polda Kalbar – Dalam rangka kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Ketapang, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H. bersama rombongan melaksanakan kegiatan tatap muka bersama seluruh personel Polres Ketapang yang berlangsung di Aula Mapolres Ketapang. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi, memperkuat soliditas internal, serta memberikan arahan strategis kepada seluruh personel dalam pelaksanaan tugas kepolisian (01/08/2026).
Kedatangan Kapolda Kalbar beserta rombongan disambut langsung oleh Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., didampingi Wakapolres, Pejabat Utama Polres Ketapang, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Ketapang.

Dalam arahannya, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, menekankan pentingnya menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Kapolda mengingatkan Agar anggotanya di polres Ketapang dapat meneruskan perbuatan baik yg bernilai mulia dalam wujud pelaksanaan tugas pelayanan kpd masyarakat yg humanis, responsif sesuai yg diharapkan masyarakat kepada Polri..

Kapolda juga mengajak seluruh personel untuk mengembangkan inovasi,dan ide ide kreatif dalam memecahkan masalah dan persoalan yg dialami masyarakat. Dengan mengedepankan sinergitas bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat dan unsur pendukung lainnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di Kabupaten Ketapang.

Selain memberikan arahan, kegiatan tatap muka berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kapolda memberikan kesempatan kepada personel untuk berdialog secara langsung, menyampaikan aspirasi, masukan, maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Hal tersebut diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas organisasi dan pelayanan Polri kepada masyarakat.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kerja Kapolda Kalbar beserta rombongan. Menurutnya, arahan dan motivasi yang diberikan menjadi penyemangat bagi seluruh personel Polres Ketapang untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga kekompakan, serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui kegiatan kunjungan kerja dan tatap muka ini, diharapkan seluruh personel Polres Ketapang semakin termotivasi untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi, serta terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpecaya bagi masyarakat. 


Sumber: humpol

Kamis, 30 Juli 2026

Polres Ketapang Raih Peringkat III Polda Kalbar dalam Program Ketahanan Pangan, Bukti Komitmen Dukung Swasembada

Prestasi membanggakan! Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menerima penghargaan Peringkat III Pemanfaatan Lahan Produktif Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan dari Kapolda Kalbar.

Kabarpolru.com-Ketapang. Polres Ketapang kembali menorehkan prestasi di tingkat Polda Kalimantan Barat. Dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Gelar Operasional Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Polres Ketapang berhasil meraih Peringkat III Kategori Pemanfaatan Lahan Produktif Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan periode Juli 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Kalbar, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polres Ketapang dalam mengoptimalkan lahan produktif sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan.
Keberhasilan ini diraih melalui sejumlah indikator penilaian yang menunjukkan capaian positif. Polres Ketapang mencatat potensi lahan produktif seluas 1.490,04 hektare, dengan 622,32 hektare di antaranya telah ditanami. Capaian tersebut setara dengan 41,77 persen dari target yang ditetapkan.
Tak hanya itu, produktivitas pertanian yang dihasilkan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Total produksi mencapai 834,48 ton, didukung serapan Bulog sebanyak 78 ton serta dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan Himbara senilai Rp1,898 miliar. Berkat capaian tersebut, Polres Ketapang berhasil mengumpulkan 53 poin, sekaligus menempatkannya sebagai peringkat ketiga terbaik di jajaran Polda Kalbar.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini bersinergi mendukung program ketahanan pangan.

"Penghargaan ini adalah buah dari kerja sama yang solid antara personel Polres Ketapang, pemerintah daerah, kelompok tani, Bulog, perbankan Himbara, serta seluruh stakeholder. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pemanfaatan lahan produktif demi mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar AKBP Muhammad Harris.

Menurut Kapolres, program ketahanan pangan tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Polri, tetapi juga merupakan wujud kepedulian institusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

"Ke depan kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh mitra agar program ini semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan Polres Ketapang siap menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri di sektor pangan," tambahnya.

Prestasi ini semakin mempertegas komitmen Polres Ketapang dalam mendukung program strategis Polri di bidang ketahanan pangan. Melalui sinergi lintas sektor dan pemanfaatan lahan secara optimal, Polres Ketapang berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Editor: jok


Rabu, 29 Juli 2026

34 Siswa Sekolah Rakyat Ketapang Diberangkatkan ke Pontianak, Bupati: Jangan Putus Sekolah di Tengah Jalan

Bupati Ketapang Alexander Wilyo berfoto bersama 34 siswa Program Sekolah Rakyat Terintegrasi usai prosesi pelepasan menuju Pontianak. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi generasi muda untuk meraih pendidikan yang lebih baik dan mewujudkan masa depan yang lebih cerah.

Anantapost.com – Ketapang. Sebanyak 34 peserta didik Program Sekolah Rakyat asal Kabupaten Ketapang resmi dilepas menuju Kota Pontianak untuk mengikuti Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, pada Senin (27/7/2026) malam.
Para siswa dijadwalkan berangkat melalui jalur darat pada Selasa (28/7/2026). Dari total peserta, empat orang merupakan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), sedangkan 30 lainnya merupakan siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

"Program ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pendidikan adalah hak setiap warga negara dan menjadi jalan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik serta memutus mata rantai kemiskinan," ujar Alexander.

Ia juga meminta seluruh kepala desa di Kabupaten Ketapang aktif menyampaikan informasi mengenai Program Sekolah Rakyat kepada masyarakat, terutama warga di daerah pedalaman yang masih memiliki keterbatasan akses informasi.

Menurutnya, sosialisasi yang maksimal akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak di pelosok untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.

Selain itu, Bupati meminta Dinas Sosial memberikan pendampingan kepada calon peserta didik yang mengalami kendala administrasi agar tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan dokumen.

"Kita jangan sampai membiarkan anak-anak yang ingin sekolah gagal hanya karena urusan administrasi. Semangat mereka untuk belajar harus menjadi prioritas," tegasnya.

Kepada para orang tua, Alexander juga mengimbau agar tidak khawatir melepas anak-anak mereka menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak. Ia memastikan seluruh kebutuhan para siswa telah menjadi tanggung jawab negara.

"Anak-anak kita dijamin oleh negara. Mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat, seluruh kebutuhan mereka akan didampingi dan diperhatikan oleh para guru sebagaimana orang tua merawat anak di rumah," katanya.

Ia pun berpesan kepada seluruh siswa agar tetap disiplin dan menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

"Dari 30 siswa SMA yang berangkat, saya berharap semuanya mampu menyelesaikan pendidikan sampai tamat. Jangan sampai setelah pulang saat libur justru tidak kembali ke sekolah," pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi, 

Pemerintah Kabupaten Ketapang juga berencana memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu meraih prestasi selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ketapang, Drs. Satuki, menjelaskan bahwa Kabupaten Ketapang sebenarnya telah memiliki Sekolah Rakyat Terintegrasi 52 yang mulai beroperasi sejak tahun ajaran 2025/2026.

Namun, untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, kegiatan belajar belum dapat dilaksanakan di Ketapang karena kapasitas gedung sementara yang memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) masih terbatas.
Akibat kondisi tersebut, Kementerian Sosial memutuskan 34 siswa baru untuk sementara mengikuti proses belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak hingga pembangunan gedung permanen di Kabupaten Ketapang selesai.

"Pemerintah Kabupaten Ketapang telah menyiapkan lahan seluas 7,019 hektare di Kecamatan Nanga Tayap. Seluruh persyaratan daerah juga sudah dipenuhi dan saat ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Pekerjaan Umum agar pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan. Harapan kami, pembangunan sudah dimulai pada tahun 2027," jelas Satuki.

Ia mengungkapkan proses penjaringan calon siswa dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga. Dari hampir 8.000 anak yang berhasil dijangkau dalam waktu sekitar dua bulan, hanya 40 orang yang menyatakan berminat mengikuti Program Sekolah Rakyat.
Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi, akhirnya ditetapkan 34 peserta didik yang terdiri dari empat siswa SD dan 30 siswa SMA. Sementara kuota jenjang SMP belum dapat terpenuhi karena belum ada peserta yang memenuhi persyaratan.

Satuki juga mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka selama menjalani pendidikan.

"Perpisahan ini hanya sementara. Orang tua harus mengikhlaskan anak-anaknya menuntut ilmu, terus memberikan doa, semangat, dan motivasi agar mereka dapat belajar dengan baik serta meraih masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.***(jok


Sabtu, 25 Juli 2026

Polsek Manis Mata Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Perempuan yang Sempat Dilaporkan Hilang

Petugas kepolisian bersama tim gabungan mengevakuasi jenazah korban dugaan pembunuhan di area perkebunan sawit, Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang. Kasus tersebut berhasil diungkap Polsek Manis Mata, sementara pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Anantapost.com - Ketapan. Misteri hilangnya seorang perempuan di wilayah Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, akhirnya berhasil diungkap jajaran Polsek Manis Mata. Seorang pria berinisial Y (28) diamankan polisi setelah mengakui telah menghabisi nyawa mantan kekasihnya, T.D. (26), yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR melalui Kapolsek Manis Mata IPTU Meinardus Yudiansyah, S.H., M.H. mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan bersama sejumlah pihak, mulai dari pemeriksaan saksi hingga pengumpulan barang bukti di lapangan.
Berawal dari Pertemuan di Pondok

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa bermula pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu pelaku bertemu korban di sebuah pondok di Dusun Batu Leman, Desa Batu Sedau, Kecamatan Manis Mata untuk membahas hubungan pribadi mereka.

Dalam pertemuan tersebut, pelaku mengaku masih tidak menerima keputusan korban yang mengakhiri hubungan asmara mereka.
Usai bertemu, korban berangkat bekerja di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit menggunakan sepeda motor, sedangkan pelaku pulang. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku beberapa kali mendatangi lokasi kerja korban hingga akhirnya kembali menemui korban sekitar pukul 09.00 WIB.

Pertengkaran Berujung Maut
Menurut hasil pemeriksaan penyidik, pelaku kemudian mengajak korban menuju kawasan perkebunan sawit. Di lokasi tersebut terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Pelaku mengakui kepada penyidik bahwa dirinya melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati dan kecewa setelah hubungan mereka berakhir," ujar IPTU Meinardus.

Jenazah Dikubur, Motor Dibuang ke Parit

Setelah korban meninggal, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan memindahkan jenazah ke beberapa lokasi sebelum akhirnya menguburkannya di area perkebunan sawit di Desa Seguling.
Tak hanya itu, pelaku juga menyembunyikan sepeda motor milik korban dengan membuangnya ke dalam parit dan menutupinya menggunakan pelepah sawit. Sejumlah barang milik korban turut disembunyikan untuk mengaburkan penyelidikan.

Dalam proses pengungkapan perkara, polisi mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya tali, karung, pakaian, tas milik korban, papan kayu, sejumlah peralatan, serta satu unit sepeda motor.

Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan

Usai diamankan, tersangka dibawa ke Mapolres Ketapang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang guna dilakukan visum et repertum dan pemeriksaan forensik.
Kapolsek Manis Mata mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian korban hingga pengungkapan kasus tersebut.

"Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan. Kasus ini sedang ditangani lebih lanjut oleh penyidik sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada kepolisian," tegas IPTU Meinardus Yudiansyah.

Penyidik Polres Ketapang saat ini masih terus mendalami perkara tersebut untuk melengkapi berkas penyidikan serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara utuh sesuai fakta hukum.

Editor: jok


Bupati dan Kapolres Kompak Dorong Pencak Silat Jadi Wadah Cetak Atlet Berprestasi

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris (kiri, mengenakan jaket biru putih) menghadiri pembukaan Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup II Tahun 2026 di GOR Indoor PELTI Ketapang.

Anantapost.com - Ketapang. Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup II Tahun 2026 resmi dibuka di GOR Indoor PELTI Ketapang, Jumat (24/7/2026). Mengusung tema "Melestarikan Budaya Melalui Prestasi Pencak Silat pada Generasi Muda", kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk membina atlet muda sekaligus menjaga kelestarian seni bela diri warisan bangsa.

Pembukaan kejuaraan dihadiri oleh Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Avif Hidayaturohman, S.T., perwakilan Dandim 1203/Ketapang, Kadispora Kabupaten Ketapang Doni Andriawan, S.STP., M.E., Ketua IPSI Kabupaten Ketapang H. Luhur Faraytodi, S.Sos., M.AP., jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, pengurus perguruan pencak silat, para atlet, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai luhur seperti disiplin, sportivitas, keberanian, persaudaraan, dan saling menghormati.

"Melalui IPSI Cup II ini, kita tidak hanya mencari atlet terbaik, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa. Inilah investasi jangka panjang untuk masa depan Ketapang," ujar Alexander Wilyo.

Ia berharap kejuaraan tersebut mampu menjadi sistem pembinaan atlet yang berkesinambungan sehingga melahirkan pesilat-pesilat muda yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di tingkat provinsi hingga nasional.
Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris memberikan apresiasi atas terselenggaranya IPSI Cup II sebagai wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat karakter melalui olahraga.

"Kami dari Polres Ketapang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan IPSI Cup II Tahun 2026. Semoga dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet pencak silat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan mampu membawa nama baik Kabupaten Ketapang di berbagai ajang kompetisi," kata AKBP Muhammad Harris.

Kapolres juga memastikan seluruh rangkaian kejuaraan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif. Polres Ketapang telah menyiapkan personel pengamanan di berbagai titik, mulai dari area parkir hingga lokasi pertandingan, guna memberikan rasa aman bagi atlet, official, maupun masyarakat yang hadir.

"Kami ingin seluruh peserta dapat bertanding dengan nyaman dan menjunjung tinggi sportivitas. Keamanan menjadi prioritas agar kejuaraan ini berjalan lancar, tertib, dan sukses hingga selesai," tegasnya.

Kejuaraan IPSI Cup II 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mengukur kemampuan para atlet, tetapi juga mempererat persaudaraan antarpesilat, memperkuat sinergi antarperguruan, serta menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya bangsa melalui prestasi olahraga.

Dengan dukungan pemerintah daerah, TNI-Polri, IPSI, dan seluruh elemen masyarakat, IPSI Cup II Tahun 2026 diharapkan mampu mencetak generasi muda Kabupaten Ketapang yang unggul, berdaya saing, dan siap mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Editor: jok


Rabu, 22 Juli 2026

Kelangkaan BBM Berkepanjangan, Jagadilaga Minta Polres Ketapang Bongkar Dugaan Penyelewengan

Panglima Besar Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang, Daniel, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyelewengan distribusi BBM di tengah kelangkaan yang masih terjadi.

Anantapost.con - Ketapang. Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih melanda Kabupaten Ketapang selama sepekan terakhir terus menuai sorotan. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU belum juga terurai, sementara aktivitas masyarakat dan pelaku usaha ikut terganggu akibat sulitnya memperoleh bahan bakar.
Situasi tersebut mendorong Organisasi Masyarakat Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang mendesak Polres Ketapang turun tangan melakukan penyelidikan terhadap dugaan adanya penyimpangan dalam rantai distribusi BBM.
Panglima Besar Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang, Daniel, menilai aparat penegak hukum perlu bergerak cepat untuk memastikan distribusi BBM berlangsung sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

"Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama pihak terkait yang terus berupaya menambah pasokan BBM. Namun, di sisi lain kepolisian juga harus hadir dengan tindakan nyata. Jika memang ada dugaan permainan dalam distribusi BBM, maka harus diusut secara tuntas dan transparan," tegas Daniel, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, kondisi di lapangan masih menimbulkan tanda tanya. Pasokan BBM disebut sudah beberapa kali masuk ke Ketapang, tetapi antrean panjang di SPBU tetap terjadi hampir setiap hari.
Karena itu, Jagadilaga meminta Polres Ketapang melakukan pengawasan menyeluruh terhadap jalur distribusi, mulai dari Terminal Fuel hingga penyaluran ke setiap SPBU.

"Apabila distribusi memang berjalan sesuai prosedur, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi. Tetapi jika ditemukan adanya penimbunan, penyalahgunaan distribusi, atau permainan oleh oknum tertentu, kami meminta agar diproses secara hukum tanpa pandang bulu," ujarnya.

Daniel menegaskan, penegakan hukum merupakan langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan hak warga memperoleh BBM tidak terganggu.

Selain meminta aparat kepolisian bertindak, Laskar Jagadilaga juga mendesak PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab kelangkaan BBM yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui kondisi stok, jadwal distribusi, serta langkah konkret yang dilakukan agar pasokan BBM kembali normal dalam waktu secepatnya.

"Masyarakat membutuhkan kepastian. Yang diharapkan bukan hanya tambahan pasokan, tetapi juga jaminan distribusi berjalan normal serta tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan distribusi BBM," kata Daniel.

Hingga Rabu (22/7), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terlihat mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang. Sementara itu, sejumlah pedagang eceran BBM di beberapa titik dilaporkan menghentikan penjualan karena kehabisan stok.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mempercepat penambahan pasokan BBM ke wilayah Ketapang. Di sisi lain, Polres Ketapang juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan guna menjaga ketersediaan pasokan.***(red


Bupati Ketapang Minta Pertamina Tambah Pasokan, Pemkab Gerak Cepat Atasi Kelangkaan BBM

Bupati Ketapang Alexander Wilyo bertemu jajaran Pertamina Patra Niaga Kalbar guna membahas percepatan distribusi dan penambahan pasokan BBM demi mengatasi kelangkaan yang terjadi di Kabupaten Ketapang.

Anantapost.com - Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang mengambil langkah cepat menyikapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat terbatasnya pasokan Pertalite maupun Pertamax.

Untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengirimkan surat resmi kepada PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta seluruh pengelola SPBU di wilayah Kabupaten Ketapang.
Melalui surat tersebut, pemerintah daerah meminta agar distribusi BBM segera dipercepat dan pasokan ke seluruh SPBU ditambah sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.

Bupati Alexander Wilyo mengatakan, keterbatasan stok BBM telah memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, kegiatan usaha, hingga distribusi barang dan jasa di Kabupaten Ketapang.

"Kami meminta Pertamina Patra Niaga segera menambah alokasi pasokan sekaligus mempercepat distribusi BBM ke seluruh SPBU, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterlambatan pasokan. Kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas," tegas Alexander Wilyo.

Selain meminta tambahan pasokan, Pemkab Ketapang juga menginstruksikan seluruh pengelola SPBU agar menjalankan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku, menjaga ketersediaan stok, serta menyalurkan BBM secara tertib, tepat sasaran, dan sesuai harga eceran resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk memastikan langkah tersebut berjalan efektif, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan melakukan pemantauan secara berkelanjutan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait hingga kondisi distribusi kembali normal.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying karena dapat memperparah kondisi di lapangan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pemerintah terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa," ujar Bupati.

Pemkab Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyelesaian persoalan kelangkaan BBM melalui koordinasi intensif dengan PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta seluruh pengelola SPBU, sehingga distribusi energi di Kabupaten Ketapang dapat segera pulih dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.***(red


Kapolres Ketapang Ancam Tindak Tegas Pelaku Penyelewengan BBM, Polisi Perketat Pengawasan SPBU

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan, Polri akan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan BBM yang terbukti melanggar hukum. Masyarakat diimbau tetap tenang dan ikut mengawasi distribusi BBM di lapangan.

Anantapost.com Ketapang. Di tengah krisis antrean BBM yang masih melanda Kabupaten Ketapang, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Polisi memastikan setiap dugaan pelanggaran akan diproses apabila ditemukan bukti yang cukup.

"Pasti kami proses. Jika hasil penyelidikan dan pembuktian sudah mencukupi, akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," tegas Harris 

saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah antrean kendaraan di sejumlah SPBU terus mengular dalam beberapa hari terakhir. Situasi itu memicu keresahan masyarakat sekaligus berbagai spekulasi mengenai penyebab kelangkaan BBM di Ketapang.

Merespons kondisi tersebut, Polres Ketapang langsung memperketat pengawasan di seluruh SPBU. Personel kepolisian diterjunkan untuk memantau distribusi BBM sekaligus mencegah praktik penyimpangan di lapangan.

"Kami sudah memerintahkan seluruh anggota melakukan pengamanan dan pemantauan langsung terhadap proses pendistribusian BBM di SPBU," ujar Harris.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina, stok BBM di Kabupaten Ketapang masih tersedia dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, demi menjaga pemerataan distribusi, pembelian BBM bersubsidi sementara dibatasi, yakni maksimal Rp50 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp200 ribu bagi kendaraan roda empat.

Tak hanya itu, polisi juga melarang pengisian BBM menggunakan tangki modifikasi maupun jeriken tambahan yang tidak sesuai aturan. Pengelola SPBU diminta menolak setiap upaya pengisian yang terindikasi melanggar ketentuan.
"Kami akan menindaklanjuti apabila ditemukan penimbunan ataupun pengisian menggunakan tangki tambahan dan jeriken yang tidak sesuai peruntukannya," tegasnya.

Harris mengungkapkan, masih ada oknum yang mencoba membeli BBM menggunakan tangki tambahan. Jika ditemukan, operator SPBU diminta segera melapor kepada petugas kepolisian yang berjaga agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

Di akhir keterangannya, Harris mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

"Stok BBM masih mencukupi. Kami mengajak masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan indikasi penyalahgunaan distribusi BBM," pungkasnya.***(red
Banner Promosi
Banner Promosi